• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » BENNY KABUR HARMAN DISOROT AKADEMISI: HUKUMAN MATI BUKAN SOAL KERAS-LUNAK, TAPI EFEKTIVITAS & BATAS KEKUASAAN NEGARA

BENNY KABUR HARMAN DISOROT AKADEMISI: HUKUMAN MATI BUKAN SOAL KERAS-LUNAK, TAPI EFEKTIVITAS & BATAS KEKUASAAN NEGARA

Dosen UNAS: Semakin Irreversibel Pidana, Semakin Tinggi Tuntutan Pembenarannya

Istana Netizen by Istana Netizen
Agustus 29, 2026
in BERITA, HUKUM DAN KRIMINAL, NASIONAL
0
BENNY KABUR HARMAN DISOROT AKADEMISI: HUKUMAN MATI BUKAN SOAL KERAS-LUNAK, TAPI EFEKTIVITAS & BATAS KEKUASAAN NEGARA

Plasidus Asis Deornay, Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum UNAS Jakarta.

0
SHARES
42
VIEWS

JAKARTA, ISTANA NETIZEN.COM | Sabtu, 29 Agustus 2026  – Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman yang menolak hukuman mati bagi koruptor kembali memantik diskusi. Kali ini dibedah dari sudut pandang akademik oleh Plasidus Asis Deornay, Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum UNAS Jakarta.

Dalam opininya yang diterima Redaksi Istana Netizen Com Sabtu siang, Plasidus menilai sikap BKH bukan sekadar “lunak ke koruptor”, melainkan pertanyaan fundamental tentang efektivitas dan batas kekuasaan negara dalam menjatuhkan pidana.

BACAJUGA

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

1. PERTANYAANNYA BUKAN BERAT-RINGAN, TAPI EFEKTIF ATAU TIDAK

Plasidus menyebut dalam hukum pidana, beratnya sanksi tidak otomatis membuat jera.

 “Pemidanaan harus dikaitkan dengan tujuan: pencegahan kejahatan, perlindungan masyarakat, penegakan keadilan, dan pemulihan akibat tindak pidana.”

Dalam konteks korupsi, ia menilai keraguan BKH masuk akal. Karena yang lebih penting adalah `certainty of punishment` dibanding `severity of punishment`.

Plasidus Asis Deornay, Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum UNAS Jakarta.

“Instrumen seperti kepastian penegakan hukum, pemberantasan impunitas, dan perampasan aset hasil korupsi justru bisa lebih langsung mengurangi manfaat ekonomi dan meningkatkan risiko bagi pelaku,” tulisnya.

Karena itu, penekanan BKH pada penguatan KPK dan pemulihan aset disebut bukan bentuk kompromi. Melainkan upaya menggeser orientasi dari “memperberat ancaman” menuju “meningkatkan efektivitas sistem”.

2. SOAL BATAS: NEGARA BOLEHKAH MENENTUKAN HIDUP-MATI?

Dimensi kedua yang disorot adalah filsafat hukum. Hukuman mati bersifat `final` dan `irreversibel`.

“Jika salah menjatuhkan pidana penjara masih bisa dikoreksi. Tapi kesalahan eksekusi mati tidak punya ruang koreksi yang setara,” jelas Plasidus.

Pertanyaan BKH mengenai hakim yang seperti “wakil Tuhan” dibaca sebagai kritik terhadap batas legitimasi manusia dalam menggunakan kekuasaan menentukan hidup orang lain.

 “Sejauh mana negara dapat dibenarkan menggunakan kewenangannya untuk mengakhiri kehidupan seseorang sebagai bentuk penghukuman?”

3. TITIK TEMU: HATI-HATI GUNAKAN KEKUASAAN PUNITIF

Bagi penulis, efektivitas dan moralitas bertemu di satu prinsip: kehati-hatian.

Secara instrumental: Apakah hukuman mati benar-benar diperlukan dan efektif?
Secara filosofis: Apakah negara punya alasan cukup kuat untuk sanksi yang tidak bisa dibatalkan?

“Dalam negara hukum, kekuasaan pidana harus selalu dibatasi oleh hukum, rasionalitas, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap martabat manusia.”

4. SOLUSI UNTUK KORUPSI: HANTAM EKONOMINYA

Plasidus menegaskan korupsi adalah kejahatan ekonomi. Jadi strategi pemberantasan harus menyentuh sumber insentifnya.

Ia menyebut perampasan aset bukan alternatif “lebih ringan”. Secara konseptual ini adalah cara menghilangkan keuntungan ekonomi, yang merupakan motif utama korupsi.

“Pertanyaannya bukan ‘seberapa berat koruptor harus dihukum’, tapi ‘sistem pemidanaan seperti apa yang paling efektif, adil, proporsional, dan mampu memulihkan kerugian negara?'”

KESIMPULAN: JANGAN REDUKSI JADI KERAS VS LEMAH

Menurut penulis, posisi BKH tepatnya adalah skeptisisme terhadap efektivitas hukuman mati dan kehati-hatian terhadap kekuasaan negara yang irreversibel.

 “Semakin berat dan irreversibel suatu bentuk pidana, semakin kuat pula tuntutan pembenaran hukum, empiris, dan moral terhadap penggunaannya.”

Dengan begitu, kritik terhadap hukuman mati bukan berarti menolak pemberantasan korupsi. Justru mendorong negara mencari strategi yang tidak hanya keras secara simbolik, tapi efektif mencegah korupsi dan mengembalikan kepercayaan publik.

***
Reporter : YT. Editor : AJ

Tags: #Opini #HukumanMati #BennyKaburHarman #RUUPerampasanAset #HukumPidana #UNAS
Previous Post

PASCA GEMPA M7,7: SMAN 2 LANGKE REMBONG MULAI PTM TERBATAS, SISWA DI-TRAUMA HEALING DULU

Next Post

MK HENTIKAN TRIK “EVERGREENING” OBAT! HARGA OBAT PATEN TAK BISA DIPERPANJANG SEENAKNYA

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026
Next Post
MK HENTIKAN TRIK “EVERGREENING” OBAT! HARGA OBAT PATEN TAK BISA DIPERPANJANG SEENAKNYA

MK HENTIKAN TRIK "EVERGREENING" OBAT! HARGA OBAT PATEN TAK BISA DIPERPANJANG SEENAKNYA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In