• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Agama di Era Post-Antroposen: Alarm Moral dari Kota Ruteng

Agama di Era Post-Antroposen: Alarm Moral dari Kota Ruteng

Pengukuhan Profesor Uskup Maksimus Regus Jadi Refleksi Kritis Soal Peran Agama di Tengah Dominasi Teknologi dan Kapital

Istana Netizen by Istana Netizen
Mei 9, 2026
in LAINNYA
0
Agama di Era Post-Antroposen: Alarm Moral dari Kota Ruteng
0
SHARES
85
VIEWS

ISTANA NETIZEN.COM– Pengukuhan Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, sebagai Guru Besar di Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng, Rabu, 7 Mei 2026, berubah menjadi refleksi publik tentang masa depan agama di tengah gempuran teknologi, kapital, dan logika pasar.

Dalam pidato pengukuhannya bertema _“Meneropong Agama di Era Post-Antroposen: Kajian Sosiologi Agama dan Multikulturalisme”_, Uskup Maks Regus menyoroti posisi agama yang semakin terpinggirkan meski simbol dan ritualnya masih terlihat di ruang publik.

BACAJUGA

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

“Di manakah posisi agama ketika kehidupan manusia semakin ditentukan oleh teknologi, kapital, dan logika pasar? Apakah agama hanya tersisa sebagai simbol tanpa daya transformasi?” tulis Benny K. Harman dalam akun Facebooknya tertanggal (7/5/2026) sebagai opini yang dirilis untuk https://istananetizen.com.

Agama Hadir Formal, Tapi Kehilangan Daya Kritis

Benny menilai, dunia saat ini hidup dalam paradoks. Rumah ibadah berdiri, ritual berjalan, simbol keagamaan bahkan semakin terlihat. Namun pengaruh substantif agama terhadap cara manusia berpikir dan bertindak justru melemah.

“Agama tidak dihapus, tetapi dipinggirkan, dimarginalkan,” ujarnya.

Konsep _post-antroposen_ yang diangkat Uskup Maks Regus menandai perubahan besar cara manusia memandang dirinya. Jika di era antroposen manusia dianggap pusat penentu kehidupan di bumi, maka di era post-antroposen dominasi itu mulai dipertanyakan.

Teknologi, algoritma, dan kecerdasan buatan kini tidak hanya membaca tetapi membentuk preferensi dan keputusan manusia. Sementara krisis ekologis menunjukkan dampak eksploitasi tanpa batas.

Kapitalisme Reduksi Manusia Jadi Konsumen

Tantangan terbesar lain, menurut Benny, adalah dominasi kapitalisme yang sudah melampaui fungsi ekonomi. Nilai pasar kini mengatur cara manusia memahami kebahagiaan, kesuksesan, bahkan identitas diri.

“Manusia cenderung direduksi menjadi konsumen. Nilai diukur dari daya beli. Relasi sosial pun semakin bersifat transaksional,” tulisnya.

Dalam kondisi ini, agama menghadapi marginalisasi struktural. Ia tidak diserang langsung, tetapi dibuat tidak relevan dalam praktik sehari-hari. Lebih parah, agama sendiri kerap kehilangan daya kritis dan terjebak dalam rutinitas simbolik.

“Ketika ketimpangan sosial semakin tajam, suara agama tidak selalu terdengar kuat. Ketika korupsi merajalela, aura agama terdengar sayup-sayup,” tegas Benny.

Labuan Bajo Jadi Ujian Multikulturalisme

Pengukuhan Uskup Maks Regus dinilai strategis karena ia memimpin Labuan Bajo, calon kota global yang multikultural. Di wilayah ini, agama tidak hanya berfungsi sebagai sistem keyakinan, tetapi juga identitas sosial dan politik.

“Agama memiliki potensi ganda: sebagai perekat sekaligus pemecah. Ia dapat memperkuat solidaritas, tetapi juga berisiko menjadi alat eksklusi jika tidak dikelola dengan bijak,” jelas Benny.

Ia menekankan pentingnya peran akademisi yang juga pemimpin agama untuk menjembatani dunia nilai dan realitas sosial. Suara dari Kota Ruteng, yang kerap disebut menghadapi persoalan sosial berat termasuk kasus bunuh diri, disebutnya sebagai _wake up call_ bagi dunia.

Agama Harus Kembali ke Fungsi Profetik

Pertanyaan mendasar yang muncul, menurut Benny, adalah: masih adakah peran agama di era post-antroposen?

“Jawabannya bergantung pada kemampuan agama untuk melakukan refleksi dan transformasi. Agama perlu kembali pada fungsi profetiknya sebagai suara moral yang mengingatkan batas-batas etis dari kekuasaan, teknologi, dan pasar,” tulisnya.

Ia menutup opini dengan ucapan selamat untuk Uskup Profesor Maks Regus.

“Pidato pengukuhan ini mengingatkan kita bahwa dunia sedang mengalami perubahan besar yang tidak hanya teknologis dan ekonomis, tetapi juga moral dan kultural. Jika agama tidak mampu memberi makna, kita berisiko membangun masyarakat yang maju secara materi, tetapi kehilangan arah secara nilai,” pungkasnya.

Penulis/ Editor : Tim Redaksi Media Istana Netizen Com.

Previous Post

The WikiLeaks Emails Show How a Clinton White House Might Operate

Next Post

Gubernur NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng: “Iman dan Logika Harus Jalan Bersama

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

September 6, 2026
Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

September 3, 2026
Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Agustus 25, 2026
VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

Agustus 12, 2026
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Next Post
Gubernur NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng: “Iman dan Logika Harus Jalan Bersama

Gubernur NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng: “Iman dan Logika Harus Jalan Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

September 12, 2026
GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

September 12, 2026
TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

September 11, 2026
RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

September 11, 2026
“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

September 10, 2026
DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

September 10, 2026

BERITA TERPOPULER

  • KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Gempa Flores Berakhir? BMKG Ungkap Perkiraan Waktu Gempa Susulan Berhenti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN TUNGGU! MENDAGRI MINTA KADES SE-FLORES KEJAR DATA RUMAH RUSAK DEMI BANTUAN CAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAMI JUGA KORBAN! Camat Lamba Leda Utara Bongkar Diskriminasi Bantuan Gempa Flores 7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru Saja! Gempa 5.7 SR Guncang Laut Flores Dekat Labuhanbajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In