• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Geotermal Bukan Energi Masa Depan Flores, Tapi Ancaman bagi Rakyat

Geotermal Bukan Energi Masa Depan Flores, Tapi Ancaman bagi Rakyat

Istana Netizen by Istana Netizen
Juli 31, 2026
in BERITA
0
Geotermal Bukan Energi Masa Depan Flores, Tapi Ancaman bagi Rakyat

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Keuskupan Agung Ende

0
SHARES
92
VIEWS

Jakarta, Istananetizen.Com – Pandangan ini disampaikan Uskup Paulus Budi Kleden, SVD pada media briefing (off line dan online/zoom), di gelar pada Rabu (29/7/26) di Kantor JPIC OFM, Jakarta Pusat.

Geotermal Bukan Energi Masa Depan Flores, Tapi Ancaman bagi Rakyat

BACAJUGA

“JANGAN TUNGGU DATA LENGKAP, WARGA DI TENDA SUDAH TIDAK MANUSIAWI” – DEPUTI BNPB KE BUPATI MANGGARAI KEJAR HUNTARA 3 HARI JADI

MAIN BOLA DENGAN UANG DEMOKRASI! INI 4 PINTU NERAKA HUKUM YANG MENANTI PELAKU KORUPSI NPHD Rp 28 M DI MABAR

NPHD: KUNCI Rp 28 MILIAR HIBAH PILKADA MABAR. APA ITU DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

Oleh : Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Keuskupan Agung Ende

SIKAP uskup dan pendamping Keuskupan Ende juga sikap para uskup Provinsi Gerejawi Ende itu sampai sekarang tidak berubah. Kami tetap menolak geotermal sebagai bentuk energi terbarukan yang mau diterapkan di Flores.

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Keuskupan Agung Ende

Sikap ini kita utarakan pertama kali ketika saya menyampaikannya secara terbuka pada 6 Januari 2025, lalu juga ditulis dalam beberapa surat gembala dan juga para uskup se-provinsi Gerejawi Ende. Enam uskup–Uskup Denpasar, Uskup Labuan Bajo, Uskup Ruteng, Uskup Ende, Uskup Maumere, Uskup Larantuka–juga menyatakan yang sama, sikap yang sama terhadap geotermal.

Saya perlu tegaskan bahwa dengan sikap ini, kami bukan berarti menolak kemajuan atau juga menolak kebutuhan akan listrik. Kami sangat sadar kita butuh listrik. Juga dengan sikap seperti ini, bukan berarti kita menolak untuk beralih ke energi terbarukan.

Bersama Paus Fransiskus, kami sadar akan kemendesakan untuk beralih dari energi berbasis fosil ke energi terbarukan. Hanya bahwa, geotermal itu bukan pilihan yang tepat untuk konteks kami di Flores.

Ada beberapa alasan yang bisa saya sampaikan;

Pertama, soal topografi wilayah. Kami terutama di Keuskupan Agung Ende, wilayah yang bergunung-gunung dan berbukit, yang menyisakan lahan yang sangat terbatas untuk pemukiman dan untuk pertanian warga. Sementara titik-titik yang mau diincar untuk pengembangan geothermal ini justru titik-titik seperti itu. Karena itu akan mengambil lahan yang digunakan untuk pemukiman, juga untuk pertanian warga.

Kedua, soal kekurangan air. Itu geothermal pasti membutuhkan air, sekurang-kurangnya pada fase drilling. Itu butuh air. Sementara masyarakat kita sudah mengeluh kekurangan air. Dua minggu lalu saya ada di Laja. Laja itu tempat dari mana air akan diambil untuk pengembangan geothermal di Mataloko.

Itu orang sudah mengeluh untuk kekurangan air di sana. Kalau nanti, walaupun katanya ini sangat terbatas penggunaan air, tapi tetap sekarang sudah mengeluh kekurangan air. Kalau air yang sudah berkurang itu digunakan lagi untuk geothermal, maka masyarakat yang adalah para petani itu akan sangat menderita. Lalu air di Laja itu digunakan untuk mengairi persawaan warga. Soal kekurangan air yang menjadi masalah yang sangat serius.

Yang ketiga, soal kebudayaan kami di Flores, masyarakat yang memang hidupnya sangat ditentukan oleh pertanian. Pertanian menentukan semuanya. Menentukan cara orang berinteraksi satu sama lain. Cara orang membagi ketenangan dalam masyarakat. Semuanya terputar sekitar pertanian.

Kalau dengan geothermal ini, yang nanti akan mengambil sebagian dari lahan warga untuk pertanian, maka pasti akan terjadi pergeseran budaya. Bukan berarti kita anti perubahan-perubahan atau budaya, tapi kalau perubahan itu terjadi dalam tempo yang sangat cepat, itu akan sangat sulit. Masyarakat akan kehilangan orientasi budayanya, dan dengan demikian akan kehilangan identitasnya. Itu yang tidak mau terjadi di Flores.

Keempat, itu alasan pengalaman traumatis yang kami miliki dengan satu site yang menimbulkan masalah besar yaitu Mataloko. Di Mataloko itu sekarang ada manifestasi uap panas di banyak tempat dan ini menunjukkan bahwa persoalan mitigasi risiko tidak ditangani dengan baik.

Untuk mengiakan, untuk bisa meyakinkan masyarakat tentang baiknya proyek ini harus ditunjukkan dulu bahwa ketika terjadi, ada masalah, orang mengatasinya. Tapi kalau sudah ada masalah tapi belum ditangani dengan baik, lalu bagaimana memaksakan orang menerima pengembangan geotermal internal yang lain?

Untuk ini ada dua hal yang saya kira sangat penting, yaitu soal kemauan dan kemampuan. Apakah ada kemauan untuk membuat mitigasi risiko kalau terjadi sesuatu yang tidak dihendaki dan juga apakah ada kemampuan.

Kemampuan ini berkenaan dengan kemampuan teknis dan kemampuan finansial, apakah ada kemampuan teknis untuk mengatasi risiko ketika terjadi bencana atau terjadi hal yang tidak diinginkan dan apakah ada kemampuan finansial, mengalihkan yang sudah tidak berjalan ini menjadi geopark, itu bukan bukti ada kemauan dan ada kemampuan untuk menangani risiko itu.

Dengan konteks seperti ini, maka kami, saya dan para uskup di Flores punya sikap yang sama. Kami tetap menolak geotermal dengan alasan-alasan yang disebutkan tadi, karena kami mempunyai tanggung jawab untuk bersama masyarakat, bersama umat kami yang merupakan korban yang menjadi korban dari proyek ini.

Kita harus berdiri bersama mereka, ada bersuara bersamaan untuk mereka. Masyarakat memang sebagiannya sudah bersuara sebelumnya ya. Sebelum uskup berbicara, masyarakat sudah bicara. Tetapi umumnya suara mereka kurang didengar. Dan sekarang, kami bersama-sama menyuarakan penolakan ini.

Dan saya mengharapkan supaya ini mendapat tanggapan yang serius dari para pengambil kebijakan karena ini kondisi yang kami alami di sana. Seperti tadi, kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang menanggung risiko itu? Kan masyarakat setempat. Para pengambil kebijakan mungkin juga punya tanggung calon, tapi kan tidak langsung masyarakat setempat dan untuk mereka kami berbicara, persoalannya mereka kami berbicara.***

 

 

Previous Post

DR. KANISIUS JEHABUT: “TNK ADALAH RUMAH RAKYAT MABAR, BUKAN HANYA KONSERVASI PUSAT” _Anggota DPRD Gerindra Mabar Soroti Konflik Kewenangan di Taman Nasional Komodo_

Next Post

Gereja Katolik NTT Kompak Tolak Geotermal: Takut Budaya dan Sawah Warga Hilang

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

“JANGAN TUNGGU DATA LENGKAP, WARGA DI TENDA SUDAH TIDAK MANUSIAWI” – DEPUTI BNPB KE BUPATI MANGGARAI KEJAR HUNTARA 3 HARI JADI

“JANGAN TUNGGU DATA LENGKAP, WARGA DI TENDA SUDAH TIDAK MANUSIAWI” – DEPUTI BNPB KE BUPATI MANGGARAI KEJAR HUNTARA 3 HARI JADI

September 13, 2026
MAIN BOLA DENGAN UANG DEMOKRASI! INI 4 PINTU NERAKA HUKUM YANG MENANTI PELAKU KORUPSI NPHD Rp 28 M DI MABAR

MAIN BOLA DENGAN UANG DEMOKRASI! INI 4 PINTU NERAKA HUKUM YANG MENANTI PELAKU KORUPSI NPHD Rp 28 M DI MABAR

September 12, 2026
NPHD: KUNCI Rp 28 MILIAR HIBAH PILKADA MABAR. APA ITU DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

NPHD: KUNCI Rp 28 MILIAR HIBAH PILKADA MABAR. APA ITU DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

September 12, 2026
“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

September 12, 2026
KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

September 12, 2026
EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

September 12, 2026
Next Post
Gereja Katolik NTT Kompak Tolak Geotermal: Takut Budaya dan Sawah Warga Hilang

Gereja Katolik NTT Kompak Tolak Geotermal: Takut Budaya dan Sawah Warga Hilang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

“JANGAN TUNGGU DATA LENGKAP, WARGA DI TENDA SUDAH TIDAK MANUSIAWI” – DEPUTI BNPB KE BUPATI MANGGARAI KEJAR HUNTARA 3 HARI JADI

“JANGAN TUNGGU DATA LENGKAP, WARGA DI TENDA SUDAH TIDAK MANUSIAWI” – DEPUTI BNPB KE BUPATI MANGGARAI KEJAR HUNTARA 3 HARI JADI

September 13, 2026
MAIN BOLA DENGAN UANG DEMOKRASI! INI 4 PINTU NERAKA HUKUM YANG MENANTI PELAKU KORUPSI NPHD Rp 28 M DI MABAR

MAIN BOLA DENGAN UANG DEMOKRASI! INI 4 PINTU NERAKA HUKUM YANG MENANTI PELAKU KORUPSI NPHD Rp 28 M DI MABAR

September 12, 2026
NPHD: KUNCI Rp 28 MILIAR HIBAH PILKADA MABAR. APA ITU DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

NPHD: KUNCI Rp 28 MILIAR HIBAH PILKADA MABAR. APA ITU DAN SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

September 12, 2026
“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

September 12, 2026
KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

September 12, 2026
EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

September 12, 2026

BERITA TERPOPULER

  • KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Gempa Flores Berakhir? BMKG Ungkap Perkiraan Waktu Gempa Susulan Berhenti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN TUNGGU! MENDAGRI MINTA KADES SE-FLORES KEJAR DATA RUMAH RUSAK DEMI BANTUAN CAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAMI JUGA KORBAN! Camat Lamba Leda Utara Bongkar Diskriminasi Bantuan Gempa Flores 7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru Saja! Gempa 5.7 SR Guncang Laut Flores Dekat Labuhanbajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In