NAGEKEO, ISTANA NETIZEN.COM – Rabu, 26 Agustus 2026. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto membahas penanganan pascagempa bumi NTT magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Dalam rapat itu, Kemendagri memaparkan langkah konkret membantu warga terdampak, mulai dari urus dokumen hingga pengawasan dana Bantuan Presiden.
4 LANGKAH KEMENDAGRI UNTUK KORBAN GEMPA NTT
1. URUS DOKUMEN KEPENDUDUKAN YANG RUSAK/HILANG
Tim Ditjen Dukcapil Kemendagri sudah diterjunkan ke lapangan. Banyak warga kehilangan KTP, KK, dan dokumen penting lain akibat tertimpa reruntuhan. Tim bertugas menerbitkan ulang dokumen kependudukan secara cepat.
2. SERTIFIKAT TANAH & SURAT KENDARAAN DIPROSES
Kemendagri berkoordinasi dengan Menteri ATR/Kepala BPN untuk menerbitkan kembali sertifikat tanah yang hilang.
Selain itu koordinasi juga dilakukan dengan Kapolri untuk penerbitan ulang SIM, STNK, dan BPKB milik warga terdampak.
3. KAWAL Rp 200 MILIAR DANA BTT PRESIDEN
Presiden telah menyalurkan Belanja Tidak Terduga / BTT sebesar Rp200 miliar.
Rinciannya: Rp 40 miliar untuk Pemprov NTT dan Rp20 miliar untuk masing-masing dari 8 kabupaten terdampak.

Tim khusus Kemendagri ditugaskan mengasistensi Pemprov dan Pemda agar dana digunakan optimal untuk kebutuhan logistik, termasuk warga di tenda pengungsian hingga daerah pelosok.
4. DORONG PENDATAAN RUMAH RUSAK BERSAMA BPS
Tito mendorong seluruh bupati segera mendata rumah rusak ringan, sedang, hingga berat. Pendataan harus melibatkan BPS agar verifikasi cepat.
Data ini penting karena menjadi acuan BNPB dalam menyalurkan bantuan.
PESAN TEGAS: BANTUAN HARUS TEPAT SASARAN
Rapat bersama Presiden ini menegaskan negara hadir. Mulai dari dokumen dasar warga, kepastian tanah, hingga uang negara Rp 200 miliar, semuanya harus sampai ke korban dan tidak diselewengkan.***
Reporter : Tim Redaksi Istana NetizenÂ
Editor : AJ










