Beranda » Haji Idrus : Rentetan Tragedi di Labuan Bajo Jadi Alarm Keras, Pariwisata Bukan Sekadar Kejar Investasi !
ISTANA NETIZEN.COM – Rangkaian peristiwa memilukan di Labuan Bajo dan Manggarai Barat dinilai sebagai peringatan keras bagi arah pengelolaan pariwisata. Tokoh masyarakat Labuan Bajo, Haji Idrus , menegaskan pembangunan wisata tidak boleh hanya mengejar jumlah turis dan investasi, tetapi wajib menjamin keselamatan, keadilan, dan martabat warga.

H.Idrus
Prihatin atas Rentetan Kejadian Serius
“Rangkaian peristiwa ini memang membuat banyak orang merasa prihatin dan bertanya-tanya tentang arah pengelolaan daerah wisata seperti Labuan Bajo,” kata Haji Idrus , Senin malam, 25 Mei 2026.
Dalam waktu yang tidak terlalu jauh, kata dia, muncul berbagai kejadian serius: kecelakaan kapal yang menewaskan empat orang wisatawan asing, jembatan wisata ambruk hingga menewaskan dua turis Austria di Cunca Wulang, lalu muncul lagi isu perdagangan orang dan persoalan ekonomi masyarakat seperti praktik rentenir yang mencekik.
Pembangunan Wisata Tak Cukup Kejar Angka
Menurut Haji Idrus, jika dilihat lebih dalam, semua itu sebenarnya menunjukkan satu hal: pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengejar jumlah wisatawan dan investasi.
H.Idrus
“Pembangunan pariwisata harus dibarengi dengan keselamatan, pengawasan, perlindungan masyarakat, penegakan hukum, dan kesejahteraan warga lokal,” tegasnya.
Lemahnya Perawatan dan Hukum Picu Persoalan Kemanusiaan
Ia menilai, ketika fasilitas wisata tidak dirawat, pengawasan lemah, ekonomi masyarakat sulit, dan hukum tidak berjalan tegas, maka yang muncul adalah rentetan persoalan sosial dan kemanusiaan.
“Karena ketika fasilitas wisata tidak dirawat, pengawasan lemah, ekonomi masyarakat sulit, dan hukum tidak berjalan tegas, maka yang muncul adalah rentetan persoalan sosial dan kemanusiaan,” ujar Haji Idrus.
Labuan Bajo Wajah Indonesia, Butuh Audit Total
Haji Idrus mengingatkan, Labuan Bajo adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu, kejadian-kejadian seperti ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak.
“Labuan Bajo adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Karena itu, kejadian-kejadian seperti ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak agar infrastruktur wisata diaudit total, standar keamanan diperketat, praktik perdagangan manusia diberantas, dan masyarakat kecil tidak dibiarkan terjerat ekonomi yang tidak manusiawi,” katanya.
Kemajuan Wisata Harus Hadirkan Rasa Aman dan Martabat
Ia menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa kemajuan pariwisata tidak boleh berhenti di bangunan dan investasi.
“Sebab kemajuan pariwisata seharusnya tidak hanya menghadirkan bangunan dan investasi, tetapi juga rasa aman, keadilan, dan martabat bagi manusia yang hidup di dalamnya,” pungkas Haji Idrus Safira.***
Penulis /Editor : Tim Redaksi Istana Netizen Com
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.