Beranda » Edi Hardum: Lawan Mafia Peradilan, Jangan Menyerah Meski Penuh Risiko !
ISTANA NETIZEN.COM – Praktisi hukum Dr. Edi Hardum, S.H., M.H. menegaskan masyarakat tidak boleh menyerah menghadapi mafia peradilan di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa korupsi di lembaga peradilan sudah berlangsung puluhan tahun, namun masih ada aparat penegak hukum yang berpegang pada hati nurani.

Dr. Edi Hardum, S.H., M.H.
Korupsi Sudah Ada Sejak Era VOC
“Membaca soal korupsi di Indonesia sebenarnya ada sejak lama, sejak Belanda, VOC. VOC hancur salah satunya karena korupsi,” kata Edi Hardum, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, Indonesia berdiri pada 1945 dengan tujuan melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh warga negara. Untuk menjalankan tujuan itu dibentuk tiga pilar utama: eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Yudikatif Digerogoti Praktik Mafia Sejak 1980-an
“Yudikatif di bawah kekuasaan kehakiman, Mahkamah Agung sekarang ditambah Mahkamah Konstitusi. Sebagian tugas yudikatif dijalankan eksekutif yakni Polri dan Kejaksaan,” ujarnya.
Namun, kata Edi, dalam perjalanannya pelaksanaan peradilan mulai dari Polri, kejaksaan, hingga pengadilan penuh dengan korupsi. “Mafia peradilan mulai masif di Indonesia sepertinya mulai tahun 1980-an,” tambahnya.
Yap Thiam Hien Enggan Beracara karena Harus Pakai Uang
Edi mencontohkan sikap advokat Yap Thiam Hien yang sejak 1980-an hingga akhir hayatnya jarang mau berlitigasi.

Yap Thiam Hien
“Alasan utama adalah semua perkara agar bisa menang harus pakai uang. Panitera hampir di semua pengadilan jadi kaki tangan hakim dalam memperjualbelikan putusan hakim,” jelas Edi.
Pesan Adnan Buyung Nasution: Jangan Diam, Terus Bersuara
Sekitar tahun 2017, Edi mengaku bertemu advokat Adnan Buyung Nasution di Jakarta. Saat ditanya soal maraknya mafia peradilan, Buyung membenarkan kondisi itu.
“Namun, kata beliau, siapa pun di negeri ini jangan menyerah, jangan membiarkan hal itu terjadi. Yang bisa bicara, bicaralah! Yang bisa teriak, teriaklah, walaupun penuh risiko!” tutur Edi menirukan pesan Buyung.
Masih Ada Polisi, Jaksa, dan Hakim yang Jujur
Menurut Edi, Adnan Buyung Nasution juga menekankan bahwa di tengah banyaknya aparat yang culas, masih ada penegak hukum yang berintegritas.
“Bang Buyung mengatakan, di tengah begitu banyak aparat penegak hukum yang culas, masih ada yang pakai hati nurani. Masih ada polisi, jaksa dan hakim yang jujur. Ayo maju dukunglah mereka yang masih ingin dan terus menyalakan api keadilan di Indonesia,” pungkas Edi mengutip ajakan Buyung saat itu.***
Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.