MANGGARAI, IstanaNetizen.com –
Badai gempa di Flores belum selesai.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi Flores selama 14 hari.
Perpanjangan berlaku mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena* pada Kamis, 28 Agustus 2026, menyusul masih tingginya intensitas gempa susulan yang mengguncang sejumlah wilayah.
Alasan Perpanjangan: Keselamatan Warga Nomor 1
Menurut Gubernur Melki, perpanjangan ini bukan tanpa alasan. Tujuannya untuk memperkuat penanganan di lapangan, mempercepat distribusi bantuan, dan menyiapkan fondasi pemulihan yang terukur.
 “Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi warga, menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, sekaligus mematangkan transisi menuju tahap pemulihan dan rekonstruksi”
Sekolah Pindah ke Tenda, Gedung “Merah” Ditutup
Meski darurat diperpanjang, pelayanan dasar tetap jalan. Tapi dengan catatan ketat soal keselamatan.
3 Arahan penting Gubernur Melki:
1. KESEHATAN`: Tetap beroperasi optimal melayani masyarakat
2. PENDIDIKAN`: Mulai aktif lagi lewat sekolah lapangan atau ruang belajar sementara
3. GEDUNG: Tim teknis wajib cek kelayakan. Yang “kategori merah” dilarang keras dipakai

“Kalau kategori merah jangan dipaksa. Untuk sektor pendidikan, pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai alternatif yang aman, termasuk sekolah lapangan maupun ruang belajar sementara” tegas Gubernur Melki.
Pelayanan pemerintahan juga diaktifkan berkala sambil menunggu hasil uji struktur gedung kantor.
Wagub Johni: Kepala Desa Wajib Petakan Bantuan
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma tidak mau ada warga yang terlewat bantuan.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran dari Bupati, Camat, Lurah, sampai Kepala Desa untuk aktif memetakan wilayah terdampak secara mendalam.
Tujuannya satu: memastikan logistik merata sampai ke pelosok.
Relawan Diterjunkan, Gotong Royong Jalan Terus
Di tengah perpanjangan ini, Pemuda Katolik sedaratan Timor sudah diterjunkan sebagai relawan kemanusiaan. Mereka bahu-membahu membantu pemulihan pascabencana di lapangan.
Perpanjangan tanggap darurat ini menjadi sinyal bahwa Pemprov NTT tidak akan meninggalkan warga Flores sampai benar-benar pulih.
IstanaNetizen akan terus mengawal distribusi bantuan dan proses rekonstruksi hingga 12 September 2026.***
Reporter: Tim IstanaNetizen – NTT
Editor: YT









