Boleng, Manggarai Barat, ISTANA NETIZEN.COM – Menyusul pemberitaan SDK Wangkung di Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT yang dilansir Media Istana Netizen Com, Senin petang 31 Agustus 2026, Camat Boleng Yohanes Suhardin, S.Pt langsung merespon.

Beberapa menit setelah berita tayang, Camat Yohanes menghubungi Redaksi Media ini seraya menyampaikan tanggapan terkait kebutuhan yang sangat urgent bagi kelangsungan proses KBM antara 7 guru dan 62 siswa yang tersebar di 6 rombongan belajar di sekolah itu.
Melalui sambungan telepon selulernya Senin malam 31 Agustus 2026, Camat Yohanes menyampaikan 4 poin penting:
1. Ajukan Kebutuhan Secara Resmi
Camat menyarankan kepada Kepala SDK Wangkung agar mengidentifikasi semua kebutuhan riil bagi kelangsungan proses KBM seperti terpal dan sejenisnya. Selanjutnya secara resmi diusulkan kepada Bupati Manggarai Barat dengan tembusan Kepala Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Camat Boleng, Kepala Desa Pota Wangka, dan pihak lain yang dianggap perlu.
2. Koordinasi Berjenjang untuk Sekolah Terdampak Lain
Bagi semua sekolah SD dan SMP sederajat yang tersebar di 11 desa di Kecamatan Boleng yang memiliki persoalan serupa dengan SDK Wangkung, Camat meminta agar senantiasa melakukan pendekatan, komunikasi dan koordinasi secara berjenjang dengan Pemerintah Desa/Kelurahan serta Kecamatan Boleng untuk disikapi lebih lanjut ke Pemerintah Kabupaten.
3. Kantor Camat Terbuka untuk Konsultasi
“Kantor Camat Boleng terbuka bagi seluruh komponen masyarakat lintas desa di Kecamatan Boleng untuk berkonsultasi dan koordinasi atas berbagai persoalan yang dialami untuk disikapi bersama sesuai kewenangan dan aturan yang ada,” tegasnya.
4. Koordinasi Dulu Jika Ingin Berbantuan
Bagi semua pihak yang ingin berpartisipasi membantu SDK Wangkung dan warga masyarakat di Kecamatan Boleng dianjurkan untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Boleng.
Tujuannya agar segala bentuk bantuan bisa didistribusikan ke penerima manfaat secara tertib dan teratur, tidak tumpang tindih.
_”Kami para camat dilantik oleh Bupati untuk membantu melayani warga di wilayah kami masing-masing. Olehnya, kami membuka diri bagi siapa saja untuk selalu berkonsultasi dan berkoordinasi terkait berbagai persoalan yang dialami warga masyarakat termasuk dari komunitas pendidikan guna disikapi bersama,”_ ungkap Camat Boleng, Yohanes Suhardin, S.Pt, Senin malam 31 Agustus 2026.
Langkah cepat Camat Boleng ini menjadi angin segar bagi 62 siswa SDK Wangkung yang sejak 29 Agustus 2026 harus belajar di bawah 3 terpal seadanya pasca Gempa Flores M7,7.
SEBELUMNYA: “KAMI TETAP MENGAJAR” – GURU SDK WANGKUNG CERITA KONDISI SEKOLAH
Berawal dari pesan singkat di Grup WA,
_”Mohon ijin utk mengirimkan kondisi KBM di SDK Wangkung, desa Pota Wangka, kec. Boleng, saat ini “_
Pesan dari Warga Desa Pota Wangka tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman foto kegiatan belajar di bawah tenda oleh Niko Nekar
Foto dan laporan kondisi darurat itu menarik perhatian _Tim Redaksi Istana Netizen Com_. Untuk mengklarifikasi dan mendapatkan data akurat, redaksi kemudian melakukan konfirmasi kepada Niko Nekar.
Pernyataan Niko Nekar saat dikonfirmasi Tim Redaksi Media Istana Netizen:
_[31/8 15.46] “Terimakasih atas responnya Pak…sy bukan tenaga pengajar di sekolah tersebut ..tapi prihatin saja ..karena sekolah tersebut masih dalam satu desa dengan saya…dan saya juga dulu tamat di sekolah tersebut…”_
_[31/8 15.47] “Diatas saya kirim no hp dari guru yang mengajar di sekolah tersebut…”_
Dari nomor yang diberikan Niko Nekar, redaksi kemudian menghubungi salah satu guru di SDK Wangkung.
Respon awal Guru Thomy Sahung saat dikonfirmasi Tim Redaksi Istana Netizen:
_”Selamat siang Kakak, saya salah satu guru di SDK Wangkung. tadi yang sempat chat dengan Kaka itu, salah satu warga di desa kami, yang juga merupakan alumni di SDK Wangkung”_
Berikut hasil wawancara lengkap Tim Redaksi Media Istana Netizen Com dengan Guru Thomy Sahung pada Senin sore, 31 Agustus 2026:
Tim Redaksi:
_Selamat siang menjelang petang Bapak Thomy Sahung, Guru di SDK Wangkung. Tadi siang kami dapat foto kegiatan sekolah di SDK Wangkung di Group WA yang dikirim oleh Bapak Niko Nekar, apakah Bapak Guru atau Kepsek? Mohon berkenan menginformasikan beberapa hal terkait proses KBM di sekolah Bapak._
Thomy Sahung: _”Baik pak terima kasih sebelumnya.”_
1. Jumlah guru mulai dari Kepsek hingga staf berapa orang?
Thomy: _”Jumlah guru 7 orang termasuk kepsek”_
2. Nama Kepsek siapa?
Thomy: _”Nama Kepsek: Anselmus Halim,S.Pd”_
3. Jumlah siswa berapa?
Thomy: _”Jumlah siswa: 62 orang”_
4. Jumlah rombongan belajar / rombel berapa?
Thomy: _”Jumlah rombongan belajar: 6″_
5. Sekolah berdiri dan beroperasi sejak tahun berapa?
Thomy: _”Sekolah berdiri dan beroperasi sejak tahun 1923″_
6. Kegiatan di luar ruangan kelas / Ruang Kelas Darurat (RKD) sejak kapan dan sampai kapan?
Thomy:
_”Kegiatan di luar ruangan kelas / Ruang Kelas Darurat (RKD) sejak hari Sabtu (29/08/2026) sampai selesai perbaikan ruangan (untuk 3 ruangan) dan sampai selesai masa darurat gempa, untuk ruangan yang lain”_
7. Harapan Bapak apa?
Thomy:
_”Harapan saya, barang kali bisa menyumbangkan terpal untuk buat tenda, karena terpal sekolah yang tersedia saat ini tidak mencukupi. Hanya 3 terpal yang tersedia”_
Dari jawaban tersebut diketahui bahwa 62 siswa dengan 6 rombel kini harus belajar di lapangan menggunakan 3 terpal seadanya. Dengan jumlah guru 7 orang termasuk Kepsek Anselmus Halim, S.Pd, mereka tetap memaksimalkan KBM demi masa depan anak-anak.
SDK Wangkung sendiri merupakan sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1923, dan kini harus bertahan di tengah kondisi darurat pasca bencana.
_Istana Netizen Com mengapresiasi_ semangat kepedulian warga seperti Niko Nekar dan para guru serta siswa. Di saat yang sama kami mengajak pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk membantu kebutuhan mendesak berupa terpal tambahan agar KBM di Ruang Kelas Darurat bisa berjalan lebih layak.
Mari kita kawal bersama proses perbaikan sekolah-sekolah di Manggarai Barat.***
Penulis / Reporter: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Editor: AJ










