• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home LAINNYA

Patritius Arifin: Pakai Kacamata Marx, Negara Sering Jadi Alat Penindas Kelas Bawah !

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Mei 26, 2026
in LAINNYA
0 0
0
Patritius Arifin: Pakai Kacamata Marx, Negara Sering Jadi Alat Penindas Kelas Bawah !
0
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ISTANA NETIZEN.COM – Patritius Arifin mengulas kembali pemikiran Karl Marx yang dinilainya relevan dengan kondisi hari ini. Menurutnya, negara kerap tampil memihak kelas kuat, sementara orang kecil justru menjadi korban pembangunan dan tidak punya akses pada keadilan.

Orang Kecil Kalah, Hukum Justru Memakan Mereka

“Kita hampir setiap saat menyaksikan bagaimana orang kecil dikalahkan. Orang kecil sering menjadi korban pembangunan. Negara memang negara hukum, tetapi orang kecil hampir tidak punya akses pada keadilan, bahkan sangat sering hukum justru memakan mereka,” tulis Patritius, Senin, 25 Mei 2026.

Ia mengajak pembaca menelusuri pemikiran Karl Marx, tokoh yang dianggap pahlawan kaum buruh dan tertindas, untuk menjawab pertanyaan mengapa negara dalam banyak kasus terang-terangan memihak kelas yang kuat.

Bertolak dari Sosialisme: Hapus Kelas Penguasa

Patritius menjelaskan, Marx adalah seorang sosialis. Sosialisme meyakini keadilan tercapai dengan penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi.

“Dengan kata lain, bagi Marx jika suatu masyarakat mau adil, kelas penguasa harus dihapus dari antara mereka. Inilah inti sosialisme Marx, yakni emansipasi! Ia mendorong perombakan struktur yang menindas,” tulisnya.

Penemuan Penting Marx: Basis Menentukan Superstruktur

Yang jenius dari Marx, menurut Patritius, adalah soal peran negara dalam struktur penindasan. Marx tidak percaya perubahan digerakkan oleh ide atau kesadaran semata.

“Ide justru mengikuti realitas material. Perubahan selalu datang dari bawah,” jelasnya.

Revolusi buruh, kata dia, tidak bangkit hanya karena khotbah atau orasi. “Revolusi akan bangkit dengan sendirinya ketika situasi material sudah siap, misalnya ketika uang tak lagi cukup untuk menambal atap yang bocor, anak-anak mati kelaparan karena tak makan, upah semakin rendah, obat-obatan mahal,” tulis Patritius.

Bagi Marx, motor sejarah adalah dinamika nyata di basis, sementara ideologi, agama, filsafat, negara, hukum yang disebut superstruktur hanyalah refleksi situasi material.

Basis adalah Konflik, Negara adalah Negara Kelas

Patritius menegaskan, ciri basis adalah konflik. Marx mengungkap masyarakat terbagi ke dalam dua kelas yang bertentangan: pemilik modal dan yang tidak memiliki.

“Negara menurut Marx tertanam dalam relasi produksi yang timpang tadi. Jadi, negara secara hakiki merupakan negara kelas, artinya negara dikuasai secara langsung atau tidak langsung oleh kelas-kelas yang menguasai bidang ekonomi,” tulisnya.

Dengan demikian, negara bukan lembaga netral. “Negara adalah bagian dari struktur penindasan. Konflik di basis tidak terselesaikan dalam negara hukum. Yang kuat tetap akan memerintah, sementara yang lemah akan dikuasai,” tegas Patritius.

Fakta Politik Hari Ini: Politisi-Pebisnis Dominasi Parlemen dan Kabinet

Untuk membuktikan tesis Marx, Patritius mengutip riset ICW Oktober 2024.

“Penelitian itu mengungkap fakta bahwa sekitar 61% anggota DPR RI periode 2024-2029 merupakan politisi-pebisnis, atau sekitar 354 dari 580 total anggota DPR,” tulisnya.

Di eksekutif, data JATAM menyebut lebih dari 30 dari 48 menteri di kabinet Prabowo memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan oligarki atau aktivitas bisnis, khususnya sektor ekstraktif.

Data ini, kata dia, linear dengan ekspansi modal melalui negara seperti kasus Rempang, food estate di Papua, Kalimantan, dan NTT, serta konsesi tambang dan sawit yang meluas.

Kesimpulan: Negara Harus Hilang dalam Masyarakat Sosialis

“Kesimpulan yang bisa diambil dari kenyataan bahwa kamar-kamar lembaga kekuasaan dibegal pemodal sebetulnya sederhana: negara sejak semula adalah alat hegemoni kelas atas!” tulis Patritius.

Karena itu, perubahan hakiki tidak bisa diharapkan datang dari negara. “Kelas atas tidak mungkin memotong dahan di mana mereka duduk. Itulah mengapa dalam masyarakat sosialis, negara menurut Marx harus hilang. Ia layu bersama lenyapnya kepemilikan pribadi dan kelas. Negara adalah bagian dari struktur penindasan yang harus dilawan,” tutupnya.

Penulis / Editor : Tim Redaksi Istana Netizen Com

Previous Post

Edi Hardum: Lawan Mafia Peradilan, Jangan Menyerah Meski Penuh Risiko !

Next Post

Burhanudin: Indonesia Kaya Raya Tapi Rakyat Miskin, Sistem Bretton Woods Jadi Akar Penjajahan Ekonomi !

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
Burhanudin: Indonesia Kaya Raya Tapi Rakyat Miskin, Sistem Bretton Woods Jadi Akar Penjajahan Ekonomi !

Burhanudin: Indonesia Kaya Raya Tapi Rakyat Miskin, Sistem Bretton Woods Jadi Akar Penjajahan Ekonomi !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

Recent News

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

KATEGORI

  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • LAINNYA
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In