ISTANA NETIZEN COM, Jakarta –
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng 2021–2022, Yohanes Nardi Nandeng, resmi menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028.
Langkah ini disebut Nardi sebagai panggilan moral untuk memperkuat identitas, arah gerakan, dan relevansi PMKRI di tengah dinamika kebangsaan yang kian kompleks.
Dari Ruteng ke Nasional
Akrab disapa Nardi, alumnus Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng itu kini mengemban amanah sebagai Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK) PP PMKRI 2024–2026. Pengalaman dari akar rumput hingga level nasional jadi modalnya memahami tantangan riil organisasi.
Yohanes Nardi Nandeng,
“Keputusan saya maju bukan karena ingin posisi. Ini tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memastikan PMKRI terus tumbuh sebagai organisasi kader yang kuat, intelektual, dan berpihak pada persoalan bangsa,” tegas Nardi di Jakarta, Kamis 16 Juli 2026.
3 Agenda Utama Nardi Nandeng
1. Sistem Kaderisasi Berkelanjutan
Nardi menyebut kaderisasi sebagai jantung organisasi. Ia menolak kaderisasi hanya jadi formalitas administratif.
Yohanes Nardi Nandeng,
“Kita harus pastikan setiap kader lahir dengan integritas, kompetensi, daya kritis, dan jiwa kepemimpinan. Harus ada standarisasi pembinaan yang terstruktur dan adaptif,” ujarnya.
2. PMKRI sebagai Laboratorium Intelektual
Putra Manggarai ini berkomitmen menghidupkan kembali budaya akademik. Tradisi membaca, diskusi, riset, hingga publikasi ilmiah akan didorong jadi identitas kader.
Ia menargetkan PMKRI jadi pusat perumusan gagasan yang melahirkan rekomendasi kebijakan berbasis data, dengan menghubungkan kader aktif, alumni, akademisi, dan masyarakat sipil.
3. Mitra Kritis yang Solutif
Nardi menegaskan PMKRI harus tetap independen sebagai mitra kritis pemerintah. Namun kritik harus naik kelas.
Yohanes Nardi Nandeng,
“Kritik kita harus berbasis intelektual, data, dan tawaran solusi. Kita harus hadirkan rekomendasi kebijakan dan advokasi yang benar-benar menjawab persoalan masyarakat,” cetusnya.
Dengan jaringan cabang di seluruh Indonesia, ia yakin kekuatan daerah bisa dikonsolidasi menjadi _knowledge power_ untuk mengawal kebijakan publik dari lokal ke nasional.
Bukan Agenda Pribadi
Menjelang Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI pada 19–25 Juli 2026 di Ruteng, Nardi membuka ruang dialog dan konsolidasi ke seluruh cabang.
“Saya datang membawa niat, gagasan, dan komitmen untuk bertumbuh bersama. Ini bukan perjalanan seorang Nardi Nandeng. Ini ikhtiar bersama agar PMKRI semakin kuat dalam kaderisasi, kokoh dalam intelektualitas, dan berdampak dalam perjuangan kebangsaan,” pungkasnya.
Momentum Ruteng
Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI 2026 mengusung tema _“Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan”_. Selain suksesi kepemimpinan, forum ini jadi ruang evaluasi, perumusan GBHO, dan penetapan rekomendasi strategis internal-eksternal PMKRI.
Reporter: AJ
Editor: Redaksi Istana Netizen














