• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home OPINI

𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗢𝗥𝗚𝗔𝗡𝗜𝗦𝗔𝗦𝗜 𝗞𝗘𝗛𝗜𝗟𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗖𝗘𝗥𝗠𝗜𝗡. (𝑆𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑅𝑒𝑛𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐴𝑙𝑢𝑚𝑛𝑖 𝑃𝑀𝐾𝑅𝐼 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐸𝑡𝑖𝑘𝑎, 𝐾𝑒𝑘𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛, 𝑑𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖)

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Juli 25, 2026
in OPINI
0 0
0
𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗢𝗥𝗚𝗔𝗡𝗜𝗦𝗔𝗦𝗜 𝗞𝗘𝗛𝗜𝗟𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗖𝗘𝗥𝗠𝗜𝗡. (𝑆𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑅𝑒𝑛𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐴𝑙𝑢𝑚𝑛𝑖 𝑃𝑀𝐾𝑅𝐼 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐸𝑡𝑖𝑘𝑎, 𝐾𝑒𝑘𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛, 𝑑𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖)
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Istananetizen.Com, Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026 – Opini

𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗢𝗥𝗚𝗔𝗡𝗜𝗦𝗔𝗦𝗜 𝗞𝗘𝗛𝗜𝗟𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗖𝗘𝗥𝗠𝗜𝗡.
(𝑆𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑅𝑒𝑛𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐴𝑙𝑢𝑚𝑛𝑖 𝑃𝑀𝐾𝑅𝐼 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐸𝑡𝑖𝑘𝑎, 𝐾𝑒𝑘𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛, 𝑑𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖)

Oleh: Plasidus Asis Deornay
Mahasiswa Pasca Sarjana
Magister Hukum UNAS Jakarta.

“Sebab sebuah organisasi tidak runtuh ketika kalah dalam kontestasi. Ia mulai runtuh ketika kehilangan rasa malu.”
“Pohon besar tidak tumbang karena angin pertama. Ia roboh ketika akar yang selama ini diam-diam menyangganya mulai lapuk dari dalam.”

Begitu pula organisasi.

Yang meruntuhkan organisasi bukan pertama-tama kritik dari luar, bukan pula lawan-lawan politiknya. Organisasi justru paling sering melemah karena perlahan kehilangan keberanian untuk bercermin. Ia sibuk mempertahankan nama baik, tetapi lupa memelihara karakter yang membuat nama itu dihormati.

Sebagai alumni PMKRI, saya memandang organisasi ini bukan sekadar wadah berhimpun. PMKRI adalah sekolah kehidupan. Di sanalah kami belajar bahwa intelektualitas harus berjalan bersama kerendahan hati; bahwa keberanian harus selalu dikendalikan oleh kebijaksanaan; bahwa kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling kuat, melainkan menjadi yang paling mampu menjaga martabat sesama.

Karena itu, ketika ruang-ruang kongres diwarnai oleh kabar mengenai dugaan kekerasan dan perselisihan yang berujung pada proses hukum, hati siapa pun yang pernah dibesarkan oleh PMKRI tentu tidak mungkin baik-baik saja. Proses hukum harus dihormati dan asas praduga tak bersalah wajib dijunjung. Kebenaran faktual harus ditemukan melalui mekanisme yang sah. Namun ada sesuatu yang lebih dalam daripada proses hukum.

𝗔𝗱𝗮 𝗹𝘂𝗸𝗮 𝗺𝗼𝗿𝗮𝗹.

Luka itu tidak selalu tampak dalam berita. Ia hidup dalam keheningan para kader yang mulai bertanya: “Apakah organisasi ini masih menghidupi nilai yang selama ini diajarkannya?” Pertanyaan itu jauh lebih berbahaya daripada kritik dari media. Sebab sebuah organisasi tidak mati ketika dicaci publik. Ia mati ketika anggotanya sendiri berhenti percaya kepada nilai yang selama ini mereka perjuangkan.

Filsuf Prancis 𝗣𝗮𝘂𝗹 𝗥𝗶𝗰œ𝘂𝗿 mengingatkan bahwa institusi hanya memiliki legitimasi sejauh ia menjaga kepercayaan. Ketika kepercayaan hilang, aturan tinggal menjadi teks, jabatan tinggal menjadi simbol, dan kemenangan tinggal menjadi angka. Barangkali inilah godaan terbesar setiap organisasi kader.

Pada awalnya, organisasi dibangun oleh cita-cita. Lalu cita-cita melahirkan gerakan. Gerakan melahirkan struktur. Struktur melahirkan kekuasaan. Dan sering kali, tanpa disadari, kekuasaan mulai merasa lebih penting daripada cita-cita yang melahirkannya.

Di titik itulah organisasi mulai kehilangan arah. Yang diperebutkan bukan lagi pengabdian, melainkan posisi. Yang dipertahankan bukan lagi nilai, melainkan kelompok. Yang dirawat bukan lagi persaudaraan, melainkan kemenangan. Padahal kemenangan politik hanyalah peristiwa.Integritas adalah warisan.

PMKRI sejak kelahirannya tidak pernah dimaksudkan menjadi pabrik elite. Ia adalah ruang pembentukan manusia. Manusia yang mampu berdialog sebelum memutuskan. Mendengar sebelum menghakimi.Merangkul sebelum menyingkirkan. Dan mengalahkan ego sebelum mengalahkan lawan.

Kalau semua itu mulai memudar, sesungguhnya yang sedang mengalami krisis bukan mekanisme kongres. Yang sedang mengalami krisis adalah kebudayaan organisasi. Dan krisis kebudayaan tidak pernah selesai hanya dengan memilih ketua baru.

Sebagai alumni, saya justru merasa inilah saat yang tepat untuk melakukan pertobatan organisasi. Ya, pertobatan. Sebab organisasi, sebagaimana manusia, juga bisa jatuh ke dalam kesombongan. Merasa selalu benar. Merasa kritik adalah ancaman. Padahal dalam tradisi intelektual yang sehat, kritik adalah bentuk kasih yang paling dewasa.

Saya membayangkan para pendiri PMKRI seandainya duduk diam mengamati setiap dinamika kongres hari ini. Barangkali mereka tidak akan pertama-tama bertanya siapa yang terpilih. Mereka mungkin hanya akan mengajukan satu pertanyaan sederhana. “Apakah kalian masih saling memanggil sebagai saudara? Apakah kita masih layak menyebut diri sebagai organisasi kader, jika kader yang kita bentuk tidak lagi menjadikan etika sebagai wajah pertamanya?”

Saya percaya PMKRI masih memiliki kesempatan untuk memulihkan dirinya. Tetapi pemulihan itu tidak dimulai dari konferensi pers. Tidak pula dari saling menyalahkan. Pemulihan dimulai dari keberanian mengatakan: “Jika ada yang keliru, kita akan memperbaikinya.”

Kita berharap dan masih percaya bahwa Kongres XXXIV PMKRI yang telah berlangsung di Ruteng , Kabupaten Manggarai, Flores – NTT sejak 19-25 Juli 2026 menghasilkan sejumlah catatan penting untuk diperjuangkan lebih lanjut sebagai bagian kontribusi positif bagi kebaikan hidup bersama dalam wadah NKRI.***

 

Previous Post

“Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung: Dugaan Terjadi Saat Masih Menjabat”

Next Post

Alumni PMKRI: Organisasi Runtuh Bukan Karena Kalah, Tapi Saat Kehilangan Rasa Malu”

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
Alumni PMKRI: Organisasi Runtuh Bukan Karena Kalah, Tapi Saat Kehilangan Rasa Malu”

Alumni PMKRI: Organisasi Runtuh Bukan Karena Kalah, Tapi Saat Kehilangan Rasa Malu"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
“17 Kontingen NTT Gelar Gladi Resik, Gubernur Melki Laka Lena Siap Buka Jambore Daerah X 2026”

“17 Kontingen NTT Gelar Gladi Resik, Gubernur Melki Laka Lena Siap Buka Jambore Daerah X 2026”

Juli 29, 2026

Turun ke Bea Mese, Bupati Hery Nabit: Kesehatan Berkualitas Dimulai dari Mendengar Nakes”

Juli 28, 2026
“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

Juli 28, 2026
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Juli 28, 2026

Recent News

“17 Kontingen NTT Gelar Gladi Resik, Gubernur Melki Laka Lena Siap Buka Jambore Daerah X 2026”

“17 Kontingen NTT Gelar Gladi Resik, Gubernur Melki Laka Lena Siap Buka Jambore Daerah X 2026”

Juli 29, 2026

Turun ke Bea Mese, Bupati Hery Nabit: Kesehatan Berkualitas Dimulai dari Mendengar Nakes”

Juli 28, 2026
“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

“Diuji Lewat Kritik: Presiden Butuh Kecerdasan Emosional, Bukan Hanya Ketegasan”

Juli 28, 2026
“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

“Pulang ke Timur: Jokowi Disambut Rindu di Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Gajah Jadi Panggung Rakyat”

Juli 28, 2026

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In