RUTENG, ISTANA NETIZEN.COM— Di saat saudara-saudara kita masih bertahan di tenda darurat, Pemkab Manggarai memilih menahan gegap gempita.
Melalui surat resmi bernomor Pem.130/95/IX/2026 tertanggal 4 September 2026, Sekretaris Daerah Kab. Manggarai Lambertus Paput atas nama Bupati Manggarai mengeluarkan penegasan penting.

Isinya sederhana tapi dalam: Tunda dulu pesta. Dahulukan empati.
Isi Surat: Tidak Ada Pesta, Ada Rasa
Surat yang ditujukan kepada Pimpinan Perangkat Daerah dan Para Camat se-Kab. Manggarai ini berisi 2 poin utama:
1. Untuk ASN
Seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Manggarai diminta tidak melaksanakan acara pesta.
2. Untuk Masyarakat
Para Camat diminta melalui Kepala Desa/Lurah untuk menyampaikan kepada warga agar tidak menyelenggarakan acara keramaian/pesta.
Alasannya jelas: Dalam rangka menunjukkan rasa simpati dan empati kita terhadap situasi yang saat ini melanda wilayah Kabupaten Manggarai.
Bukan Larangan, Tapi Ajak Muhasabah
Keputusan ini muncul di tengah duka bencana gempa bumi yang masih dirasakan warga Manggarai. Banyak rumah retak, banyak warga masih takut pulang, dan banyak yang tidur di tenda terpal.
“Ini bukan soal melarang bahagia. Tapi soal menempatkan rasa,” ujar salah satu warga Ruteng yang melihat surat tersebut beredar.
Langkah Pemkab ini sejalan dengan imbauan kemanusiaan: saat tetangga masih berduka dan berjuang, kita belajar menahan diri. Re-thinking about value. Bahwa nilai kebersamaan lebih penting dari kemeriahan sesaat.
Tembusan Sampai ke Bupati
Surat ini juga ditembuskan kepada Bupati Manggarai dan Wakil Bupati Manggarai sebagai laporan.
Dengan adanya surat ini, Pemkab Manggarai ingin memastikan seluruh jajaran dan masyarakat satu rasa, satu duka, satu semangat untuk bangkit.
Penutup
Gempa boleh mengguncang tanah. Tapi jangan sampai mengguncang rasa kemanusiaan kita.
Mari kita hormati saudara yang masih terluka. Tunda pesta, perkuat doa, perbanyak bantu.
Karena Manggarai kuat kalau kita jalan bareng.***
Penulis: Tim Redaksi Media Istana Netizen Com
Editor : AJ









