Manggarai, ISTANA NETIZEN.COM – Gempa M7,7 yang mengguncang Pulau Flores telah merenggut 111 jiwa, membuat ribuan orang sakit dan terluka, serta menghancurkan 95.000 rumah. Di tengah duka dan tenda-tenda pengungsian yang rapuh, Firman Tuhan dari Matius 6:25 kembali dikumandangkan untuk menguatkan:

_”Hidupmu lebih penting dari apa yang kamu makan dan tubuhmu lebih penting dari apa yang kamu pakai.”_
Ayat ini menjadi pesan utama yang disampaikan Adrianus Jehamat, Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Flores (Ketum P4KF) asal Puing, Desa Waka, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, saat menyapa warga di posko-posko pengungsian mandiri di Waso, Kabupaten Manggarai, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Makna Firman di Tengah Bencana
Dalam konteks normal, ayat ini mengajar agar manusia tidak dikuasai kekuatiran. Namun di tengah bencana, maknanya menjadi semakin dalam.
“Yesus tidak sedang bilang kita tidak perlu makan dan pakaian. Dia sedang bilang: Lihat dulu yang Tuhan sudah kasih. Dia sudah kasih kamu napas, kasih kamu hidup, kasih kamu tubuh. Kalau yang paling mahal saja Dia kasih, masa kebutuhan sehari-hari Dia tidak cukupkan?” ujar Adrianus Jehamat saat berdialog dengan warga di Waso Welu.
Menurut Adrianus, tujuan Yesus berkata demikian adalah untuk membalik prioritas. Saat rumah, harta, dan pakaian hancur, manusia diingatkan bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh benda.
“Jangan Sampai Kita Kehilangan Damai Karena Mengejar Yang Sementara”
Data BPBD mencatat kerusakan masif: 95.000 rumah rusak yang tersebar di 8 kabupaten se-Flores mulai dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka dan Flores Timur minus Lembata. Selain itu ribuan warga terluka dan sakit, serta puluhan ribu mengungsi. Trauma membuat banyak warga takut kembali ke rumah, meski bangunannya masih berdiri.
Di sinilah relevansi ayat tersebut.
“Banyak saudara kita sekarang kuatir: besok makan apa? tidur di mana? Anak-anak pakai baju apa? Itu wajar. Tapi Yesus ajak kita 1 langkah lebih tinggi: Percaya dulu sama Bapa. Burung di udara Dia pelihara. Bunga di ladang Dia dandani. Apalagi kita,” lanjut Adrianus Jehamat.
Tujuan perkataan Yesus dirangkum dalam 3 poin untuk para korban:
1. Melepaskan dari kekuatiran- Agar pengungsi bisa tidur meski di tenda, karena ada Tuhan yang menjaga.
2. Meluruskan prioritas– Rumah bisa dibangun lagi. Tapi iman, keluarga, dan hidup harus dijaga dulu.
3. Mengundang pada iman–
_“Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan”_ – Matius 6:33
Bantuan Jalan, Iman Dikuatkan
Adrianus Jehamat menekankan, selain bantuan fisik, penguatan iman sama mendesaknya.
“Kami kehilangan rumah, tapi kami tidak kehilangan Bapa di surga. Kami kehilangan pakaian, tapi kami tidak kehilangan jati diri sebagai anak-anak Tuhan dan sebagai orang Flores yang kuat,” kata Adrianus di hadapan para pengungsi di Waso.
_Istana Netizen Com_ mengajak seluruh pembaca untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga doa. Karena di saat 95.000 rumah hancur, yang dibutuhkan warga Flores bukan hanya seng dan semen, tetapi juga pengharapan.
“Hidupmu lebih penting.”
Kalimat itu hari ini menjadi jangkar bagi 111 keluarga yang berduka, dan ribuan keluarga yang sedang berjuang membangun kembali.***
Penulis: Tim Redaksi Istana Netizen Com. Editor : YT










