Jakarta, Istana Netizen Com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membantah kabar penghentian layanan kapal perintis di Nusa Tenggara Timur akibat kehabisan anggaran. Ia menegaskan, layanan penyeberangan bersubsidi tetap beroperasi hingga akhir tahun anggaran 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
“Oh nggak, nggak habis. Jadi kita dengan kondisi anggaran kita menyiasatinya dan yang paling penting bahwa layanan tidak berhenti,” tegas Dudy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir DetikFinance.Com Senin (20/7/2026).
Tertunda karena Lelang, Bukan Anggaran
Dudy menjelaskan, penghentian sementara yang terjadi pada awal Juli 2026 lalu disebabkan oleh proses lelang rute operasi yang belum selesai, bukan karena anggaran habis. Saat ini, seluruh operasional kapal perintis subsidi di NTT telah kembali normal.
“Memang waktu di NTT itu sempat tertunda pelaksanaan lelangnya, tapi hari ini sudah berjalan dan layanan juga sudah berjalan kembali,” ujarnya.
Menkeu Setujui Tambahan Anggaran Rp 2,4 Triliun
Kepastian layanan diperkuat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui anggaran belanja tambahan (ABT) untuk Kementerian Perhubungan sebesar Rp 2,3–2,4 triliun. Persetujuan ini diputuskan dalam rapat pemerintah bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Komisi V DPR RI.
Gambarb Ilustrasi Anggaran
“Untuk sementara mekanisme ABT hanya untuk tahun anggaran berjalan, berarti di sisa semester II di tahun 2026 ini. Kurang lebih di sekitar Rp 2,3 atau Rp 2,4 triliun,” jelas Purbaya.
Dalam rapat yang turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan COO BPI Danantara Dony Oskaria itu, pemerintah juga menyetujui penambahan anggaran bagi operator. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerima Rp 139 miliar, sedangkan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mendapat alokasi Rp 70 miliar. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk memastikan keberlangsungan layanan penyeberangan perintis.
ASDP: Seluruh Lintasan di NTT Siap Beroperasi Kembali
GM ASDP Cabang Kupang Ardhani Friandy membenarkan bahwa penghentian operasional sejak 1 Juli 2026 dilakukan berdasarkan pemberitahuan BPTD Kelas II NTT selaku regulator. Namun, ia memastikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan Kemenhub, BPTD, dan pemerintah daerah agar layanan dapat kembali ditugaskan.
Sejumlah lintasan di wilayah kerja ASDP Cabang Kupang dan Cabang Sape kini siap beroperasi kembali. Di Cabang Kupang, KMP Ile Mandiri akan melayani lintasan Larantuka–Solor, Solor–Lewoleba, Adonara–Baranusa, Baranusa–Bakalang, dan Bakalang–Kalabahi. KMP Uma Kalada melayani Raijua–Sabu dan Waingapu–Raijua. KMP Ile Ape mengoperasikan lintasan Kewapante–Palue, Palue–Marapokot, Kewapante–Pemana, dan Kewapante–Pulau Besar. KMP Namparnos melayani Kalabahi–Pulau Pura, Pulau Pura–Teluk Gurita, dan Teluk Gurita–Maritaing.
Sementara di Cabang Sape, KMP Komodo kembali melayani Labuan Bajo–Pulau Rinca, dan KMP Cucut mengoperasikan rute Labuan Bajo–Waingapu.
“Sesuai arahan pimpinan, ASDP memastikan seluruh aspek kesiapan operasional, mulai dari armada, awak kapal, hingga dukungan pelayanan di pelabuhan telah disiapkan sesuai ketentuan regulator sehingga proses pengoperasian kembali dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan andal,” ujar Ardhani.
Penutup
Dengan adanya kepastian anggaran dan selesainya proses lelang, layanan kapal perintis di NTT dipastikan kembali beroperasi penuh. Langkah ini diharapkan mengakhiri kekhawatiran masyarakat kepulauan di Flores Timur, Lembata, Alor, dan Sabu Raijua terkait isolasi dan terhambatnya distribusi logistik.***
Reporter : AJ
Editor : Redaksi Istana Netizen Com














