ISTANA NETIZEN.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dicegat mahasiswa saat tiba dalam kunjungan kerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilansir detik Bali.com Kamis malam, 21/5/2026.

Pertemuan dadakan itu dimanfaatkan mahasiswa untuk menyuarakan persoalan di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang.
Dicegat Aliansi Mahasiswa Saat Tiba di Kupang
Mahasiswa yang mencegat Gibran berasal dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan. Ketua Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang, Asten Bait, mengatakan pihaknya langsung menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan warga Amfoang kepada Wapres.
“Hari ini kami tidak ada niat aksi, tapi ini karena Pak Wapres yang turun dan ketemu dengan kami, kami sampaikan persoalan yang terjadi di Amfoang,” kata Asten, seusai bertemu Gibran.
Sampaikan Keluhan Soal Jalan, RS, dan BBM Langka
Dalam pertemuan itu, Asten menyampaikan keluhan masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya Amfoang. Isu yang disampaikan meliputi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak, rumah sakit pratama yang belum beroperasi, serta kelangkaan BBM.
“Semua poin tuntutan kami ini telah disampaikan ke Pak Wapres dan beliau berkomitmen untuk memberikan atensi khusus untuk Amfoang,” ujarnya.
Wapres Gibran Komitmen Hadirkan SPBU hingga Perbaiki Jalan
Asten mengatakan Gibran merespons dengan menyatakan akan memberi atensi khusus. Atensi itu mencakup persoalan kelangkaan BBM, rencana menghadirkan satu SPBU di Amfoang, perbaikan jalan dan jembatan, serta penanganan rumah sakit yang belum beroperasi.
“Bicara soal tuntutan yang kami sampaikan ini akan ada atensi khusus,” katanya.
Kritik: Pemerintah Pusat Cenderung Hanya Lihat yang Baik
Ia menilai selama ini Pemerintah Pusat yang turun ke daerah cenderung hanya melihat sisi baik, sedangkan persoalan di wilayah pedalaman luput dari perhatian.
“Sejauh ini yang kita lihat, Pemerintah Pusat ketika turun ke desa-desa hanya melihat hal yang baik. Tetapi hal yang buruk di pedalaman itu justru tak terlihat,” tukas Asten.
Harap Ada Alokasi Anggaran untuk Wilayah Tertinggal
Asten berharap pertemuan dengan Wapres dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Pusat untuk mengalokasikan anggaran pembangunan. Fokusnya untuk Amfoang, Amarasi, Fatuleu, dan wilayah lain di Kabupaten Kupang yang masih kekurangan infrastruktur.***
Penulis / Editor : Tim Redaksi Istana Netizen Com














