• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home LAINNYA

Edi Hardum: Hati-hati Intelektual Tukang, Mereka Hama Bangsa Dibayar Counter Kritik

Doktor Edi Hardum Bedah Intelektual Bernilai vs Intelektual Tukang, Sindir Pembela Penguasa: Legalistik Sempit, Pikiran Bisa Dibeli

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Mei 30, 2026
in LAINNYA
0 0
0
0
SHARES
414
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ISTANA NETIZEN.COM – Doktor Edi Hardum, S.H., M.H., melontarkan kritik tajam terhadap fenomena intelektual yang membela kekuasaan. Ia menyebutnya sebagai “intelektual tukang” yang justru menjadi hama bagi bangsa dan negara.

Opini itu ia sampaikan melalui tulisan berjudul _Intelektual Bernilai versus Intelektual Tukang_, dilansir _VoxNtt_, Rabu, 27 Mei 2026.

Menurut Edi, intelektual seharusnya menjadi pengontrol agar negara tidak sewenang-wenang dan masyarakat tidak terjebak mobokrasi atau gerakan merusak. Ia mengutip pemikir Prancis, Julien Benda, bahwa intelektual tidak mengejar tujuan praktis, tetapi wajib terlibat menghadapi kekerasan, korupsi, dan penyelewengan penguasa maupun masyarakat.

“Intelektual harus terlibat dalam menghadapi kekerasan, korupsi dan berbagai penyelewengan yang dilakukan baik oleh penguasa maupun oleh masyarakat,” tulis Edi mengutip Ignas Kleden.

Dua Jenis Intelektual Ala Gramsci

Edi mengurai pandangan Antonio Gramsci yang membagi intelektual ke dalam dua golongan. Pertama, intelektual tradisional yakni guru, administrator, rohaniwan yang menjalankan pekerjaan sama dari generasi ke generasi tanpa mempersoalkan yang dilakukan.

Kedua, intelektual organik yang terikat kelas sosial dan organisasi besar ekonomi-politik. Kelompok ini diisi teknisi industri, konsultan bisnis, penasihat politik penguasa, ahli strategi militer, hingga spesialis public relations.

“Fungsi intelektual organik bukan menjadi masyarakat seperti apa adanya, tetapi mendorong perubahan dengan memperkenalkan cara berpikir baru,” jelas Edi.

Intelektual Wajib Berani Ambil Risiko

Mengutip Edward Wadie Said, Edi menegaskan intelektual adalah orang yang terpanggil untuk mewakili posisi dan pandangan bagi publik, baik lewat tulisan, bicara di media, mengajar, maupun membina kelompok tersisih.

“Tugas representasi itu mengandung komitmen dan risiko, menuntut keberanian dan kesediaan berkorban termasuk siap dipenjara oleh kekuasaan yang ‘mempropertikan’ aparat penegak hukum dan ‘menternakan’ orang tidak sekolah dan sekolah tapi oportunis,” tulisnya.

Sindiran ke “Intelektual Tukang”

Sosiolog Indonesia, Ignas Kleden, kata Edi, menekankan intelektual bekerja dengan informasi sebagai sarana untuk mengubahnya menjadi nilai, komitmen politik, dan sikap moral. Berbeda dengan ilmuwan yang membatasi diri pada disiplin keahlian, intelektual menerobos disiplin demi kepentingan publik.

Arief Budiman, lanjut Edi, menggolongkan intelektual menjadi dua: intelektual bernilai dan intelektual tukang. Intelektual bernilai mengkritisi ketidakberesan oleh penguasa seperti KKN.

“Sementara intelektual tukang adalah orang-orang sekolah yang menjadi juru bicara atau membenarkan tindakan penyimpangan penguasa. Pemikiran mereka bisa dibeli untuk menggolkan tujuan jahat kekuasaan,” tegas Edi.

Ia menambahkan, intelektual tukang adalah mereka yang dibayar untuk meng-counter pendapat intelektual sejati. “Mereka umumnya berpendapat legalistik-formal-sempit. Mereka sesungguhnya hama bangsa dan negara,” tutup Edi Hardum.

Penulis / Editor : Redaksi Istana Netizen Com

Previous Post

Jimmy Fallon’s 8 Best Hosting Moments of All Time

Next Post

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

Recent News

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

KATEGORI

  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • LAINNYA
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In