MANGGARAI BARAT, ISTANA NETIZEN.COM – Di tengah banyaknya bangunan rusak akibat Gempa Flores M7,7, ada satu rumah panggung tua di Manggarai Barat yang tetap berdiri tegak.

Rumah itu ada di Kampung Pajo, Desa Raka, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat , Flores – Nusa Tenggara Timur. Usianya? Sudah sekitar 70 tahun.
TAHAN GUNCANGAN 15 AGUSTUS 2026
Berdasarkan data BMKG, gempa tektonik M7,7 mengguncang Flores pada Jumat, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB.
Pusat gempa di laut, 30 KM timur laut Mbay, Nagekeo, kedalaman 15 KM. Guncangannya terasa kuat di seluruh Flores.
Tapi rumah panggung di Kampung Pajo ini tidak roboh. Tiang-tiang penyangganya masih kokoh. Struktur kayu utamanya tetap menyatu. Bangunannya tidak ambruk.
Rumah ini seolah jadi saksi bisu dahsyatnya gempa, sekaligus bukti ketangguhan warisan leluhur.
RAHASIANYA: KAYU & KEARIFAN LOKAL
Rumah ini dibangun full dari kayu dengan sistem panggung. Dinding, pintu, jendela, sampai rangkanya masih mempertahankan bentuk rumah tradisional Manggarai.
Selama 7 dekade rumah ini sudah menghadapi cuaca, musim, dan perkembangan zaman. Dan kini, ia lolos dari ujian gempa besar.
Para ahli menduga kelenturan material kayu dan sistem konstruksi tradisional jadi salah satu faktor utamanya. Berbeda dengan beton yang kaku, kayu punya “nyawa” saat diguncang.
Tentu ketahanan juga dipengaruhi faktor lain: kualitas material, sambungan, kondisi tanah, dan perawatan. Tapi satu hal pasti: ini bukti kearifan lokal masyarakat Ndoso dalam membangun rumah.
BUKAN CUMA BANGUNAN, TAPI SEJARAH
Selama 70 tahun, rumah ini bukan sekadar tempat berteduh. Ia jadi tempat berkumpul keluarga, tempat tumbuh dan besarnya beberapa generasi di Kampung Pajo.
Dinding kayunya menyimpan jejak waktu. Dan setelah gempa 15 Agustus 2026, ia mencatat kisah baru: tetap berdiri saat yang lain runtuh.
Keberadaannya mengingatkan kita: rumah tradisional bukan cuma peninggalan masa lalu. Ini identitas budaya dan ilmu pertukangan lokal yang wajib dipelajari dan dilestarikan.
_Catatan Redaksi: Kami menggunakan frasa “tetap berdiri” bukan “tahan gempa”, karena kekuatan bangunan dipengaruhi banyak faktor teknis dan idealnya dibuktikan lewat uji struktur._
Reporter : YT. Editor : AJ










