• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Mahasiswa Hukum UNAS: Krisis Kepercayaan Lemahkan Wibawa Negara Hukum di Era Prabowo

Mahasiswa Hukum UNAS: Krisis Kepercayaan Lemahkan Wibawa Negara Hukum di Era Prabowo

Istana Netizen by Istana Netizen
Juli 17, 2026
in LAINNYA
0
Mahasiswa Hukum UNAS: Krisis Kepercayaan Lemahkan Wibawa Negara Hukum di Era Prabowo
0
SHARES
29
VIEWS

ISTANA NETIZEN COM, Jakarta –
Gelombang kritik terhadap penegakan hukum kembali mengemuka. Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Plasidus Asis Deornay, SH., menilai negara hukum Indonesia sedang kehilangan wibawa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam tulisannya yang diterima media Istana Netizen.com, Jumat 17 Juli 2026, Plasidus menyebut krisis terbesar bangsa saat ini bukan kemiskinan atau perlambatan ekonomi, melainkan hilangnya keyakinan rakyat bahwa hukum masih berdiri tegak.

BACAJUGA

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

“Ada saat-saat dalam perjalanan sebuah bangsa ketika yang paling menyakitkan bukanlah kemiskinan, melainkan hilangnya keyakinan bahwa hukum masih berdiri tegak. Di titik itu, rakyat mulai bertanya: kepada siapa keadilan harus mengadu jika para penjaganya sendiri dipertanyakan?” tulis Plasidus.

Negara Hukum adalah Janji yang Mulai Rapuh

Menurut Plasidus, sebagai komunitas akademik, negara hukum dipandang bukan sekadar kumpulan pasal dan lembaga. Negara hukum adalah janji: setiap warga diperlakukan sama di hadapan hukum, kekuasaan dibatasi konstitusi, dan jabatan bukan tameng menghindari pertanggungjawaban.

“Namun hari ini, janji itu terasa semakin rapuh,” tegasnya.

Ia menyoroti berbagai kasus yang melibatkan aparat penegak hukum telah memperdalam krisis kepercayaan publik.

“Bagi masyarakat, persoalannya bukan hanya siapa yang bersalah atau tidak. Yang lebih mendasar adalah munculnya kesan bahwa hukum tidak selalu berjalan dengan ukuran yang sama bagi setiap orang,” jelasnya.

Sorotan ke Presiden Prabowo

Dalam sistem presidensial, Plasidus menegaskan presiden memegang tanggung jawab konstitusional memastikan pemerintahan berjalan efektif dan sesuai prinsip negara hukum. Karena itu, kritik publik yang mempertanyakan ketegasan pemerintah memperkuat integritas penegak hukum adalah wajar dalam demokrasi.

“Kritik tersebut bukan berarti menyimpulkan bahwa presiden bertanggung jawab atas setiap dugaan pelanggaran aparat. Namun, ketika persoalan integritas terus berulang dan kepercayaan publik menurun, masyarakat berhak mengharapkan langkah lebih tegas, transparan, dan mampu memulihkan keyakinan,” tulisnya.

Dua Wajah Hukum: Teks dan Perilaku Penegaknya

Plasidus mengingatkan, di ruang kuliah diajarkan hukum punya dua wajah: teks undang-undang dan perilaku penegaknya.

“Undang-undang yang baik dapat kehilangan makna apabila dijalankan tanpa integritas. Sebaliknya, hukum sederhana dapat hadirkan keadilan apabila dijalankan jujur.”

Ia khawatir tumbuhnya budaya penegakan hukum sebagai alat persaingan, tekanan, atau penyelesaian konflik pribadi.

“Jika penegakan hukum dipersepsikan selektif atau tidak konsisten, rasa keadilan masyarakat akan terkikis. Persepsi itu harus dijawab dengan pembenahan institusional dan proses hukum terbuka, bukan sekadar pernyataan.”

Desakan: Pulihkan Kepercayaan, Bukan Bungkam Kritik

Plasidus menyerukan pemerintah menjadikan pemulihan kepercayaan publik sebagai agenda utama. Evaluasi kinerja lembaga penegak hukum harus serius. Mekanisme pengawasan diperkuat. Dugaan penyimpangan diperiksa independen. Pejabat yang terbukti salah harus diproses tanpa pandang bulu.

“Mahasiswa tidak menginginkan negara yang membungkam kritik. Kami menginginkan negara yang menjawab kritik dengan perbaikan. Kami tidak menginginkan hukum yang keras kepada yang lemah namun ragu kepada yang berkuasa,” tegasnya.

Ia menutup dengan peringatan: apabila pemerintah mampu buktikan hukum ditegakkan setara, kepercayaan publik pulih.

“Tetapi apabila keraguan dibiarkan tanpa jawaban meyakinkan, yang dipertaruhkan bukan hanya citra lembaga atau pemimpin, melainkan masa depan negara hukum Indonesia.”

Ia menutup opininya dengan penegasan :

“Republik ini tidak membutuhkan pemimpin yang hanya menjanjikan ketegasan. Republik membutuhkan kepemimpinan yang mampu membuktikan, melalui tindakan, bahwa hukum benar-benar berdiri di atas semua kepentingan,”* pungkas Plasidus.

 

Penulis Opini: Plasidus Asis Deornay, SH. Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum UNAS Jakarta

Redaksi: ISTANA NETIZEN COM
Diterbitkan: Jumat, 17 Juli 2026

Previous Post

Rumah Menteri Bocor Saat Lebaran, Listrik Dicabut PLN: Kisah Ir. Sutami, Sang Menteri Nol Rupiah

Next Post

Mahasiswa UNAS Layangkan Ultimatum ke Prabowo: “Negara Hukum Sedang Retak, Presiden Harus Tegas”

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

” BNPB GANDENG OMBUDSMAN RI KAWAL BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA FLORES: “PASTIKAN TIDAK ADA YANG TERTINGGAL”

September 6, 2026
Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

Gempa Guncang Manggarai: 53 Warga Meninggal, 22 Ribu Lebih Mengungsi

September 3, 2026
Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Atap Terpal Jadi Kelas: Guru PPPK di Manggarai Tetap Mengajar 19 Murid di Tengah Puing Gempa Flores 

Agustus 25, 2026
VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

VIRAL: “NEGARA PALING RUWET DI DUNIA” – NETIZEN SOROT 7 LEMBAGA NEGARA KENA TUDUH KORUPSI`

Agustus 12, 2026
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Next Post
Mahasiswa UNAS Layangkan Ultimatum ke Prabowo: “Negara Hukum Sedang Retak, Presiden Harus Tegas”

Mahasiswa UNAS Layangkan Ultimatum ke Prabowo: “Negara Hukum Sedang Retak, Presiden Harus Tegas”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

EDITORIAL: TANGGAP DARURAT USAI, UJIAN SEBENARNYA BARU DIMULAI

September 12, 2026
GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

GEMPA INI ALARM KERAS: GUBERNUR MELKI SURUH 7 KABUPATEN BANGUN FLORES YANG LEBIH TEGAR

September 12, 2026
TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

TANGGAP DARURAT DITUTUP 11 SEPTEMBER, 13.296 RUMAH DI MABAR MASUK BABAK PEMULIHAN

September 11, 2026
RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

RUSAK 19% TAK DAPAT BANTUAN? 169 DESA DI MABAR + 7 KABUPATEN DI FLORES KECEWA

September 11, 2026
“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

“JANGAN MENYERAH!” DI TENGAH PUING: GUBERNUR MELKI SAPA SISWA BORONG KORBAN GEMPA

September 10, 2026
DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

DIKRITIK DI PARIPURNA: KETUA KOMISI IV DPRD NTT SOAL PENANGANAN BENCANA “HANYA JADI JEMBATAN”

September 10, 2026

BERITA TERPOPULER

  • KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    KENAPA DOMINAN GEMPA ADA DI RUTENG – KUWUS ? INI 3 FAKTOR UTAMA BERDASARKAN DATA USGS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Gempa Flores Berakhir? BMKG Ungkap Perkiraan Waktu Gempa Susulan Berhenti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN TUNGGU! MENDAGRI MINTA KADES SE-FLORES KEJAR DATA RUMAH RUSAK DEMI BANTUAN CAIR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAMI JUGA KORBAN! Camat Lamba Leda Utara Bongkar Diskriminasi Bantuan Gempa Flores 7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru Saja! Gempa 5.7 SR Guncang Laut Flores Dekat Labuhanbajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In