LABUAN BAJO, ISTANA NETIZEN COM — Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menegaskan, pendataan rumah warga terdampak Gempa Flores tidak lagi memakai cara manual. Pemkab Mabar kini menggunakan sistem digital berbasis aplikasi agar prosesnya transparan dan tidak bisa “dititip”.

Hal itu disampaikan Bupati Edi saat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di Desa Golo Pongkor, Kecamatan Komodo, Kamis (03/09/2026).
Verifikasi Digital, Cegah Titipan
Menurut Bupati, kunci keadilan bantuan ada di data. Karena itu Pemkab Mabar merancang mekanisme verifikasi yang menghilangkan ruang subjektivitas.
“Tujuannya hanya satu, menghilangkan subyektivitas. Siapapun tidak bisa mengintervensi,” tegas Edi di hadapan warga Golo Pongkor.
Setiap rumah yang rusak diverifikasi langsung oleh tim di lapangan. Data yang diambil meliputi foto kondisi rumah dan titik koordinat GPS melalui aplikasi khusus.
“Begitu difoto dan masuk aplikasi, datanya tidak bisa dimanipulasi lagi,” jelasnya.
Kenapa Penyuluh KB & Pertanian yang Diturunkan?
Bupati Edi juga menjelaskan alasan menunjuk Penyuluh KB dan Penyuluh Pertanian sebagai verifikator.
Alasannya sederhana: mereka sudah terbiasa pakai aplikasi dan kamera saat kerja di lapangan.
“Jadi lebih cepat, lebih akurat, dan tidak perlu pelatihan ulang,” kata Bupati.
Data Pengungsi Dipisahkan, Jangan Asal Dirikan Tenda
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga meluruskan soal data pengungsi. Ia menyoroti adanya warga yang mendirikan tenda seadanya hanya agar tercatat sebagai korban.
“Saya bilang saya tidak ada pengungsi pak, tapi di laporan kita kan ada pengungsi itu karena apa, karena bangun tenda tadi itu. Padahal dia tetap tidur di rumahnya,” ujar Edi.
Ia meminta agar data warga yang benar-benar mengungsi dan tidak bisa tinggal di rumahnya, dipisahkan dari mereka yang hanya ikut-ikutan mendirikan tenda.
Bantuan Disalurkan, Anak-Anak Diajak Main Bola
Bantuan yang diserahkan di Golo Pongkor berupa beras, terpal, susu, dan logistik penting lainnya. Bupati Edi hadir bersama Wakil Bupati dr. Yulianus Weng.
Usai penyerahan simbolis, rombongan bergerak ke SDK Pongkor. Di sana suasana cair. Bupati Edi main bola bareng anak-anak dan menggelar kuis berhadiah.
Sebagai bentuk dukungan ke pendidikan, beliau juga menyerahkan bola sepak untuk anak-anak SDK Sok Rutung.
“Anak-anak harus tetap ceria meski lagi masa pemulihan. Sekolah tetap jalan, semangat tetap dijaga,” tutup Bupati.
Catatan Redaksi:
Mekanisme digital ini diharapkan jadi standar baru Pemkab Mabar dalam penyaluran bantuan bencana. Dengan data koordinat dan foto, tidak ada lagi rumah “hantu” atau penerima ganda.***
Penulis / Reporter : Tim Redaksi Istana Netizen Com
Editor : AJ









