• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » DPRD Mabar Pertanyakan Rantai Pasok Pariwisata: Petani Belum Nikmati Cuan dari Piring Wisatawan Labuan Bajo

DPRD Mabar Pertanyakan Rantai Pasok Pariwisata: Petani Belum Nikmati Cuan dari Piring Wisatawan Labuan Bajo

Istana Netizen by Istana Netizen
Mei 31, 2026
in LAINNYA
0
DPRD Mabar Pertanyakan Rantai Pasok Pariwisata: Petani Belum Nikmati Cuan dari Piring Wisatawan Labuan Bajo
0
SHARES
42
VIEWS

ISTANA NETIZEN.com – Labuan, Bajo, Manggarai Barat, Minggu  31 Mei, 2026.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Gerindra, Kanisius Jehabut, kembali mempertanyakan keterhubungan petani lokal dengan industri pariwisata Labuan Bajo. Pertanyaan itu ia angkat dalam tulisan reflektif yang disampaikan kepada https://istananetizen.com, Sabtu 30 Mei 2026.

BACAJUGA

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Hotel dan Restoran Tumbuh, Tapi dari Mana Bahan Makannya?

Dalam tulisan bertajuk _“Dari Paradoks Indonesia ke Paradoks Labuan Bajo”_, Kanisius mengajukan pertanyaan sederhana namun mendasar: apakah petani Manggarai Barat sudah tersambung dengan hotel dan restoran?

“Labuan Bajo hari ini sudah menjadi destinasi pariwisata dunia. Hotel bertumbuh. Restoran bertambah. Kapal wisata bergerak setiap hari. Wisatawan datang, makan, menginap, dan menikmati seluruh pesona alam Manggarai Barat,” tulis Kanisius.

Namun ia menegaskan, pertanyaan penting yang harus dijawab adalah asal bahan makanan yang dikonsumsi di hotel dan restoran. Apakah beras, sayur, buah, telur, daging, ikan, kopi, dan pangan lokal lain berasal dari petani dan nelayan Manggarai Barat, atau sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah?

Sektor Pertanian Dominan, Tapi Belum Jadi Pemasok Utama Wisata

Kanisius mengutip data BPS yang menyebut struktur ekonomi Manggarai Barat tahun 2024 masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 37,79 persen dari PDRB. Artinya, tulang punggung ekonomi rakyat masih berada di sektor pertanian, perikanan, dan sumber daya lokal.

Di sisi lain, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum adalah wajah langsung pariwisata. Di sektor itulah wisatawan membelanjakan uangnya. Namun jika kebutuhan hotel dan restoran tidak tersambung dengan produksi petani lokal, pariwisata hanya menjadi panggung konsumsi, bukan mesin kesejahteraan rakyat.

Paradoks Labuan Bajo: Wisata Kelas Dunia, Petani Tak Punya Pasar Pasti

“Di sinilah letak paradoks Labuan Bajo,” tegas Kanisius. Daerah ini menyandang status pariwisata kelas dunia, tetapi petani lokal belum tentu menjadi bagian utama dari rantai pasok pariwisata.

Ia menilai, jika hotel dan restoran tumbuh tetapi petani tetap menjual hasil dengan harga rendah, tanpa kontrak, tanpa kepastian pasar, dan tanpa standar pembelian jelas, maka nilai tambah pariwisata akan bocor keluar dari Manggarai Barat.

Jawab dengan Kebijakan, Bukan Slogan

Menurut Kanisius, pertanyaan soal keterhubungan petani dengan hotel dan restoran harus dijawab dengan kebijakan, bukan sekadar slogan.

Pemerintah daerah perlu membangun data kebutuhan pangan hotel dan restoran: berapa ton beras, berapa kilogram sayur, buah, telur, daging, ikan, kopi, dan produk lokal yang dikonsumsi sektor pariwisata setiap bulan. Data itu harus dipertemukan dengan data produksi petani lokal per kecamatan.

Dari situ akan terlihat komoditas yang sudah bisa dipenuhi dari dalam daerah, yang belum cukup, dan yang perlu diperkuat lewat pembinaan petani, koperasi, BUMDes, BUMD, serta pelaku UMKM pangan lokal.

Dorong Jembatan Kelembagaan untuk Rantai Pasok Lokal

Kanisius berpandangan Manggarai Barat perlu membangun sistem rantai pasok pangan lokal untuk pariwisata. Petani tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri, dan hotel-restoran tidak bisa hanya disalahkan.

“Yang dibutuhkan adalah jembatan kelembagaan: koperasi, BUMDes, BUMD, offtaker, pasar induk pangan lokal, sistem logistik, standar kualitas, kepastian harga, dan kontrak pembelian,” ujarnya.

Ia menegaskan, pariwisata yang sehat bukan hanya soal jumlah wisatawan. Pariwisata yang sehat adalah pariwisata yang mampu menggerakkan sawah, kebun, kandang, laut, dapur UMKM, dan pasar rakyat.

Jangan Biarkan Labuan Bajo Jadi Panggung Kemewahan Tanpa Kesejahteraan

“Jika petani Manggarai Barat tersambung dengan hotel dan restoran, maka setiap piring makanan wisatawan akan menjadi jalan kesejahteraan bagi rakyat. Tetapi jika tidak, maka Labuan Bajo hanya akan menjadi tempat orang makan, sementara nilai ekonominya mengalir keluar,” kata Kanisius.

Ia menutup dengan menegaskan tugas besar bersama: menjadikan Labuan Bajo bukan hanya panggung kemewahan, tetapi lokomotif kesejahteraan rakyat Manggarai Barat.

Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen Com

Previous Post

Here’s Some of the Best Sneakers on Display at London Fashion Week

Next Post

Hari Lahir Pancasila 2026: Yudi Latif Sebut “Pancasila Terluka oleh yang Mengaku Paling Mencintainya”, Netizen: “Nampol !”

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

September 6, 2026
Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

September 3, 2026
Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Agustus 25, 2026
VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

Agustus 12, 2026
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Next Post
Hari Lahir Pancasila 2026: Yudi Latif Sebut “Pancasila Terluka oleh yang Mengaku Paling Mencintainya”, Netizen: “Nampol !”

Hari Lahir Pancasila 2026: Yudi Latif Sebut "Pancasila Terluka oleh yang Mengaku Paling Mencintainya", Netizen: "Nampol !"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

September 12, 2026
GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

September 12, 2026
TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

September 11, 2026
RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

September 11, 2026
“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

September 10, 2026
DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

September 10, 2026

BERITA TERPOPULER

  • KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Gempa Flores Berakhir? BMKG Ungkap Perkiraan Waktu Gempa Susulan Berhenti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN TUNGGU! MENDAGRI MINTA KADES SE-FLORES KEJAR DATA RUMAH RUSAK DEMI BANTUAN CAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAMI JUGA KORBAN! Camat Lamba Leda Utara Bongkar Diskriminasi Bantuan Gempa Flores 7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru Saja! Gempa 5.7 SR Guncang Laut Flores Dekat Labuhanbajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In