Jakarta, Istana Netizen.Com – Opini Edi Danggur di Jakarta dengan judul berikut.
Gambar Yesus hanya ilustrasi
JESUS KRISTUS MENONTON PERTANDINGAN SEPAKBOLA
SEMI FINAL PIALA DUNIA 2026 ANTARA INGGERIS vs ARGENTINA
Oleh Edi Danggur
Jesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola Piala Dunia.
Ezron dan Dixon yang ada di sekitar Jesus saat itu kaget sekali: “Jesus, mari kita saksikan semi final Piala Dunia antara Inggeris vs Argentina”. Jesus pun setuju dan ikut menonton.
Pertandingan semi final antara Inggeris vs Argentina berlangsung sangat seru. Saling _tackle_, jatuh-menjatuhkan di lapangan hijau. Pemainan yang sangat keras.
Ezron jelas mendukung Inggeris. Maka sebelum berangkat ke stadion, ia berdoa terlebih dahulu agar Anthony Gordon bisa memasukkan bola ke gawang Argentina.
Ezron juga berdoa keras-keras, agar kiper Argentina hanya bisa menangkap angin untuk setiap tendangan pemain Inggeris ke gawang Argentina.
Dengan begitu Inggeris diharapkan bisa membobol gawang Argentina dengan gol sebanyak-banyaknya. Seisi kampung pun praktis mendengar doa Ezron tersebut.
Dixon diam-diam sebagai fans Argentina. Sebelum ke stadion, ia pergi ke dalam kamarnya, tutup pintu pelan-pelan lalu berdoa.
Doanya sangat sederhana agar pertandingan semi final Inggeris vs Argentina berjalan dengan lancar dan bisa menyenangkan semua penonton.
Ezron mengasumsikan bahwa Jesus adalah sehaluan dengannya sebagai pendukung klub Inggeris. Sebaliknya, Dixon tidak mau berasumsi atau berspekulasi soal preferensi Jesus diantara dua klub hebat tersebut.
Pada babak pertama, Jesus, Ezron dan Dixon hanya bisa menghela nafas, karena tidak ada satu gol pun tercipta.
Di babak kedua, umpan matang Morgan Rogers dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Anthony Gordon untuk menaklukkan Emiliano Martinez dan skor berubah 1-0 untuk Inggris pada menit ke-55.
Dengan spontan, Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi ke udara, sambil berujar: “Inggeris hebat!”.
Ezron semakin yakin bahwa Jesus dan dirinya adalah sama-sama pendukung Inggeris. Ia berbisik kepada Jesus: “Doaku terkabul, Inggeris menang”.
Merasa di atas angin karena sudah unggul 1-0, pelatih Inggeris Thomas Tuchel mengambil keputusan yang dinilai fatal dengan menarik keluar para pemain kunci seperti Gordon, Declan Rice, dan Reece James.
Tuchel kemudian memasukkan tiga pemain bertahan sekaligus, yakni Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O’Reilly. Langkah menumpuk pemain di lini belakang ini justru menjadi bumerang karena mengundang gempuran Argentina kian masif.
Tembok pertahanan Inggris akhirnya runtuh pada menit ke-85. Berawal dari skema sepak pojok, Fernandez yang berdiri bebas tanpa kawalan menerima sodoran pendek dari Lionel Messi.
Fernandez melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal dihalau Jordan Pickford dan skor jadi imbang 1-1.
Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi ke udara, sambil berujar: “Argentina hebat!”.

Ezron bingung, Jesus ini pro Inggeris atau Argentina? Tetapi Ezron tidak berani menanyakan hal itu kepada Jesus.
Saat laga diperkirakan akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Argentina justru membalikkan kedudukan di menit ke-90+2.
Bermula dari tembakan Alexis Mac Allister yang membentur tiang gawang, bola berhasil dikuasai kembali oleh Messi di sisi kanan.
Sang kapten dengan cerdik melewati hadangan pemain Inggris sebelum mengirimkan umpan silang akurat ke tiang jauh.
Lautaro Martinez langsung menyambut bola dengan sundulan tajam tanpa mampu diantisipasi Pickford dan skor jadi 2-1 untuk keunggulan Argentina.
Jesus jingkrak-jingkrak bergembira, lemparkan topinya tinggi-tinggi ke udara sambil berujar: “Horeee… Horeee, Argentina menang dan masuk final melawan Spanyol”.
Ezron tidak sabar lagi. Ia menepuk pundak Jesus; ‘”Hei, Saudara berteriak untuk pihak yang mana? Inggeris atau Argentina?”
Jawab Jesus: “Ezron tanya saya? Oh, saya tidak bersorak bagi salah satu klub. Saya hanya senang menikmati pertandingan semi final Piala Dunia 2026 ini”.
Ezron berpaling kepada Dixon, temannya , sambil mencemooh: “Jesus ini memang seorang ateis”.
Waktu pulang dari stadion, giliran Dixon yang berkotbah: “Jesus, orang-orang yang mengaku beragama di dunia ini aneh. Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.”
Jesus mengangguk setuju. Kata Jesus: “Itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama. Aku mendukung orang-orangnya. Orang lebih penting daripada agama”.
Kata Ezron yang kecewa pada sikap Jesus: “Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kata-Mu itu. Ingatlah, Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu.”
“Ya, Ezron, benar katamu. Dan justru saya disalibkan oleh orang-orang yang mengaku beragama”, jawab Jesus sambil tersenyum kecewa.
_(Kisah di atas dilakukan penyesuaian di sana-sini agar lebih aktual. Asli cerita di atas diambil dari buku Burung Berkicau yang ditulis oleh mistikus Anthony de Mello)_
Penulis Opini Edi Danggur














