Beranda » Perkuat Rantai Dingin Perikanan, DPRD dan Dinas Salurkan 22 Freezer untuk Nelayan Borong
ISTANA NETIZEN.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memperkuat ekonomi masyarakat pesisir lewat program pemberdayaan nelayan kecil. Anggota DPRD Manggarai Timur Dapil Borong–Rana Mese, Budi Syukur, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Timur, Herman Kodi, menyerahkan 22 unit _chest freezer_ kepada kelompok nelayan dan pelaku usaha perikanan, Rabu 4 Juni 2026.
Bantuan disalurkan di Kampung Ende, Kelurahan Kota Ndora, dan Kampung Nggeok, Desa Ranaloba, Kecamatan Borong. Program ini bagian dari Penyediaan Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Nelayan Kecil dengan pagu Rp157 juta yang bersumber dari Pokir DPRD dan dikelola bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.
1. Jaga Kualitas Tangkap dan Naikkan Nilai Jual
Fasilitas pendingin ini ditargetkan memperkuat _cold chain system_ perikanan lokal. Dengan rantai dingin, hasil tangkapan nelayan dapat dipertahankan mutunya lebih lama sehingga nilai jual meningkat.
Selama ini, keterbatasan sarana penyimpanan memaksa nelayan menjual ikan dengan harga rendah agar tidak cepat busuk. Adanya freezer memberi keleluasaan menentukan waktu jual dan memperkuat posisi tawar terhadap tengkulak.
2. Bantuan Masih Terbatas karena Efisiensi Anggaran
Jumlah bantuan tahap ini baru 22 unit. Herman Kodi menyebut keterbatasan karena efisiensi anggaran daerah tahun ini serta proses verifikasi teknis yang ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Kemitraan bersama DPRD ini langkah strategis memperkuat infrastruktur pasca-panen di Borong. Tujuan utama kami membangun rantai dingin yang solid di Kampung Ende dan Kampung Ngeok agar kualitas ikan tetap prima dan bernilai jual tinggi,” ujar Herman.
Ia menambahkan, dinas akan mengawasi pemanfaatan alat agar produktif bagi kelompok penerima.
3. Aspirasi Dapil yang Dikawal DPRD
Anggota DPRD Manggarai Timur, Budi Syukur, menegaskan bantuan ini wujud pengawalan aspirasi masyarakat Dapil Borong–Rana Mese.

“Kami melihat langsung nelayan sering rugi saat tangkapan melimpah karena ikan cepat membusuk. Dengan fasilitas ini, nelayan tidak lagi bergantung pada harga murah. Kami akan terus perjuangkan penambahan kuota bantuan tahun anggaran berikutnya sesuai kemampuan fiskal daerah,” kata Budi.
Menurutnya, program ini juga mendorong industri rumah tangga berbasis perikanan.
“Dampak ekonomi yang kita sasar bukan sekadar menjaga kesegaran ikan, tetapi memicu tumbuhnya usaha pengolahan ikan yang dikelola masyarakat, khususnya ibu-ibu nelayan.”
4. Respons Penerima Manfaat
Taufiqurahman, pelaku usaha pengolahan ikan di Kampung Nggeok, mengapresiasi bantuan tersebut.
“Bantuan ini jawaban atas kendala usaha kami. Keterbatasan modal untuk beli alat pendingin besar selalu jadi hambatan. Dengan fasilitas ini kami bisa simpan bahan baku lebih banyak tanpa takut rusak saat cuaca buruk. Ini membuka peluang ibu-ibu di Kampung Ngeeok memproduksi olahan ikan lebih banyak dan memperluas pasar ke luar Borong,” ungkapnya.
Melalui program ini, Pemkab Manggarai Timur bersama DPRD berharap sektor perikanan rakyat makin kuat, berdaya saing, dan menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah Borong.
Penulis/Editor: Tim Redaksi Istana Netizen
Copyright © 2025 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by PT Rumah Media Cyber.