Jakarta, Istana Netizen.Com – Penulis Siprianus Edi Hardum (SEH) menekankan pentingnya integritas hakim dalam menegakkan keadilan melalui opini terbarunya berjudul _Pantat Hakim dan Keadilan_.
Dalam tulisan tersebut, SEH menggambarkan keseharian hakim yang penuh tekanan.

“Saban hari, dari Senin sampai Kamis, dari jam 09.00 hingga malam, pantat hakim selalu menempel di kursi. Mata mereka menatap dokumen perkara. Mulut mereka bertanya kepada terdakwa, pengacara, atau para pihak. Pikiran harus fokus. Konsentrasi,” tulisnya.
SEH menyebut sidang yang dijalani hakim tidak ringan. Ada sidang terbuka untuk umum, ada pula yang tertutup seperti perkara perceraian dan kekerasan seksual. Semua menuntut ketelitian dan keteguhan.
Karena beban kerja dan tanggung jawab moral yang tinggi, SEH menilai wajar jika hakim menerima gaji lebih besar dari PNS lain. Menurutnya, gaji besar bukan sekadar kompensasi waktu, tetapi juga “tebusan” agar hakim tidak menerima suap dari pihak yang berperkara.

“Selain cerdas dan profesional, mereka harus jujur. Kejujuran tentu saudara kandung dari integritas,” tulis SEH. Ia menegaskan, jika integritas itu ada, maka hakim layak disebut “Wakil Tuhan di atas muka bumi”.
Sebaliknya, SEH mengecam keras praktik jual-beli perkara.
“Hakim yang suka dagangkan perkara, doyan disogok adalah setan, bahkan pimpinan dari setan,” tegasnya.
Ia menutup opini dengan pernyataan tajam:
“Biarlah penegak hukum seperti jaksa, polisi, dan advokat jadi penjahat, kalau hakimnya berintegritas, benar-benar Wakil Tuhan, maka Api Keadilan tetap kelihatan berkobar.”
SEH meyakini, hukum yang tegak akan membuat negara maju karena “tikus-tikus negara tak akan muncul.”
Opini ini hadir di tengah perhatian publik terhadap reformasi peradilan. Pesannya jelas: integritas hakim adalah fondasi utama agar keadilan tidak padam.
_Redaksi Istana Netizen_
_Hakim berintegritas, keadilan terjaga. Hukum tegak, negara kuat._
Reporter : AJ
Editor : Tim Redaksi Istana Netizen














