NAGEKEO, ISTANA NETIZEN.COM | Sabtu, 29 Agustus 2026 – Aktivitas belajar di SMAN 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores – Nusa Tenggara Timur (NTT) akan kembali dimulai pekan depan. Namun sebelum masuk kelas, seluruh siswa akan mengikuti “Trauma Healing” sebagai langkah pemulihan psikologis pasca Gempa Flores M7,7.
Pengumuman resmi bernomor 422/SMAN2/508/08/2026 ini disampaikan PLT Kepala Sekolah Valentinus Vitalis Jebagu, S.Ag.,M.Th pada Sabtu 29 Agustus 2026.
URUTANNYA: SEMBUHKAN HATI DULU, BARU BELAJAR
Berbeda dengan sekolah lain yang langsung PTM, SMAN 2 Langke Rembong memilih pendekatan bertahap.
Tahap 1: Trauma Healing
– Waktu: Senin – Selasa, 31 Agustus – 1 September 2026
– Jam: 07.15 – 10.00 WITA
– Peserta: Seluruh Siswa-Siswi SMAN 2 Langke Rembong
Tahap 2: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
– Mulai: Rabu, 2 September 2026
– Jam: 07.15 – 12.15 WITA
– Sistem: Terbatas dan bertahap, menyesuaikan kondisi keamanan sekolah

“Pelaksanaan pembelajaran ini tetap mengutamakan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kondisi psikologis peserta didik serta seluruh warga sekolah,” tulis pihak sekolah.
7 POIN PENTING UNTUK ORANG TUA & SISWA
Dalam pemberitahuan ke Orang Tua/Wali Murid XI MIA 3, sekolah menekankan 7 hal:
1. Kehadiran bertahap sesuai jadwal dari sekolah
2. Siaga gempa susulan. Siswa wajib ikuti prosedur evakuasi dari guru
3. Tetap tenang dan tidak panik
4. Lapor Wali Kelas jika rumah terdampak serius dan terkendala hadir
5. Dukungan Orang Tua untuk memotivasi anak, sambil perhatikan kondisi fisik & psikologis
6. Jaga ketertiban dan salin di lingkungan sekolah
7. Ciptakan suasana aman yang penuh kepedulian
PULIHKAN PENDIDIKAN DENGAN KEPEDULIAN
Pihak sekolah mengajak seluruh warga untuk bersama-sama memulihkan kegiatan pendidikan
“Mari kita bersama-sama memulihkan kembali kegiatan pendidikan dengan semangat, kesabaran, kepedulian, dan tetap mengutamakan keselamatan. Tetap tenang, tetap waspada, dan saling menjaga,” pesan Valentinus.
Langkah SMAN 2 Langke Rembong ini menjadi contoh bagaimana sekolah di wilayah bencana tidak hanya mengejar ketertinggalan materi, tapi juga menyembuhkan trauma anak-anak terlebih dahulu.***
Reporter : YT. Editor : AJ










