• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home LAINNYA

Agama di Era Post-Antroposen: Alarm Moral dari Kota Ruteng

Pengukuhan Profesor Uskup Maksimus Regus Jadi Refleksi Kritis Soal Peran Agama di Tengah Dominasi Teknologi dan Kapital

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Mei 9, 2026
in LAINNYA
0 0
0
Agama di Era Post-Antroposen: Alarm Moral dari Kota Ruteng
0
SHARES
85
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ISTANA NETIZEN.COM– Pengukuhan Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, sebagai Guru Besar di Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng, Rabu, 7 Mei 2026, berubah menjadi refleksi publik tentang masa depan agama di tengah gempuran teknologi, kapital, dan logika pasar.

Dalam pidato pengukuhannya bertema _“Meneropong Agama di Era Post-Antroposen: Kajian Sosiologi Agama dan Multikulturalisme”_, Uskup Maks Regus menyoroti posisi agama yang semakin terpinggirkan meski simbol dan ritualnya masih terlihat di ruang publik.

“Di manakah posisi agama ketika kehidupan manusia semakin ditentukan oleh teknologi, kapital, dan logika pasar? Apakah agama hanya tersisa sebagai simbol tanpa daya transformasi?” tulis Benny K. Harman dalam akun Facebooknya tertanggal (7/5/2026) sebagai opini yang dirilis untuk https://istananetizen.com.

Agama Hadir Formal, Tapi Kehilangan Daya Kritis

Benny menilai, dunia saat ini hidup dalam paradoks. Rumah ibadah berdiri, ritual berjalan, simbol keagamaan bahkan semakin terlihat. Namun pengaruh substantif agama terhadap cara manusia berpikir dan bertindak justru melemah.

“Agama tidak dihapus, tetapi dipinggirkan, dimarginalkan,” ujarnya.

Konsep _post-antroposen_ yang diangkat Uskup Maks Regus menandai perubahan besar cara manusia memandang dirinya. Jika di era antroposen manusia dianggap pusat penentu kehidupan di bumi, maka di era post-antroposen dominasi itu mulai dipertanyakan.

Teknologi, algoritma, dan kecerdasan buatan kini tidak hanya membaca tetapi membentuk preferensi dan keputusan manusia. Sementara krisis ekologis menunjukkan dampak eksploitasi tanpa batas.

Kapitalisme Reduksi Manusia Jadi Konsumen

Tantangan terbesar lain, menurut Benny, adalah dominasi kapitalisme yang sudah melampaui fungsi ekonomi. Nilai pasar kini mengatur cara manusia memahami kebahagiaan, kesuksesan, bahkan identitas diri.

“Manusia cenderung direduksi menjadi konsumen. Nilai diukur dari daya beli. Relasi sosial pun semakin bersifat transaksional,” tulisnya.

Dalam kondisi ini, agama menghadapi marginalisasi struktural. Ia tidak diserang langsung, tetapi dibuat tidak relevan dalam praktik sehari-hari. Lebih parah, agama sendiri kerap kehilangan daya kritis dan terjebak dalam rutinitas simbolik.

“Ketika ketimpangan sosial semakin tajam, suara agama tidak selalu terdengar kuat. Ketika korupsi merajalela, aura agama terdengar sayup-sayup,” tegas Benny.

Labuan Bajo Jadi Ujian Multikulturalisme

Pengukuhan Uskup Maks Regus dinilai strategis karena ia memimpin Labuan Bajo, calon kota global yang multikultural. Di wilayah ini, agama tidak hanya berfungsi sebagai sistem keyakinan, tetapi juga identitas sosial dan politik.

“Agama memiliki potensi ganda: sebagai perekat sekaligus pemecah. Ia dapat memperkuat solidaritas, tetapi juga berisiko menjadi alat eksklusi jika tidak dikelola dengan bijak,” jelas Benny.

Ia menekankan pentingnya peran akademisi yang juga pemimpin agama untuk menjembatani dunia nilai dan realitas sosial. Suara dari Kota Ruteng, yang kerap disebut menghadapi persoalan sosial berat termasuk kasus bunuh diri, disebutnya sebagai _wake up call_ bagi dunia.

Agama Harus Kembali ke Fungsi Profetik

Pertanyaan mendasar yang muncul, menurut Benny, adalah: masih adakah peran agama di era post-antroposen?

“Jawabannya bergantung pada kemampuan agama untuk melakukan refleksi dan transformasi. Agama perlu kembali pada fungsi profetiknya sebagai suara moral yang mengingatkan batas-batas etis dari kekuasaan, teknologi, dan pasar,” tulisnya.

Ia menutup opini dengan ucapan selamat untuk Uskup Profesor Maks Regus.

“Pidato pengukuhan ini mengingatkan kita bahwa dunia sedang mengalami perubahan besar yang tidak hanya teknologis dan ekonomis, tetapi juga moral dan kultural. Jika agama tidak mampu memberi makna, kita berisiko membangun masyarakat yang maju secara materi, tetapi kehilangan arah secara nilai,” pungkasnya.

Penulis/ Editor : Tim Redaksi Media Istana Netizen Com.

Previous Post

The WikiLeaks Emails Show How a Clinton White House Might Operate

Next Post

Gubernur NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng: “Iman dan Logika Harus Jalan Bersama

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
Gubernur NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng: “Iman dan Logika Harus Jalan Bersama

Gubernur NTT Hadiri Pengukuhan Dua Guru Besar Unika Santu Paulus Ruteng: “Iman dan Logika Harus Jalan Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

Recent News

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

KATEGORI

  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • LAINNYA
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In