• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home LAINNYA

Asis Deornay: Akhiri Debat Pesta Babi, Fokus pada Keadilan Substantif untuk Papua !

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Mei 19, 2026
in LAINNYA
0 0
0
Asis Deornay: Akhiri Debat Pesta Babi, Fokus pada Keadilan Substantif untuk Papua !
0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ISTANA NETIZEN.COM – Advokat Asis Deornay asal Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT di Jakarta menilai film dokumenter investigatif _Pesta Babi_ karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale seharusnya menjadi pintu masuk untuk memperjuangkan keadilan substantif bagi warga Papua, bukan bahan perdebatan berkepanjangan.

Dalam opininya, Selasa (19/5/2026), Asis menyoroti polarisasi publik terhadap film tersebut.
“Publik terbelah dalam merespons film dokumenter investigatif Pesta Babi,” tulisnya.

Sebagian memandang film ini sebagai medium penting untuk membuka mata terhadap krisis ekologis dan ancaman ruang hidup masyarakat adat di Papua. Sementara kelompok lain menilai narasinya provokatif.

Asis mengapresiasi pandangan Pastor Patris Alegro yang menggunakan pendekatan Ekokritisme dan Teori Poskolonial dalam membaca film tersebut.
“Beliau mengajak publik untuk menonton dan memahami film tidak hanya dengan simpati emosional semata, tetapi juga dengan kesadaran intelektual,” kutip Asis.

Menurut Pastor Patris, film _Pesta Babi_ harus diuji lebih dalam dan tidak menjadikan penderitaan warga Papua sebagai simbol yang dijual demi pengakuan atau penghargaan. Asis menyebut pesan itu sebagai _“Duc in altum”_.

Advokat Asis Deornay asal Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT di Jakarta

Sebagai praktisi hukum, Asis menegaskan bahwa film tersebut memiliki nilai sebagai data empiris.
“Bagi saya film pesta babi adalah salah satu data empiris yang bisa dijadikan rujukan untuk menggugat negara dan/atau korporasi,” ujarnya.

Tujuannya, lanjut dia, adalah mempertahankan tanah ulayat, menghentikan perampasan ruang hidup, serta membatalkan izin operasi perusahaan ekstraktif yang mengancam lingkungan dan budaya masyarakat adat.

Akar keadilan yang ia dorong adalah keadilan restoratif, keadilan lingkungan, dan keadilan sosial.
“Secara hukum, ini menuntut pengakuan hak asasi manusia, perlindungan ruang hidup masyarakat adat, serta penegakan hukum tata negara yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal,” tegas Asis.

Ia juga menyetujui analisis politikus Demokrat Benny Kabur Harman dalam tulisannya _Pesta Babi Yang Menakutkan?_ yang menurutnya membedah kasus Papua dari bingkai politik dan hukum.
“BKH berhasil membedah kasus Papua dalam dua bingkai perspektif analisis. Politik dan juga hukum,” tulis Asis.

Asis menutup opininya dengan menyebut persoalan Papua sebagai dosa kolektif yang harus diperbaiki.
“Dalam konsep negara hukum (rechtsstaat) ini justru bertentangan dengan prinsip utamanya: dimana negara hadir untuk memastikan keadilan benar-benar terwujud bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Asis menyimpulkan, perdebatan soal film harus diakhiri jika tujuan akhirnya adalah keadilan.
“Tidak cukup dengan melahirkan ide atau pemikiran, tetapi jauh lebih penting adalah tentang keadilan yang substantif bagi warga Papua. _Lex suprema iustitia_ — inilah hukum tertingginya,” tutupnya.

Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen
Com

Previous Post

Kisah Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat RI yang Divonis Mati Karena Korupsi !

Next Post

MPL-PGI di Merauke: Gereja Indonesia Dukung Penolakan PSN Papua dan Tolak Militerisme !

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
MPL-PGI di Merauke: Gereja Indonesia Dukung Penolakan PSN Papua dan Tolak Militerisme !

MPL-PGI di Merauke: Gereja Indonesia Dukung Penolakan PSN Papua dan Tolak Militerisme !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

Recent News

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

KATEGORI

  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • LAINNYA
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In