• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home LAINNYA

Dua Sorotan untuk Indonesia: Frans Mado Dorong Petani Bangun Ekonomi Desa, Amien Rais Kritik Peran Oligarki !

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Mei 16, 2026
in LAINNYA
0 0
0
Dua Sorotan untuk Indonesia: Frans Mado Dorong Petani Bangun Ekonomi Desa, Amien Rais Kritik Peran Oligarki !
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ISTANETIZEN.COM – Isu dominasi oligarki dalam ekonomi dan politik nasional kembali menjadi sorotan. Dua tokoh dengan latar berbeda, Frans Mado dan Amien Rais, menyampaikan pandangan mereka pada Jumat hingga Minggu pekan ini.

Frans Mado: Petani Perlu Bangun “Kerajaan Bisnis” di Desa

Tokoh Diaspora Flores di Australia asal Nagekeo, Frans Mado, mendorong petani di seluruh Indonesia memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Pernyataan itu ia sampaikan dalam diskusi di WAG AJ-PKF pada Jumat (15/5/2026).

Frans membandingkan cara kerja oligarki dan petani dalam mengelola sumber daya.
“Oligarki hadir karena kemahiran mereka mengolah SDA dan SDM dalam sistem manajemen bisnisnya,” ujarnya.

Fransiskus Sigit A.Mado,ST.

Menurutnya, kekuatan oligarki ditopang oleh SDM profesional yang mengelola bisnis secara sistematis. Karena itu ia mempertanyakan kesiapan petani untuk melakukan hal serupa di tingkat desa.

“Bagaimana petani juga membangun kerajaan bisnis di setiap kampung dari seluruh komunitas para petani, untuk hidup lebih sejahtera?” katanya.

Frans juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang profesional dan bebas korupsi.
“Negara ini kuat jika prinsip kekuasaan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kotamadya di se Nusantara itu betul-betul profesional dan tidak korupsi,” ujarnya.

Ia mengajak pelaku usaha besar untuk turut membantu masyarakat melalui sistem manajemen bisnis yang mereka miliki.
“Bagi mereka yang telah sukses menjadi oligarki di NKRI ini, apakah tabu Anda membantu rakyat di negeri sendiri dengan sistem manajemen bisnis yang Anda punya?” katanya.

Dalam usulan efisiensi anggaran, Frans menyarankan jumlah anggota DPR RI dikurangi dan hanya menerima tunjangan.
“DPR RI tak perlu diberi gaji. Cukup diberi tunjangan transportasi dan tunjangan aktivitas di wilayah dapilnya. DPR RI cukup 50 orang saja,” ujarnya.

Amien Rais: Oligarki Pengaruhi Kebijakan Era Jokowi*

Sementara itu, Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyoroti peran kelompok oligarki dalam sistem politik Indonesia sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kritik itu ia sampaikan di hadapan kader pada Musyawarah Nasional Partai Ummat di Sleman, DIY, Minggu (3/6/2026), sebagaimana dilansir Istananetizen.com Jumat (15/5/2026).

“Biaya politik yang tinggi membuat partai dan elit politik rentan tunduk pada kepentingan pemodal besar. Akibatnya, undang-undang yang disahkan tidak selalu berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Amien.

Prof.Dr.Amin Rais,MA.

Amien juga menyebut fenomena kemerosotan demokrasi atau _democratic backsliding_ terlihat dari penurunan jumlah kelas menengah dalam lima tahun terakhir.

Dalam kesempatan itu ia menantang Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dan menindak praktik mafia di sektor pertambangan.
“Presiden harus berani melepaskan diri dari pengaruh kelompok pemodal dan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang merugikan kepentingan nasional,” katanya.

Amien menyebut pernyataannya sebagai peringatan agar pemerintah segera mengevaluasi pengaruh kelompok kepentingan di lingkaran kekuasaan. Jika tidak, menurutnya, visi “Indonesia Emas” berisiko tidak terwujud.

Tanggapan Publik

Pernyataan kedua tokoh ini memicu diskusi publik terkait sejauh mana kebijakan negara dipengaruhi modal besar, serta bagaimana memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Penulis/Editor: Tim Redaksi http://Istananetizen.com_

Previous Post

Retirees, It May Be Time To Get Your Head Out Of The Sand

Next Post

Frans Mado: Petani Perlu Bangun “Kerajaan Bisnis” agar Oligarki Tak Mendominasi Ekonomi Desa !

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
Frans Mado: Petani Perlu Bangun “Kerajaan Bisnis” agar Oligarki Tak Mendominasi Ekonomi Desa !

Frans Mado: Petani Perlu Bangun “Kerajaan Bisnis” agar Oligarki Tak Mendominasi Ekonomi Desa !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

Recent News

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

KATEGORI

  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • LAINNYA
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In