Pota Wangka, Boleng – Manggarai Barat, ISTANA NETIZEN.COM – Pasca Gempa Flores M7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026, aktivitas pendidikan di wilayah terdampak masih berlangsung dengan keterbatasan. Salah satunya di SDK Wangkung, Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Berawal dari pesan singkat di Grup WA,
“Mohon ijin utk mengirimkan kondisi KBM di SDK Wangkung, desa Pota Wangka, kec. Boleng, saat ini “
Pesan dari Warga Desa Pota Wangka tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman foto kegiatan belajar di bawah tenda oleh Niko Nekar.
Foto dan laporan kondisi darurat itu menarik perhatian _Tim Redaksi Istana Netizen Com_. Untuk mengklarifikasi dan mendapatkan data akurat, redaksi kemudian melakukan konfirmasi kepada Niko Nekar.
Pernyataan Niko Nekar saat dikonfirmasi oleh Tim Redaksi Media Istana Netizen:
_[31/8 15.46] “Terimakasih atas responnya Pak…sy bukan tenaga pengajar di sekolah tersebut ..tapi prihatin saja ..karena sekolah tersebut masih dalam satu desa dengan saya…dan saya juga dulu tamat di sekolah tersebut…”_
_[31/8 15.47] “Diatas saya kirim no hp dari guru yng mengajar di sekolah tersebut…”_
Dari nomor yang diberikan Niko Nekar, redaksi kemudian menghubungi salah satu guru di SDK Wangkung.
Ini Respon awal dari Guru Thomy Sahung saat dikonfirmasi oleh Tim Redaksi Istana Netizen:
_”Selamat siang Kakak, saya salah satu guru di SDK Wangkung. tadi yang sempat chat dengan Kaka itu, salah satu warga di desa kami, yang juga merupakan alumni di SDK Wangkung “_
Berikut hasil wawancara lengkap Tim Redaksi Media Istana Netizen Com dengan Guru Thomy Sahung pada Senin sore, 31 Agustus 2026:
Tim Redaksi: _
Selamat siang menjelang petang Bapak Thomy Sahung, Guru di SDK Wangkung. Tadi siang kami dapat foto kegiatan sekolah di SDK Wangkung di Group WA yang dikirim oleh Bapak Niko Nekar, apakah Bapak Guru atau Kepsek? Mohon berkenan menginformasikan beberapa hal terkait proses KBM di sekolah Bapak._
Thomy Sahung:_
“Baik pak terima kasih sebelumnya.”_
1. Jumlah guru mulai dari Kepsek hingga staf berapa orang?
Thomy:
_”Jumlah guru 7 orang termasuk kepsek”_
2. Nama Kepsek siapa?
Thomy:
_”Nama Kepsek: Anselmus Halim, S.Pd”_
3. Jumlah siswa berapa?
Thomy:
_”Jumlah siswa: 62 orang”_
4. Jumlah rombongan belajar / rombel berapa?
Thomy:
_”Jumlah rombongan belajar: 6″_
5. Sekolah berdiri dan beroperasi sejak tahun berapa?
Thomy:
_”Sekolah berdiri dan beroperasi sejak tahun 1923″_
6. Kegiatan di luar ruangan kelas / Ruang Kelas Darurat (RKD) sejak kapan dan sampai kapan?
Thomy:
_”Kegiatan di luar ruangan kelas / Ruang Kelas Darurat (RKD) sejak hari Sabtu (29/08/2026) sampai selesai perbaikan ruangan (untuk 3 ruangan) dan sampai selesai masa darurat gempa, untuk ruangan yang lain”_
7. Harapan Bapak apa?
Thomy:
_”Harapan saya, barang kali bisa menyumbangkan terpal untuk buat tenda, karena terpal sekolah yang tersedia saat ini tidak mencukupi. Hanya 3 terpal yang tersedia”_
Dari jawaban tersebut diketahui bahwa 62 siswa dengan 6 rombel kini harus belajar di lapangan menggunakan 3 terpal seadanya. Dengan jumlah guru 7 orang termasuk Kepsek Anselmus Halim, S.Pd, mereka tetap memaksimalkan KBM demi masa depan anak-anak.
SDK Wangkung sendiri merupakan sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1923, dan kini harus bertahan di tengah kondisi darurat pasca bencana.
_Istana Netizen Com mengapresiasi_ semangat kepedulian warga seperti Niko Nekar dan para guru serta siswa. Di saat yang sama kami mengajak pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk membantu kebutuhan mendesak berupa terpal tambahan agar KBM di Ruang Kelas Darurat bisa berjalan lebih layak.
Mari kita kawal bersama proses perbaikan sekolah-sekolah di Manggarai Barat.***
Penulis / Reporter: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Editor: AJ










