• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » “Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

Istana Netizen by Istana Netizen
Juli 28, 2026
in OPINI
0
“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”
0
SHARES
28
VIEWS

Berita Utama http://Istananetizen.com dari naskah opini Rudi Sinaba di Makassar, Senin 27 Juli 2

MAKASSAR, http://ISTANETIZEN.COM –
Wibawa sebuah negara tidak hanya diukur dari luas wilayah atau besarnya anggaran. Ada satu simbol yang nilainya tak ternilai: Podium Istana.

BACAJUGA

200 ORANG TUA GOTONG ROYONG, SDK PACAR DIRIKAN TENDA DARURAT UNTUK 23 HARI PASCA GEMPA

EDITORIAL: FACEBOOK UNTUK UPDATE, MEDIA PERS UNTUK SEJARAH

BELAJAR DI TERAS 2 MINGGU, SMPN 1 PACAR UTAMAKAN KEAMANAN SISWA PASCA GEMPA FLORES

Dari sanalah kebijakan diumumkan, arah bangsa ditentukan, dan wajah Indonesia diperlihatkan ke dunia. Karena itu, setiap kata yang keluar dari sana seharusnya melewati timbangan nalar, data, dan tanggung jawab sejarah.

Namun beberapa tahun terakhir, podium yang sama justru kerap menjadi sumber kegaduhan. Bukan karena isinya selalu mencerahkan, melainkan karena kata-kata yang keluar darinya beberapa kali terpleset. Dan ketika yang terpleset adalah Kepala Negara, yang ikut tersandung adalah wibawa negara.

Ketika Angka Menjadi Bumerang

Contoh paling ramai disorot terjadi 21 Juli 2025 di Klaten. Presiden menyampaikan laporan bahwa satu penggilingan padi bisa untung Rp2 triliun per bulan pada setiap musim panen.

Secara ekonomi, angka itu sulit diterima akal sehat. Pelaku usaha, akademisi, bahkan publik awam bisa menghitung bahwa margin industri penggilingan padi tidak akan mendekati angka tersebut.

“Masalahnya bukan pada kemarahan terhadap mafia beras. Kemarahan itu sah. Yang bermasalah adalah ketika angka yang belum diverifikasi diucapkan dari podium tertinggi negara,” tulis Rudi Sinaba dalam opininya.

Sebab ketika data keluar tanpa verifikasi, yang terguncang bukan hanya logika publik. Kepastian pasar, kepercayaan pelaku usaha, dan kredibilitas proses pengambilan keputusan negara ikut dipertaruhkan.

Diksi yang Melukai Demokrasi

Lebih dari soal angka, publik juga mencatat deretan diksi lain dari podium yang sama. Wartawan dan LSM disebut “Londo Ireng”. Rakyat kritis diminta “pindah negara”.

Kalimat-kalimat itu mungkin terdengar ringan dalam suasana emosional. Tapi dampaknya tidak ringan bagi demokrasi.

“Demokrasi tumbuh dari kritik, bukan dari pengusiran. Pers dan masyarakat sipil adalah penyeimbang kekuasaan, bukan musuh kekuasaan,” tegas Rudi.

Dampaknya langsung terasa. Di media sosial, presiden yang seharusnya jadi simbol kewibawaan berubah jadi bahan meme. Di ruang diskusi, kebijakan pemerintah ikut dipertanyakan karena cara komunikasinya. Di mata dunia, Indonesia berisiko kehilangan modal paling mahal: kredibilitas.

Podium Harusnya Punya Sistem Penjaga

Rudi menekankan, podium istana seharusnya paling steril dari kesalahan. Bukan karena presiden harus selalu benar, tetapi karena setiap kata presiden membawa konsekuensi jauh lebih besar dari kata warga biasa.

Podium itu semestinya dijaga sistem. Ada tim yang menyaring data. Ada penasihat yang berani berkata, “Pak, data ini belum terverifikasi.” Ada orang di sekitar kekuasaan yang tidak hanya pandai mengangguk, tapi juga berani mengoreksi.

“Sebab setiap kalimat presiden bukan sekadar ucapan. Ia bisa jadi sinyal bagi pasar, pesan bagi birokrasi, bahan pemberitaan dunia, bahkan catatan sejarah,” ujarnya.

Ketika sistem itu tidak berjalan, yang membayar harganya bukan hanya presiden. Yang membayar adalah 280 juta rakyat.

Kembalikan Fungsi Podium

Negara tidak bisa dikelola dengan standar “nanti juga diluruskan”. Sebab kata dari podium istana tidak selalu bisa ditarik kembali. Kata bisa jadi kebijakan. Angka bisa jadi persepsi. Dan persepsi dalam politik dan ekonomi, harganya sangat mahal.

“Bangsa ini tidak kekurangan orang cerdas. Yang kita butuhkan adalah keberanian menjaga standar. Menjaga agar podium istana tidak menjadi tempat uji coba angka, melampiaskan kekesalan, atau mempertontonkan emosi sesaat,” tulis Rudi.

Ia menutup dengan ajakan: Mari kembalikan fungsi podium. Jadikan ia ruang untuk mencerahkan, mempersatukan, menenangkan, dan mengangkat derajat bangsa.

“Sebab sejarah tidak akan mengingat siapa yang berteriak paling keras. Sejarah akan mencatat apa yang dikatakan, dan apakah setelah itu bangsa ini menjadi lebih terhormat — atau justru kehilangan wibawa.

Podium itu milik kita semua. Dan wibawa bangsa, sering kali, memang berada di ujung lidah orang yang berkuasa.***

Tentang Penulis
_Rudi Sinaba adalah pengamat komunikasi politik dan warga Makassar._

Reporter : AJ
Editor : Tim Redaksi Istana Netizen

Previous Post

Putri Sukmaniara Deklarasi Calon Ketua PP PMKRI 2026-2028: Fokus Dorong Beasiswa S2-S3 untuk Kader”

Next Post

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

200 ORANG TUA GOTONG ROYONG, SDK PACAR DIRIKAN TENDA DARURAT UNTUK 23 HARI PASCA GEMPA

200 ORANG TUA GOTONG ROYONG, SDK PACAR DIRIKAN TENDA DARURAT UNTUK 23 HARI PASCA GEMPA

September 8, 2026
EDITORIAL: FACEBOOK UNTUK UPDATE, MEDIA PERS UNTUK SEJARAH

EDITORIAL: FACEBOOK UNTUK UPDATE, MEDIA PERS UNTUK SEJARAH

September 7, 2026
BELAJAR DI TERAS 2 MINGGU, SMPN 1 PACAR UTAMAKAN KEAMANAN SISWA PASCA GEMPA FLORES

BELAJAR DI TERAS 2 MINGGU, SMPN 1 PACAR UTAMAKAN KEAMANAN SISWA PASCA GEMPA FLORES

September 7, 2026
GURU SEKALIGUS KONTEN KREATOR: HENDY HARUM DOKUMENTASIKAN SEMANGAT SDK PUING BELAJAR DI TENDA DARURAT

GURU SEKALIGUS KONTEN KREATOR: HENDY HARUM DOKUMENTASIKAN SEMANGAT SDK PUING BELAJAR DI TENDA DARURAT

September 6, 2026
“AKAR IMAN LEBIH DALAM DARI MAGMA”: KESAKSIAN FRANS ANGGAL DARI KAKI GUNUNG ANAK KA YANG WASPADA

“AKAR IMAN LEBIH DALAM DARI MAGMA”: KESAKSIAN FRANS ANGGAL DARI KAKI GUNUNG ANAK KA YANG WASPADA

September 6, 2026
SAAT GEMPA DATANG: MANUSIA DIAJARI “RE-THINKING ABOUT VALUE” OLEH ALAM

SAAT GEMPA DATANG: MANUSIA DIAJARI “RE-THINKING ABOUT VALUE” OLEH ALAM

September 5, 2026
Next Post
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

"Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

September 11, 2026
RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

September 11, 2026
“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

September 10, 2026
DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

September 10, 2026
ISTRI ANGGOTA DPR RI TURUN LANGSUNG: BANTUAN PEREMPUAN PDIP TIBA UNTUK KORBAN GEMPA DI NDOSO

ISTRI ANGGOTA DPR RI TURUN LANGSUNG: BANTUAN PEREMPUAN PDIP TIBA UNTUK KORBAN GEMPA DI NDOSO

September 9, 2026
LEBIH DEKAT DAN HEMAT: ALASAN KUAT TIM SUMBA SABU TEMUI PRESIDEN

LEBIH DEKAT DAN HEMAT: ALASAN KUAT TIM SUMBA SABU TEMUI PRESIDEN

September 9, 2026

BERITA TERPOPULER

  • KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Gempa Flores Berakhir? BMKG Ungkap Perkiraan Waktu Gempa Susulan Berhenti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN TUNGGU! MENDAGRI MINTA KADES SE-FLORES KEJAR DATA RUMAH RUSAK DEMI BANTUAN CAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAMI JUGA KORBAN! Camat Lamba Leda Utara Bongkar Diskriminasi Bantuan Gempa Flores 7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru Saja! Gempa 5.7 SR Guncang Laut Flores Dekat Labuhanbajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In