• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Benny K. Harman: Pelarangan Film “Pesta Babi” Cerminkan Ketakutan Kekuasaan pada Kritik !

Benny K. Harman: Pelarangan Film “Pesta Babi” Cerminkan Ketakutan Kekuasaan pada Kritik !

Istana Netizen by Istana Netizen
Mei 16, 2026
in LAINNYA
0
Benny K. Harman: Pelarangan Film “Pesta Babi” Cerminkan Ketakutan Kekuasaan pada Kritik !
0
SHARES
111
VIEWS

ISTANA NETIZEN.COM– Anggota DPR RI dari Partai Demokrat asal Manggarai, Flores – NTT, Benny Kabur Harman, mengkritik tindakan aparat yang membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film _Pesta Babi: Kolonialisme di Jaman Kita_. Menurutnya, langkah itu menunjukkan ketakutan kekuasaan terhadap kritik publik.

Pelarangan Film Dinilai Bentuk Ketakutan Kekuasaan

BACAJUGA

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Benny menyebut pelarangan massal terhadap film tersebut bukan sekadar tindakan sensor birokratis.
“Pelarangan massal terhadap film ini bukan sekadar tindakan sensor birokratis yang kolot. Ini adalah ekspresi ketakutan yang telanjang,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Ia menilai film itu dilarang bukan karena menyebarkan kebohongan, melainkan karena “menceritakan kebenaran dengan terlalu jujur.”

Kritik terhadap Jargon Pembangunan dan Neo-Kolonialisme

Benny menyoroti isi film yang menurutnya menelanjangi praktik pembangunan yang mengabaikan masyarakat adat.
“Hari ini, kita menyaksikan lahirnya watak neo-kolonialisme yang dipraktikkan oleh bangsa sendiri terhadap bangsanya sendiri,” katanya.Ia menilai masyarakat adat sering dicap sebagai “penghambat investasi” padahal telah merawat hutan dan tanah jauh sebelum Republik berdiri.

State Capture dan Peran Oligarki

Lebih lanjut, Benny menilai pelarangan film terjadi karena menyentuh isu _state capture_ atau pembajakan negara oleh oligarki.
“Oligarki tidak lagi sekadar menyuap pejabat dari luar ring kekuasaan. Mereka telah masuk dan menduduki jabatan itu sendiri, atau menyetir para pengambil kebijakan seperti boneka tali,” ujarnya.
Menurutnya, negara berubah fungsi menjadi pelindung kepentingan kapitalis melalui regulasi yang memutihkan pelanggaran korporasi.

Demokrasi Transaksional Jadi Akar Masalah

Benny menyebut sistem demokrasi elektoral saat ini kehilangan substansi karena biaya politik yang tinggi.
“Jabatan publik diperebutkan bukan lewat adu gagasan, melainkan lewat tebalnya isi tas logistik,” katanya.
Akibatnya, kebijakan pasca-pemilu lebih banyak ditentukan melalui bagi-bagi konsesi dan izin sebagai bentuk “pengembalian investasi” politik.

Serukan Debat Terbuka, Bukan Represi

Benny menilai pelarangan film tidak perlu dilakukan.
“Jika isi film dianggap keliru, bantah dengan argumen dan data, bukan dengan represi dan penyitaan proyektor,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi produser dan kru film yang menurutnya berani menyampaikan kritik di tengah melemahnya fungsi pengawasan lembaga formal.

“Ketika mimbar akademik dan ruang sidang parlemen mulai sunyi dari pembelaan terhadap rakyat kecil, sinema seperti _Pesta Babi_ inilah yang mengambil alih estafet kepedulian,” katanya (*)

Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com

Previous Post

Indratno Widiarto: Isoroku Yamamoto, Arsitek Pearl Harbor yang Tak Ingin Perang dengan AS !

Next Post

Puan Maharani: Food Estate Merauke Berpotensi Langgar Hak Masyarakat Adat Jika Tanpa Persetujuan !

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

September 6, 2026
Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

September 3, 2026
Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Agustus 25, 2026
VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

Agustus 12, 2026
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Next Post
Puan Maharani: Food Estate Merauke Berpotensi Langgar Hak Masyarakat Adat Jika Tanpa Persetujuan !

Puan Maharani: Food Estate Merauke Berpotensi Langgar Hak Masyarakat Adat Jika Tanpa Persetujuan !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

“JANGAN JALAN DI TEMPAT!” LPPDM DESAK KEJARI MABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA PILKADA Rp28 M

September 12, 2026
KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

KETIKA MELAWAN DISEBUT PEMBERONTAK DAN MENINDAS DISEBUT PENERTIBAN: CATATAN PRAM TENTANG KETIMPANGAN KUASA

September 12, 2026
EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

September 12, 2026
GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

September 12, 2026
TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

September 11, 2026
RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

September 11, 2026

BERITA TERPOPULER

  • KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Gempa Flores Berakhir? BMKG Ungkap Perkiraan Waktu Gempa Susulan Berhenti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN TUNGGU! MENDAGRI MINTA KADES SE-FLORES KEJAR DATA RUMAH RUSAK DEMI BANTUAN CAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAMI JUGA KORBAN! Camat Lamba Leda Utara Bongkar Diskriminasi Bantuan Gempa Flores 7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru Saja! Gempa 5.7 SR Guncang Laut Flores Dekat Labuhanbajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In