• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » TNK Dijaga Banyak Lembaga, Tapi Siapa yang Bertanggung Jawab? _Fragmentasi Kewenangan Bikin Tata Kelola Taman Nasional Komodo Macet_

TNK Dijaga Banyak Lembaga, Tapi Siapa yang Bertanggung Jawab? _Fragmentasi Kewenangan Bikin Tata Kelola Taman Nasional Komodo Macet_

_Opini Dr. Kanisius Jehabut_ - Anggota DPRD Mabar Fraksi Gerindra: Negara hadir lewat banyak pintu, tapi masyarakat bingung mau ketuk pintu yang mana

Istana Netizen by Istana Netizen
Agustus 1, 2026
in NASIONAL
0
TNK Dijaga Banyak Lembaga, Tapi Siapa yang Bertanggung Jawab? _Fragmentasi Kewenangan Bikin Tata Kelola Taman Nasional Komodo Macet_

_Dr. Kanisius Jehabut_ _Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Fraksi Partai Gerindra_ _Labuan Bajo, 1 Agustus  2026

0
SHARES
23
VIEWS

ISTANANETIZEN.COM, LABUAN BAJO – Setiap kali muncul persoalan di Taman Nasional Komodo (TNK), pertanyaannya selalu sama: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab?

Gambar ilustrasi versi Media ISTANANETIZEN

Mau itu soal konservasi, kapal wisata, sampah, investasi, pelayanan publik, pemanfaatan ruang, sampai kesejahteraan masyarakat.

BACAJUGA

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Jawabannya tidak sederhana. Bukan karena negara tidak hadir. Justru negara hadir lewat banyak institusi.

Ada Balai TNK yang urus konservasi. Pemkab Mabar yang urus pelayanan publik. Pemerintah desa yang urus warga. KSOP Kemenhub urus pelayaran. Kemenpar urus wisata. Pemprov NTT punya urusan. Belum lagi lembaga sektoral lainnya.

Semuanya bekerja berdasarkan undang-undang. Tidak ada yang salah.

Tapi justru karena masing-masing pegang regulasi sektoral sendiri-sendiri, koordinasi sering tidak jalan. Dan masyarakat yang dirugikan.

1. Fragmentasi Kewenangan: Banyak Tangan, Satu Urusan

Dalam ilmu administrasi publik ini disebut _fragmented authority_.

Satu urusan publik dikelola banyak lembaga tanpa mekanisme integrasi yang jelas.

Padahal masyarakat tidak butuh banyak kewenangan. Yang dibutuhkan satu pelayanan yang utuh.

Ada sampah di jalur wisata? Warga tidak tanya itu urusan Balai atau DLH.
Kapal wisata ugal-ugalan? Warga tidak bedakan itu urusan KSOP atau Pemda.
Konflik ruang? Warga tidak lihat batas kewenangan antar instansi.

Yang mereka lihat cuma satu: Negara.

Ketika koordinasi macet, kepercayaan ke negara yang ikut runtuh.

2. Paradoks Negara Modern

Ironisnya, semakin kompleks kawasan, semakin banyak lembaga yang terlibat.

Tapi bertambahnya lembaga tidak otomatis bikin tata kelola bagus. Justru sebaliknya.
Keputusan jadi lambat, biaya koordinasi membengkak, hukum jadi tidak pasti.

Di TNK, satu kegiatan pariwisata bisa bersinggungan dengan 7 rezim hukum sekaligus: konservasi, pelayaran, lingkungan, pajak daerah, tata ruang, pemerintahan daerah, sampai pemerintahan desa.

Semua sah. Tapi tidak ada yang menyatukannya dalam satu desain kelembagaan terpadu.

3. Akar Masalahnya Bukan “Lemah Koordinasi”

Banyak yang bilang konflik TNK karena koordinasi lemah. Benar. Tapi itu baru gejala.

Akarnya: desain kelembagaan belum dibangun dengan baik.

Koordinasi bukan soal kemauan pejabat. Koordinasi harus diatur dalam norma hukum.
Siapa melakukan apa. Siapa pengambil keputusan. Bagaimana menyelesaikan beda pendapat. Bagaimana data dibagi. Bagaimana akuntabilitas diuji.

Selama itu belum jelas, ganti bupati atau ganti kepala balai tidak akan menyelesaikan masalah.

4. Negara Hukum Tuntut Efektivitas

Menurut Philipus M. Hadjon, kewenangan harus punya 3 hal: dasar hukum jelas, batas tegas, dan mekanisme pertanggungjawaban yang bisa diuji.

Teori _good governance_ juga menuntut koordinasi, transparansi, partisipasi, efektivitas, akuntabilitas.

Punya kewenangan tapi tidak bisa dikoordinasikan = tata kelola menurun. Meskipun semua sudah sesuai UU.

5. Solusi: Menuju Tata Kelola Terpadu TNK

TNK butuh perubahan paradigma. Tinggalkan pola koordinasi informal antar lembaga.

Yang kita butuhkan: Kerangka Hukum Tata Kelola Terpadu. Isinya minimal 5 hal:

1. Pembagian Kewenangan Jelas
Antar instansi tanpa mengurangi kewenangan konstitusional masing-masing.
2. Forum Koordinasi Punya Payung Hukum
Ada kewenangan operasional dan mekanisme ambil keputusan yang pasti.
3. Satu Data
Semua kebijakan dibangun dari data yang sama.
4. Mekanisme Sengketa Kewenangan
Ada jalur administratif untuk selesaikan konflik sebelum jadi panjang.
5. Partisipasi Masyarakat & Pemda
Warga dan Pemkab Mabar harus jadi bagian tak terpisahkan dalam pengelolaan.

Dengan ini, semua lembaga tetap jalan sesuai UU. Tapi jalannya satu arah.

Penutup

Masalah utama TNK bukan terlalu banyak UU. Bukan juga terlalu banyak lembaga.
Masalahnya: belum ada sistem yang menyatukan semua kewenangan itu.

Negara tidak boleh hanya hadir lewat banyak lembaga.
Negara harus hadir lewat satu tata kelola yang memberi kepastian hukum, menguatkan konservasi, mendorong pembangunan daerah, melindungi hak masyarakat, dan menciptakan kesejahteraan berkelanjutan.

Bagi Manggarai Barat, TNK bukan hanya kawasan konservasi atau destinasi wisata.
TNK adalah ruang hidup masyarakat, mesin ekonomi daerah, dan wajah Indonesia di mata dunia.

Karena itu tata kelolanya harus dibangun di atas prinsip kolaborasi, harmonisasi regulasi, dan pembagian kewenangan yang jelas.
Agar konflik yang berulang bisa diakhiri dengan hukum yang adil untuk semua.

Bersambung ke Seri V

**

_Dr. Kanisius Jehabut_
_Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Fraksi Partai Gerindra_
_Labuan Bajo, 1 Agustus  2026

Editor : Redaksi ISTANA http://NETIZEN.COM:

Tags: `Fragmentasi Kewenangan``Kanisius Jehabut``Labuan Bajo``Tata Kelola`fragmentasi-kewenangan-tata-kelola-tnk`Manggarai BaratOpini Dr Kanisius Jehabut: TNK dijaga banyak lembaga tapi tata kelola macet. Butuh hukum tata kelola terpadu.Taman Nasional Komodo`
Previous Post

Desa vs Taman Nasional Komodo: Ketika Otonomi Desa Terkurung Rezim Konservasi

Next Post

TNI Dapat Kenaikan Tukin, Guru Masih Menunggu: LBH Medan Sebut Ada Ketidakadilan

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026
Next Post
TNI Dapat Kenaikan Tukin, Guru Masih Menunggu: LBH Medan Sebut Ada Ketidakadilan

TNI Dapat Kenaikan Tukin, Guru Masih Menunggu: LBH Medan Sebut Ada Ketidakadilan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In