• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Mahasiswa Hukum UNAS: Krisis Kepercayaan Lemahkan Wibawa Negara Hukum di Era Prabowo

Mahasiswa Hukum UNAS: Krisis Kepercayaan Lemahkan Wibawa Negara Hukum di Era Prabowo

Istana Netizen by Istana Netizen
Juli 17, 2026
in LAINNYA
0
Mahasiswa Hukum UNAS: Krisis Kepercayaan Lemahkan Wibawa Negara Hukum di Era Prabowo
0
SHARES
29
VIEWS

ISTANA NETIZEN COM, Jakarta –
Gelombang kritik terhadap penegakan hukum kembali mengemuka. Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Plasidus Asis Deornay, SH., menilai negara hukum Indonesia sedang kehilangan wibawa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam tulisannya yang diterima media Istana Netizen.com, Jumat 17 Juli 2026, Plasidus menyebut krisis terbesar bangsa saat ini bukan kemiskinan atau perlambatan ekonomi, melainkan hilangnya keyakinan rakyat bahwa hukum masih berdiri tegak.

BACAJUGA

TELAAH ISTANA NETIZEN COM: JIKA GIBRAN MUNDUR, APAKAH PRABOWO WAJIB MUNDUR? MENGULIK TEORI SATU PAKET

GEGER PUTUSAN MK 6 OKTOBER! MK AKUI TAK TEMUKAN IJAZAH SMA GIBRAN, TAPI TOLAK DISKUALIFIKASI – PINTU IMPEACHMENT TERBUKA?

“Ada saat-saat dalam perjalanan sebuah bangsa ketika yang paling menyakitkan bukanlah kemiskinan, melainkan hilangnya keyakinan bahwa hukum masih berdiri tegak. Di titik itu, rakyat mulai bertanya: kepada siapa keadilan harus mengadu jika para penjaganya sendiri dipertanyakan?” tulis Plasidus.

Negara Hukum adalah Janji yang Mulai Rapuh

Menurut Plasidus, sebagai komunitas akademik, negara hukum dipandang bukan sekadar kumpulan pasal dan lembaga. Negara hukum adalah janji: setiap warga diperlakukan sama di hadapan hukum, kekuasaan dibatasi konstitusi, dan jabatan bukan tameng menghindari pertanggungjawaban.

“Namun hari ini, janji itu terasa semakin rapuh,” tegasnya.

Ia menyoroti berbagai kasus yang melibatkan aparat penegak hukum telah memperdalam krisis kepercayaan publik.

“Bagi masyarakat, persoalannya bukan hanya siapa yang bersalah atau tidak. Yang lebih mendasar adalah munculnya kesan bahwa hukum tidak selalu berjalan dengan ukuran yang sama bagi setiap orang,” jelasnya.

Sorotan ke Presiden Prabowo

Dalam sistem presidensial, Plasidus menegaskan presiden memegang tanggung jawab konstitusional memastikan pemerintahan berjalan efektif dan sesuai prinsip negara hukum. Karena itu, kritik publik yang mempertanyakan ketegasan pemerintah memperkuat integritas penegak hukum adalah wajar dalam demokrasi.

“Kritik tersebut bukan berarti menyimpulkan bahwa presiden bertanggung jawab atas setiap dugaan pelanggaran aparat. Namun, ketika persoalan integritas terus berulang dan kepercayaan publik menurun, masyarakat berhak mengharapkan langkah lebih tegas, transparan, dan mampu memulihkan keyakinan,” tulisnya.

Dua Wajah Hukum: Teks dan Perilaku Penegaknya

Plasidus mengingatkan, di ruang kuliah diajarkan hukum punya dua wajah: teks undang-undang dan perilaku penegaknya.

“Undang-undang yang baik dapat kehilangan makna apabila dijalankan tanpa integritas. Sebaliknya, hukum sederhana dapat hadirkan keadilan apabila dijalankan jujur.”

Ia khawatir tumbuhnya budaya penegakan hukum sebagai alat persaingan, tekanan, atau penyelesaian konflik pribadi.

“Jika penegakan hukum dipersepsikan selektif atau tidak konsisten, rasa keadilan masyarakat akan terkikis. Persepsi itu harus dijawab dengan pembenahan institusional dan proses hukum terbuka, bukan sekadar pernyataan.”

Desakan: Pulihkan Kepercayaan, Bukan Bungkam Kritik

Plasidus menyerukan pemerintah menjadikan pemulihan kepercayaan publik sebagai agenda utama. Evaluasi kinerja lembaga penegak hukum harus serius. Mekanisme pengawasan diperkuat. Dugaan penyimpangan diperiksa independen. Pejabat yang terbukti salah harus diproses tanpa pandang bulu.

“Mahasiswa tidak menginginkan negara yang membungkam kritik. Kami menginginkan negara yang menjawab kritik dengan perbaikan. Kami tidak menginginkan hukum yang keras kepada yang lemah namun ragu kepada yang berkuasa,” tegasnya.

Ia menutup dengan peringatan: apabila pemerintah mampu buktikan hukum ditegakkan setara, kepercayaan publik pulih.

“Tetapi apabila keraguan dibiarkan tanpa jawaban meyakinkan, yang dipertaruhkan bukan hanya citra lembaga atau pemimpin, melainkan masa depan negara hukum Indonesia.”

Ia menutup opininya dengan penegasan :

“Republik ini tidak membutuhkan pemimpin yang hanya menjanjikan ketegasan. Republik membutuhkan kepemimpinan yang mampu membuktikan, melalui tindakan, bahwa hukum benar-benar berdiri di atas semua kepentingan,”* pungkas Plasidus.

 

Penulis Opini: Plasidus Asis Deornay, SH. Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum UNAS Jakarta

Redaksi: ISTANA NETIZEN COM
Diterbitkan: Jumat, 17 Juli 2026

Previous Post

Rumah Menteri Bocor Saat Lebaran, Listrik Dicabut PLN: Kisah Ir. Sutami, Sang Menteri Nol Rupiah

Next Post

Mahasiswa UNAS Layangkan Ultimatum ke Prabowo: “Negara Hukum Sedang Retak, Presiden Harus Tegas”

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

Oktober 19, 2026
TELAAH ISTANA NETIZEN COM: JIKA GIBRAN MUNDUR, APAKAH PRABOWO WAJIB MUNDUR? MENGULIK TEORI SATU PAKET

TELAAH ISTANA NETIZEN COM: JIKA GIBRAN MUNDUR, APAKAH PRABOWO WAJIB MUNDUR? MENGULIK TEORI SATU PAKET

Oktober 13, 2026

GEGER PUTUSAN MK 6 OKTOBER! MK AKUI TAK TEMUKAN IJAZAH SMA GIBRAN, TAPI TOLAK DISKUALIFIKASI – PINTU IMPEACHMENT TERBUKA?

Oktober 7, 2026
MALAM INI NASIB GIBRAN DITENTUKAN! MK BACAKAN PUTUSAN IJAZAH SMA GIBRAN JAM 8 MALAM – DENNY INDRAYANA CS TUNTUT DISKUALIFIKASI, KUBU GIBRAN: SUDAH SETARA D1, JAUH MELEBIHI SMA!

MALAM INI NASIB GIBRAN DITENTUKAN! MK BACAKAN PUTUSAN IJAZAH SMA GIBRAN JAM 8 MALAM – DENNY INDRAYANA CS TUNTUT DISKUALIFIKASI, KUBU GIBRAN: SUDAH SETARA D1, JAUH MELEBIHI SMA!

Oktober 6, 2026

AKTA KETIGA PKF: DARI KONGRES MBAY 2015, KEPPRES 37/2025, HINGGA KODAM SOBE SONBAI 2026 – NTT MEKAR TINGGAL KETUK PALU GUBERNUR MELKI!

Oktober 6, 2026
MANTAN KETUA DPC PDIP MANGGARAI TIMUR WILI NURDIN DARI BORONG TURUN GUNUNG: LANGKAH P4KF SUDAH SANGAT TEPAT, FLORES WAJIB JADI PROVINSI, IBUKOTA JANGAN DIPERDEBATKAN!

MANTAN KETUA DPC PDIP MANGGARAI TIMUR WILI NURDIN DARI BORONG TURUN GUNUNG: LANGKAH P4KF SUDAH SANGAT TEPAT, FLORES WAJIB JADI PROVINSI, IBUKOTA JANGAN DIPERDEBATKAN!

Oktober 5, 2026
Next Post
Mahasiswa UNAS Layangkan Ultimatum ke Prabowo: “Negara Hukum Sedang Retak, Presiden Harus Tegas”

Mahasiswa UNAS Layangkan Ultimatum ke Prabowo: “Negara Hukum Sedang Retak, Presiden Harus Tegas”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In