• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home LAINNYA

KESAKSIAN AJUDAN TERAKHIR BUNG KARNO: DIUSIR DARI ISTANA HANYA BAWA BENDERA PUSAKA

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Juni 14, 2026
in LAINNYA
0 0
0
KESAKSIAN AJUDAN TERAKHIR BUNG KARNO: DIUSIR DARI ISTANA HANYA BAWA BENDERA PUSAKA
0
SHARES
83
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ISTANA NETIZEN – Minggu 14 Juni 2026

KESAKSIAN AJUDAN TERAKHIR BUNG KARNO: DIUSIR DARI ISTANA HANYA BAWA BENDERA PUSAKA

Oleh :
Desas Desus Cerdas.

Ada kisah yang tidak diajarkan di buku sejarah sekolah. Kisah tentang bagaimana Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, meninggalkan Istana untuk terakhir kalinya. Bukan dengan upacara kenegaraan. Bukan dengan penghormatan militer. Tapi dengan dilarang masuk oleh petugas Korps Polisi Militer di depan gerbang istananya sendiri.

1. Kesaksian dari Sidarto Danusubroto

Kesaksian paling lengkap datang dari Sidarto Danusubroto, mantan ajudan Bung Karno yang mendampinginya hingga akhir hayat. Sidarto mengungkap kisah ini di program _Gapsol!_ http://Kompas.com, 27 Juni 2023.

2. Detik Pengusiran – Mei 1967

Secara _de jure_ Bung Karno masih Presiden. Secara _de facto_, kekuasaan sudah di tangan Soeharto sejak Supersemar 11 Maret 1966 & TAP MPRS.

Hari itu Sidarto baru mengantarkan Bung Karno makan sate di Cilincing, Jakarta Utara. Saat mau kembali ke Istana, mereka dilarang masuk CPM.

_”Saya antar Bung Karno makan sate di Tanjung Priok, lalu mau ke istana dilarang masuk oleh CPM waktu itu ya,”_ kata Sidarto.

Tidak ada kata keras. Tidak ada perlawanan. Orator paling lantang itu memilih diam.

Permintaannya cuma satu:
_”Tolong ambilkan bendera pusaka yang tersimpan di dalam Istana.”_

_”Dia hanya meminta ambil bendera pusaka, diambil dan dibawa ke Wisma Yaso. No single cents, tidak punya uang,”_ ujar Sidarto.

3. Tangan Hampa ke Wisma Yaso

Proklamator yang mendirikan negara ini berpindah ke Wisma Yaso, kini Museum Satria Mandala. Status: tahanan kota.

Tidak ada gaji. Tidak ada pensiun. Tidak ada tunjangan mantan presiden.

Sidarto yang masih muda tiba-tiba jadi sekretaris + pencari dana. Tapi pintu satu-satu ditutup. Orang dekat dulu, kini menjauh karena takut.

Sampai Tugimin, kepala rumah tangga Istana, berani kasih uang 10.000 dolar AS.

4. Uang di Kaleng Khong Guan

Tapi uang itu nggak bisa masuk. Setiap ke Wisma Yaso, Sidarto digeledah.

Akhirnya minta tolong Megawati Soekarnoputri. Uang dolar diselipkan di bawah roti dalam kaleng Khong Guan. Megawati yang bawa masuk melewati pemeriksaan.

_”Saya minta tolong Mega, ‘Mbak Mega, kalau saya digeledah’. Jadi ditaruh di bawah roti Khong Guan, kaleng ada rotinya di bawahnya dikasih uang dollar,”_ kenang Sidarto.

5. Senyap yang Menggerogoti

Di Wisma Yaso, Bung Karno tidak mengeluh. Tidak marah terbuka. Tapi Sidarto tahu: beliau kesepian. Orang-orang menjauh bukan karena benci, tapi karena takut. Kesepian itu menggerogoti lebih dalam dari sakit ginjalnya.

Mau berobat saja harus minta izin Pangdam Jaya. Resep dokter nggak pernah bisa ditebus.

21 Juni 1970, Bung Karno wafat.

Penutup

Ia membangun negara ini dari nol.
Ia meninggalkannya tanpa uang sepeser pun. Hanya dengan bendera pusaka di tangan.

Dalam senyap yang tidak layak diterima siapa pun yang sudah memberikan segalanya untuk bangsanya.***

Editor : Tim Redaksi Istana Netizen

Previous Post

Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

Next Post

These Are the 5 Big Tech Stories to Watch in 2017

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post

These Are the 5 Big Tech Stories to Watch in 2017

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

Recent News

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

KATEGORI

  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • LAINNYA
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In