JAKARTA, ISTANA NETIZEN.COM, Rabu, 2 September 2026 – Ketua Mahkamah Agung Sunarto resmi melantik dan mengambil sumpah 14 hakim agung baru di Ruang Kusumah Atmadja, Gedung MA, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 91/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung yang diteken Presiden pada 31 Agustus 2026.
Pelantikan ini menjadi kelanjutan dari proses uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi III DPR RI pada 13 Agustus 2026. Dari 14 hakim yang disumpah, terdiri atas 11 Hakim Agung Reguler dan 3 Hakim Agung Ad Hoc.
Informasi ini juga disorot Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman lewat akun Facebooknya, Rabu siang (2/9/2026. Bagi Benny, momen ini bukan sekadar seremoni kelembagaan.
_“Ini titik tumpu baru bagi harapan keadilan di tanah air,”_ tulisnya.
Ini Daftar Lengkap 14 Hakim Agung Baru
Para hakim agung yang dilantik akan bertugas di 4 kamar di MA:
Kamar Pidana
1. Syamsul Arief
2. Sugiyanto
3. Sudharmawatiningsih
4. Dhifla Wiyani
Kamar Perdata
1. Sobandi
2. Nurnaningsih
Kamar Agama
1. Musthofa
2. Mamat Ruhimat
Kamar Tata Usaha Negara Khusus Pajak
1. Maftuh Effendi
2. Hari Sih Advianto
3. Yeheskiel Minggus Tiranda
Hakim Ad Hoc MA
1. Sudiyo – Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi
2. Edwin Partogi Pasaribu – Hakim Ad Hoc Hak Asasi Manusia
3. Roki Panjaitan – Hakim Ad Hoc Hak Asasi Manusia
Titipan Publik: 4 PR Besar untuk 14 Hakim Baru
Di tengah sorotan publik terhadap dunia peradilan, integritas hakim agung disebut sebagai fondasi _rechtsstaat_ atau negara hukum. Ada 4 harapan besar yang disampaikan:
1. Corong Keadilan Hakiki
Lahirkan putusan dari nurani, independensi, dan integritas. Bukan kompromi kekuasaan atau transaksi.
2. Jaminan Kepastian Hukum
Putusan kasasi dan PK harus konsisten dan bisa jadi rujukan yurisprudensi nasional.
3. Penopang Iklim Usaha
Dari UMKM sampai investor butuh kepastian hukum agar merasa aman dari kesewenang-wenangan.
4. Pemulih Wibawa MA
Keberanian memutus adil adalah kunci mengikis skeptisisme dan mengembalikan martabat lembaga peradilan tertinggi.
_“Negara hukum bukan sekadar rumusan di atas kertas, tapi rasa aman rakyat saat mencari keadilan,”_ tegas Benny.
Sumpah yang diucapkan hari ini di hadapan Tuhan dan publik menjadi komitmen moral 14 hakim agung untuk mewujudkan itu.
Penulis / Reporter : Tim Redaksi Istana Netizen Com
Editor: AJ










