• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » “Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”

Istana Netizen by Istana Netizen
Juli 28, 2026
in OPINI
0
“Podium Istana Bukan Panggung Uji Coba: Saat Kata Presiden Menentukan Wibawa 280 Juta Rakyat”
0
SHARES
28
VIEWS

Berita Utama http://Istananetizen.com dari naskah opini Rudi Sinaba di Makassar, Senin 27 Juli 2

MAKASSAR, http://ISTANETIZEN.COM –
Wibawa sebuah negara tidak hanya diukur dari luas wilayah atau besarnya anggaran. Ada satu simbol yang nilainya tak ternilai: Podium Istana.

BACAJUGA

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Dari sanalah kebijakan diumumkan, arah bangsa ditentukan, dan wajah Indonesia diperlihatkan ke dunia. Karena itu, setiap kata yang keluar dari sana seharusnya melewati timbangan nalar, data, dan tanggung jawab sejarah.

Namun beberapa tahun terakhir, podium yang sama justru kerap menjadi sumber kegaduhan. Bukan karena isinya selalu mencerahkan, melainkan karena kata-kata yang keluar darinya beberapa kali terpleset. Dan ketika yang terpleset adalah Kepala Negara, yang ikut tersandung adalah wibawa negara.

Ketika Angka Menjadi Bumerang

Contoh paling ramai disorot terjadi 21 Juli 2025 di Klaten. Presiden menyampaikan laporan bahwa satu penggilingan padi bisa untung Rp2 triliun per bulan pada setiap musim panen.

Secara ekonomi, angka itu sulit diterima akal sehat. Pelaku usaha, akademisi, bahkan publik awam bisa menghitung bahwa margin industri penggilingan padi tidak akan mendekati angka tersebut.

“Masalahnya bukan pada kemarahan terhadap mafia beras. Kemarahan itu sah. Yang bermasalah adalah ketika angka yang belum diverifikasi diucapkan dari podium tertinggi negara,” tulis Rudi Sinaba dalam opininya.

Sebab ketika data keluar tanpa verifikasi, yang terguncang bukan hanya logika publik. Kepastian pasar, kepercayaan pelaku usaha, dan kredibilitas proses pengambilan keputusan negara ikut dipertaruhkan.

Diksi yang Melukai Demokrasi

Lebih dari soal angka, publik juga mencatat deretan diksi lain dari podium yang sama. Wartawan dan LSM disebut “Londo Ireng”. Rakyat kritis diminta “pindah negara”.

Kalimat-kalimat itu mungkin terdengar ringan dalam suasana emosional. Tapi dampaknya tidak ringan bagi demokrasi.

“Demokrasi tumbuh dari kritik, bukan dari pengusiran. Pers dan masyarakat sipil adalah penyeimbang kekuasaan, bukan musuh kekuasaan,” tegas Rudi.

Dampaknya langsung terasa. Di media sosial, presiden yang seharusnya jadi simbol kewibawaan berubah jadi bahan meme. Di ruang diskusi, kebijakan pemerintah ikut dipertanyakan karena cara komunikasinya. Di mata dunia, Indonesia berisiko kehilangan modal paling mahal: kredibilitas.

Podium Harusnya Punya Sistem Penjaga

Rudi menekankan, podium istana seharusnya paling steril dari kesalahan. Bukan karena presiden harus selalu benar, tetapi karena setiap kata presiden membawa konsekuensi jauh lebih besar dari kata warga biasa.

Podium itu semestinya dijaga sistem. Ada tim yang menyaring data. Ada penasihat yang berani berkata, “Pak, data ini belum terverifikasi.” Ada orang di sekitar kekuasaan yang tidak hanya pandai mengangguk, tapi juga berani mengoreksi.

“Sebab setiap kalimat presiden bukan sekadar ucapan. Ia bisa jadi sinyal bagi pasar, pesan bagi birokrasi, bahan pemberitaan dunia, bahkan catatan sejarah,” ujarnya.

Ketika sistem itu tidak berjalan, yang membayar harganya bukan hanya presiden. Yang membayar adalah 280 juta rakyat.

Kembalikan Fungsi Podium

Negara tidak bisa dikelola dengan standar “nanti juga diluruskan”. Sebab kata dari podium istana tidak selalu bisa ditarik kembali. Kata bisa jadi kebijakan. Angka bisa jadi persepsi. Dan persepsi dalam politik dan ekonomi, harganya sangat mahal.

“Bangsa ini tidak kekurangan orang cerdas. Yang kita butuhkan adalah keberanian menjaga standar. Menjaga agar podium istana tidak menjadi tempat uji coba angka, melampiaskan kekesalan, atau mempertontonkan emosi sesaat,” tulis Rudi.

Ia menutup dengan ajakan: Mari kembalikan fungsi podium. Jadikan ia ruang untuk mencerahkan, mempersatukan, menenangkan, dan mengangkat derajat bangsa.

“Sebab sejarah tidak akan mengingat siapa yang berteriak paling keras. Sejarah akan mencatat apa yang dikatakan, dan apakah setelah itu bangsa ini menjadi lebih terhormat — atau justru kehilangan wibawa.

Podium itu milik kita semua. Dan wibawa bangsa, sering kali, memang berada di ujung lidah orang yang berkuasa.***

Tentang Penulis
_Rudi Sinaba adalah pengamat komunikasi politik dan warga Makassar._

Reporter : AJ
Editor : Tim Redaksi Istana Netizen

Previous Post

Putri Sukmaniara Deklarasi Calon Ketua PP PMKRI 2026-2028: Fokus Dorong Beasiswa S2-S3 untuk Kader”

Next Post

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026
SAH! DOKUMEN 2015 TERBONGKAR – 9 BUPATI & 9 DPRD SE-FLORES LEMBATA PENUHI PASAL 37 UU 23/2014 – PKF SIAP DARI LABUAN BAJO HINGGA LEWOLEBA

SAH! DOKUMEN 2015 TERBONGKAR – 9 BUPATI & 9 DPRD SE-FLORES LEMBATA PENUHI PASAL 37 UU 23/2014 – PKF SIAP DARI LABUAN BAJO HINGGA LEWOLEBA

Oktober 26, 2026
SAH! 9 BUPATI + 9 DPRD FLORES TEKEN PKF – ADRIANUS JEHAMAT: MORATORIUM BUKAN TEMBOK ABADI!

SAH! 9 BUPATI + 9 DPRD FLORES TEKEN PKF – ADRIANUS JEHAMAT: MORATORIUM BUKAN TEMBOK ABADI!

Oktober 25, 2026
Next Post
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

"Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In