• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Desa vs Taman Nasional Komodo: Ketika Otonomi Desa Terkurung Rezim Konservasi

Desa vs Taman Nasional Komodo: Ketika Otonomi Desa Terkurung Rezim Konservasi

_Opini Dr. Kanisius Jehabut_ - Anggota DPRD Mabar Fraksi Gerindra: Negara harus bangun norma integrasi, bukan membuat desa jadi korban regulasi -

Istana Netizen by Istana Netizen
Juli 31, 2026
in NASIONAL
0
Desa vs Taman Nasional Komodo: Ketika Otonomi Desa Terkurung Rezim Konservasi

_Dr. Kanisius Jehabut_ _Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Manggarai Barat_ _Labuan Bajo, 31 Juli 2026

0
SHARES
34
VIEWS

ISTANANETIZEN.COM, LABUAN BAJO – Salah satu persoalan hukum yang jarang disorot dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) adalah kedudukan desa-desa yang berada di dalam atau berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.

Selama ini publik lebih banyak menyoroti tarik-ulur antara pemerintah pusat dan daerah. Padahal, pihak yang paling merasakan dampaknya justru masyarakat desa yang sudah hidup turun-temurun di kawasan itu.

BACAJUGA

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Mereka adalah warga negara yang tunduk pada Undang-Undang Desa. Memilih kepala desa, menyusun APBDes, menggelar Musyawarah Desa, dan menjalankan pemerintahan sebagaimana mestinya.

Namun ketika bicara pemanfaatan ruang dan sumber daya alam di sekitar tempat tinggal mereka, ruang geraknya sangat terbatas. Karena seluruh wilayah itu berada dalam rezim konservasi.

Di sinilah muncul pertanyaan mendasar: Apakah otonomi desa benar-benar bisa berjalan utuh di kawasan konservasi?

1. Desa: Subjek Pemerintahan, Bukan Perpanjangan Tangan

UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa lahir dengan semangat pengakuan. Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek yang punya kewenangan berdasarkan hak asal-usul dan kewenangan lokal berskala desa.

Negara memberi ruang bagi desa untuk mengatur rumah tangganya sendiri, mengembangkan potensi lokal, mensejahterakan warga, dan melestarikan adat budaya. Ini adalah ruh desentralisasi dan demokrasi lokal yang dijamin konstitusi.

2. Paradoks: Mandiri Tapi Dibatasi Ruang Hidup

Masalah muncul ketika desa berada di dalam taman nasional.

Secara administratif desa tetap jalan. Tapi terhadap sebagian besar ruang sumber penghidupan, berlaku rezim konservasi yang menempatkan pemerintah pusat sebagai pemegang kendali utama.

Akibatnya, rencana pembangunan desa, ekonomi lokal, pemanfaatan ruang, hingga wisata berbasis masyarakat harus tunduk pada aturan konservasi.

Desa punya kewenangan menurut UU Desa. Tapi pelaksanaannya harus “menyesuaikan” dengan pembatasan konservasi.

Inilah paradoksnya. Negara mendorong desa mandiri dan inovatif. Tapi di saat yang sama, desa dibatasi memanfaatkan ruang yang secara administratif ada di wilayahnya.

Kepala desa pun terjepit. Di satu sisi dituntut mensejahterakan rakyat. Di sisi lain harus memastikan semua aktivitas sesuai aturan konservasi.

3. Negara Hukum Wajib Beri Kepastian

Sebagai negara hukum, Indonesia wajib memberi kepastian hukum kepada warganya. Termasuk masyarakat di kawasan konservasi.

Kepastian hukum bukan cuma soal larangan dan izin. Tapi juga kejelasan pembagian kewenangan antara pusat, daerah, dan desa.

Ketika 3 tingkatan pemerintahan ini tidak terintegrasi, masyarakat yang kena imbas. Pelayanan publik tersendat, pembangunan desa terhambat, investasi berbasis masyarakat mentok, bahkan urusan sehari-hari jadi rumit.

4. Saatnya Desa Jadi Mitra, Bukan Objek

Konservasi tidak akan berhasil jika masyarakat hanya jadi objek kebijakan.

Pengalaman global membuktikan: kawasan konservasi justru lestari karena masyarakat lokal dilibatkan aktif.

Karena itu desa di TNK tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Desa adalah mitra strategis penjaga kelestarian.

5. Solusinya: Bangun Norma Integrasi

Persoalan mendasar di TNK bukan benturan antara UU Desa dan UU Konservasi.

Persoalan utamanya: belum ada norma yang mengatur hubungan keduanya secara komprehensif.

Kita butuh kerangka hukum yang jelas soal:
1. Ruang kewenangan desa di dalam kawasan konservasi
2. Bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan TNK
3. Mekanisme koordinasi dengan Balai TNK
4. Model pembangunan desa yang tetap hormat pada prinsip konservasi

Dengan norma integrasi ini, desa tetap punya ruang berkembang. Tujuan konservasi pun tetap terjaga.

Penutup

Masa depan Taman Nasional Komodo tidak hanya ditentukan oleh kuatnya regulasi konservasi. Tapi juga oleh kemampuan negara membangun hubungan yang adil antara kawasan konservasi dan masyarakat yang hidup di dalamnya.

Konservasi yang berhasil bukan yang menjauhkan masyarakat dari ruang hidupnya. Tapi yang menjadikan masyarakat sebagai penjaga utama kelestarian.

Sudah saatnya kita tidak lagi memandang desa sebagai pihak yang harus “menyesuaikan diri” sepenuhnya. Desa adalah mitra konstitusional yang punya hak, kewajiban, dan tanggung jawab bersama menjaga TNK sebagai warisan dunia sekaligus ruang hidup masyarakat Manggarai Barat.

Bersambung ke Seri IV

_Dr. Kanisius Jehabut_
_Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Manggarai Barat_
_Labuan Bajo, 31 Juli 2026

_Dr. Kanisius Jehabut_
_Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Manggarai Barat_
_Labuan Bajo, 31 Juli 2026

—
Editor : Redaksi Istana Netizen Com 

Tags: `Gerindra``Kanisius Jehabut``Konservasi``Labuan Bajo``Otonomi Desa`Manggarai BaratTaman Nasional Komodo`
Previous Post

Gereja dan Warga Flores Gugat Negara ke MA: Hentikan Geotermal, Jangan Jadikan Kami Kelinci Percobaan

Next Post

TNK Dijaga Banyak Lembaga, Tapi Siapa yang Bertanggung Jawab? _Fragmentasi Kewenangan Bikin Tata Kelola Taman Nasional Komodo Macet_

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026
Next Post
TNK Dijaga Banyak Lembaga, Tapi Siapa yang Bertanggung Jawab? _Fragmentasi Kewenangan Bikin Tata Kelola Taman Nasional Komodo Macet_

TNK Dijaga Banyak Lembaga, Tapi Siapa yang Bertanggung Jawab? _Fragmentasi Kewenangan Bikin Tata Kelola Taman Nasional Komodo Macet_

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In