Istananetizen.com, Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026 — Dinamika Kongres PMKRI di Ruteng, Kabupaten Manggarai , Flores – Nusa Tenggara Timur sejak 19-25 Juli 2026, yang diwarnai kabar dugaan kekerasan memicu refleksi dari para alumni. Salah satunya datang dari Plasidus Asis Deornay, Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Hukum UNAS Jakarta.
Dalam renungannya, Plasidus menyebut organisasi tidak akan runtuh hanya karena kalah dalam kontestasi politik. Keruntuhan justru dimulai ketika organisasi kehilangan keberanian untuk bercermin.
“Sebab sebuah organisasi tidak runtuh ketika kalah dalam kontestasi. Ia mulai runtuh ketika kehilangan rasa malu,” tulis Plasidus.
Bahkan menurutnya :
“Organisasi justru paling sering melemah karena perlahan kehilangan keberanian untuk bercermin. Ia sibuk mempertahankan nama baik, tetapi lupa memelihara karakter yang membuat nama itu dihormati,” lanjutnya.
PMKRI Adalah Sekolah Kehidupan
Sebagai alumni PMKRI, Plasidus menegaskan organisasi ini bukan sekadar wadah berhimpun. Bagi kader, PMKRI adalah sekolah kehidupan tempat intelektualitas berjalan bersama kerendahan hati.
Plasidus Asis Deornay, Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Hukum UNAS Jakarta.
“Di sanalah kami belajar bahwa intelektualitas harus berjalan bersama kerendahan hati; bahwa keberanian harus selalu dikendalikan oleh kebijaksanaan; bahwa kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling kuat, melainkan menjadi yang paling mampu menjaga martabat sesama,” ujarnya.
Ada Luka Moral di Balik Kongres
Menyoroti kabar dugaan kekerasan dan perselisihan yang berujung pada proses hukum di kongres, Plasidus menekankan bahwa proses hukum harus dihormati dan asas praduga tak bersalah wajib dijunjung.
Namun baginya, ada persoalan yang lebih dalam dari itu: *luka moral*.
“Luka itu tidak selalu tampak dalam berita. Ia hidup dalam keheningan para kader yang mulai bertanya: ‘Apakah organisasi ini masih menghidupi nilai yang selama ini diajarkannya?'” kata Plasidus.
Ia mengutip pemikiran filsuf Prancis Paul Ricoeur yang mengingatkan bahwa institusi hanya memiliki legitimasi sejauh ia menjaga kepercayaan.

“Ketika kepercayaan hilang, aturan tinggal menjadi teks, jabatan tinggal menjadi simbol, dan kemenangan tinggal menjadi angka.”
Godaan Kekuasaan Menggerus Cita-cita
Menurut Plasidus, siklus keruntuhan organisasi dimulai saat cita-cita berubah menjadi struktur, dan struktur melahirkan kekuasaan yang akhirnya dianggap lebih penting dari cita-cita.
“Di titik itulah organisasi mulai kehilangan arah. Yang diperebutkan bukan lagi pengabdian, melainkan posisi. Yang dipertahankan bukan lagi nilai, melainkan kelompok. Padahal kemenangan politik hanyalah peristiwa. Integritas adalah warisan,” tegasnya.
Ia mengingatkan PMKRI sejak awal tidak dimaksudkan menjadi pabrik elite, melainkan ruang pembentukan manusia yang mampu berdialog, mendengar, merangkul, dan mengalahkan ego.

“Kalau semua itu mulai memudar, sesungguhnya yang sedang mengalami krisis bukan mekanisme kongres. Yang sedang mengalami krisis adalah kebudayaan organisasi. Dan krisis kebudayaan tidak pernah selesai hanya dengan memilih ketua baru,” ujarnya.
Ajakan Pertobatan Organisasi
Di akhir tulisannya, Plasidus mengajak PMKRI melakukan “pertobatan organisasi”. Ia menilai kritik adalah bentuk kasih yang paling dewasa dalam tradisi intelektual yang sehat.
“Saya membayangkan para pendiri PMKRI seandainya duduk diam mengamati setiap dinamika kongres hari ini. Barangkali mereka tidak akan pertama-tama bertanya siapa yang terpilih. Mereka mungkin hanya akan mengajukan satu pertanyaan sederhana: ‘Apakah kalian masih saling memanggil sebagai saudara?'”
Ia akhirnya menegaskan :
“Saya percaya PMKRI masih memiliki kesempatan untuk memulihkan dirinya. Tetapi pemulihan itu tidak dimulai dari konferensi pers. Tidak pula dari saling menyalahkan. Pemulihan dimulai dari keberanian mengatakan: ‘Jika ada yang keliru, kita akan memperbaikinya,'” pungkasnya.***
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Istana Netizen Com.
Reporter : AJ
Editor : Tim Redaksi Istana Netizen Com












