• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Yudi Latif Usulkan Demokrasi Fungsional: Parlemen Diisi Wakil Petani, Buruh, Guru, Bukan Lagi Dominasi Partai.

Yudi Latif Usulkan Demokrasi Fungsional: Parlemen Diisi Wakil Petani, Buruh, Guru, Bukan Lagi Dominasi Partai.

Istana Netizen by Istana Netizen
Juni 1, 2026
in LAINNYA
0
Yudi Latif Usulkan Demokrasi Fungsional: Parlemen Diisi Wakil Petani, Buruh, Guru, Bukan Lagi Dominasi Partai.
0
SHARES
41
VIEWS

ISTANA NETIZEN.com–Jakarta, Minggu 31 Mei 2026.

Cendekiawan Yudi Latif mengusulkan pembaruan sistem politik Indonesia dari partai massa menuju representasi fungsional. Usulan itu disampaikan dalam manifesto bertajuk _“Dari Partai Massa Menuju Representasi Fungsional: Usulan Pembaruan Sistem Politik Indonesia”_ yang diterima redaksi https://istananetizen.com, Minggu 31 Mei 2026.

BACAJUGA

TELAAH ISTANA NETIZEN COM: JIKA GIBRAN MUNDUR, APAKAH PRABOWO WAJIB MUNDUR? MENGULIK TEORI SATU PAKET

GEGER PUTUSAN MK 6 OKTOBER! MK AKUI TAK TEMUKAN IJAZAH SMA GIBRAN, TAPI TOLAK DISKUALIFIKASI – PINTU IMPEACHMENT TERBUKA?

Yudi Latif adalah Ketua Yayasan Dana Darma Pancasila.

Partai Kehilangan Fungsi Ideologis, Jadi Alat Elite

Menurut Yudi, selama lebih dari dua dekade Reformasi, demokrasi Indonesia bertumpu pada partai politik massa dengan asumsi masyarakat punya orientasi ideologis beragam. Namun setelah 20 tahun, partai-partai semakin sulit dibedakan secara ideologis.

“Hampir seluruh partai mengusung jargon ideologis serupa: nasionalisme-religius, konsolidasi demokrasi, ekonomi berkeadilan. Perbedaan yang muncul lebih sering berkaitan dengan figur, jaringan kekuasaan, serta konfigurasi kepentingan elite dibandingkan perbedaan visi mendasar,” tulis Yudi.

Akibatnya, partai kehilangan fungsi sebagai wahana perjuangan ideologis dan berubah menjadi instrumen kompetisi elite. Partai lebih menyerupai organisasi privat yang dikuasai kelompok tertentu daripada lembaga publik yang mewakili aspirasi rakyat.

Krisis Representasi: Rakyat Memilih tapi Tak Merasa Terwakili

Yudi menilai persoalan terbesar demokrasi Indonesia bukan kurangnya pemilu, melainkan melemahnya representasi. Rakyat memang memilih, tetapi tidak selalu merasa terwakili.

“Petani memilih, namun kebijakan pertanian sering disusun tanpa keterlibatan mereka. Buruh memilih, namun aspirasi buruh sering tenggelam dalam negosiasi elite politik. Guru, nelayan, tenaga kesehatan, akademisi, pelaku UMKM, komunitas adat mengalami keadaan serupa,” ujarnya.

Hubungan rakyat dan wakil rakyat menjadi tidak langsung karena harus melewati partai sebagai perantara tunggal. Ketika partai dikuasai oligarki politik dan ekonomi, proses representasi makin jauh dari kepentingan rakyat.

Gagasan Representasi Fungsional: Wakil Dipilih Berdasarkan Profesi

Sebagai alternatif, Yudi menawarkan representasi fungsional. Dalam model ini, masyarakat direpresentasikan berdasarkan fungsi sosial yang mereka jalankan, bukan afiliasi partai.

“Mereka yang bekerja di sektor pertanian memilih wakil pertanian. Mereka yang bekerja di sektor perburuhan memilih wakil perburuhan. Mereka yang bergerak di dunia pendidikan memilih wakil pendidikan,” tulis Yudi.

Parlemen tidak lagi diisi perwakilan partai, melainkan perwakilan fungsi-fungsi sosial yang nyata. Ruang legislasi diisi perjumpaan langsung kepentingan produktif bangsa, bukan persaingan simbol partai.

Golongan Fungsional: Petani hingga Disabilitas Punya Wakil

Golongan fungsional yang diusulkan mencakup petani dan perkebunan, nelayan dan kelautan, buruh dan pekerja, UMKM dan koperasi, dunia usaha, pendidikan dan akademisi, tenaga kesehatan, ilmu pengetahuan, organisasi profesi, organisasi keagamaan, bela negara, masyarakat adat, media, seni budaya, pemuda, perempuan, disabilitas, lingkungan hidup, dan seterusnya.

Jumlah dan komposisinya ditentukan melalui konsensus nasional dan dievaluasi berkala sesuai perkembangan masyarakat. Dengan begitu, struktur representasi mencerminkan struktur sosial Indonesia sesungguhnya.

Mekanisme Pemilihan: Konvensi hingga Musyawarah Nasional

Yudi menegaskan representasi fungsional tidak harus satu mekanisme seragam. Organisasi dengan keanggotaan luas dapat memilih wakil lewat konvensi nasional. Golongan yang terdiri banyak organisasi sejenis dapat menentukan wakil lewat musyawarah nasional antarpemimpin organisasi.

Negara tidak menentukan siapa wakil golongan, hanya menetapkan prinsip keterbukaan, transparansi, akuntabilitas, keterwakilan, demokrasi internal, dan pencegahan konflik kepentingan.

Efisien dan Tekan Biaya Politik

Sistem ini dinilai mengurangi biaya politik. Pemilu skala raksasa dan kampanye mahal menciptakan ketergantungan pada pemilik modal. Dengan representasi fungsional, pemilihan dilakukan di lingkungan masing-masing golongan. Kontestasi lebih terbatas, substantif, dan dekat dengan persoalan komunitas.

“Politik menjadi arena kompetensi dan rekam jejak, bukan arena pemasaran politik,” tulis Yudi.

Preseden Internasional dan Kesesuaian dengan Pancasila

Yudi menyebut gagasan ini bukan hal asing. Irlandia punya Senat dengan panel vokasional pertanian, tenaga kerja, budaya, pendidikan, industri. Slovenia memiliki Dewan Nasional yang mewakili kepentingan ekonomi, sosial, profesi, dan komunitas lokal. Inggris memiliki House of Lords yang diisi life peers berdasarkan keahlian. Prancis punya Economic, Social and Environmental Council yang beranggotakan serikat pekerja, pengusaha, dan asosiasi profesi.

Secara filosofis, representasi fungsional dekat dengan Pancasila. Sila keempat menekankan permusyawaratan dan perwakilan, bukan sekadar pertarungan suara mayoritas. Tradisi ketatanegaraan Indonesia sejak awal mengenal gagasan rakyat terdiri dari unsur politik, daerah, dan golongan sosial.

Opsi Moderat: Kombinasi Partai, Daerah, dan Fungsional

Yudi mengakui meninggalkan partai massa sepenuhnya akan mendapat perlawanan keras. Karena itu ia menawarkan versi moderat: mengombinasikan representasi partai, daerah, dan fungsional.

DPR tetap berbasis partai politik. Kamar kedua dibentuk sebagai majelis gabungan yang menghimpun perwakilan daerah dan perwakilan golongan fungsional. Perwakilan daerah memastikan suara wilayah hadir dalam kebijakan nasional. Perwakilan fungsional memastikan suara sektor produktif bangsa hadir langsung.

“Terdapat tiga sumber legitimasi: politik dari partai, teritorial dari daerah, fungsional dari golongan sosial. Model ini tidak menggantikan demokrasi yang ada, tetapi menyempurnakannya,” tegas Yudi.

Penutup: Demokrasi Fungsional Pancasila

Yudi menegaskan Indonesia butuh pembaruan politik mendasar karena krisis utama adalah krisis representasi. Partai kehilangan fungsi ideologis dan terjebak oligarki, sementara kelompok produktif belum punya saluran representasi memadai.

“Sudah waktunya mempertimbangkan pergeseran dari demokrasi berbasis partai menuju demokrasi representatif yang lebih luas berbasis golongan fungsional dan kedaerahan,” tulisnya.

Gagasan itu ia sebut sebagai Demokrasi Fungsional Pancasila: sistem yang tetap menghormati demokrasi elektoral, tetapi memperluasnya melalui representasi daerah dan golongan sosial, sehingga permusyawaratan benar-benar mencerminkan keseluruhan struktur masyarakat Indonesia.***

Penulis /Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com 

Previous Post

Hari Lahir Pancasila 2026: Yudi Latif Sebut “Pancasila Terluka oleh yang Mengaku Paling Mencintainya”, Netizen: “Nampol !”

Next Post

Menang di PTUN, Masyarakat Adat Poco Leok Deklarasi Hari Anti Tambang dan Desak Sahkan RUU Masyarakat Adat

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

Oktober 19, 2026
TELAAH ISTANA NETIZEN COM: JIKA GIBRAN MUNDUR, APAKAH PRABOWO WAJIB MUNDUR? MENGULIK TEORI SATU PAKET

TELAAH ISTANA NETIZEN COM: JIKA GIBRAN MUNDUR, APAKAH PRABOWO WAJIB MUNDUR? MENGULIK TEORI SATU PAKET

Oktober 13, 2026

GEGER PUTUSAN MK 6 OKTOBER! MK AKUI TAK TEMUKAN IJAZAH SMA GIBRAN, TAPI TOLAK DISKUALIFIKASI – PINTU IMPEACHMENT TERBUKA?

Oktober 7, 2026
MALAM INI NASIB GIBRAN DITENTUKAN! MK BACAKAN PUTUSAN IJAZAH SMA GIBRAN JAM 8 MALAM – DENNY INDRAYANA CS TUNTUT DISKUALIFIKASI, KUBU GIBRAN: SUDAH SETARA D1, JAUH MELEBIHI SMA!

MALAM INI NASIB GIBRAN DITENTUKAN! MK BACAKAN PUTUSAN IJAZAH SMA GIBRAN JAM 8 MALAM – DENNY INDRAYANA CS TUNTUT DISKUALIFIKASI, KUBU GIBRAN: SUDAH SETARA D1, JAUH MELEBIHI SMA!

Oktober 6, 2026

AKTA KETIGA PKF: DARI KONGRES MBAY 2015, KEPPRES 37/2025, HINGGA KODAM SOBE SONBAI 2026 – NTT MEKAR TINGGAL KETUK PALU GUBERNUR MELKI!

Oktober 6, 2026
MANTAN KETUA DPC PDIP MANGGARAI TIMUR WILI NURDIN DARI BORONG TURUN GUNUNG: LANGKAH P4KF SUDAH SANGAT TEPAT, FLORES WAJIB JADI PROVINSI, IBUKOTA JANGAN DIPERDEBATKAN!

MANTAN KETUA DPC PDIP MANGGARAI TIMUR WILI NURDIN DARI BORONG TURUN GUNUNG: LANGKAH P4KF SUDAH SANGAT TEPAT, FLORES WAJIB JADI PROVINSI, IBUKOTA JANGAN DIPERDEBATKAN!

Oktober 5, 2026
Next Post
Menang di PTUN, Masyarakat Adat Poco Leok Deklarasi Hari Anti Tambang dan Desak Sahkan RUU Masyarakat Adat

Menang di PTUN, Masyarakat Adat Poco Leok Deklarasi Hari Anti Tambang dan Desak Sahkan RUU Masyarakat Adat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BOCOR! DOKUMEN 20 MARET 2015: 9 BUPATI FLORES-LEMBATA SUDAH SEPAKAT PATUNGAN Rp 2,25 MILIAR UNTUK KAJIAN PROVINSI KEPULAUAN FLORES!

BOCOR! DOKUMEN 20 MARET 2015: 9 BUPATI FLORES-LEMBATA SUDAH SEPAKAT PATUNGAN Rp 2,25 MILIAR UNTUK KAJIAN PROVINSI KEPULAUAN FLORES!

Oktober 28, 2026
BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In