• TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
ISTANANETIZEN.COM
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Beranda » Dia Datang Kembali untuk Apa?

Dia Datang Kembali untuk Apa?

_Opini Frans Anggal, Anak Tanah Timor_

Istana Netizen by Istana Netizen
Agustus 5, 2026
in OPINI
0
Dia Datang Kembali untuk Apa?

Gambar ilustrasi

0
SHARES
21
VIEWS

ISTANANETIZEN.COM, BORONG — Dia datang dengan senyum yang tak berubah. Kain tenun melilit bahu, selendang ditalikan ke leher. Tampilannya tetap sederhana, seperti dulu.

Gambar ilustrasi Jokowi dengan pakaian adat Timor / foto Jokowi di Kupang

Katanya berasal dari pinggir kali. Katanya bukan dari kemewahan. Katanya tak haus kekuasaan. Katanya memegang janji tak akan membangun dinasti.

BACAJUGA

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Namun lihatlah panggung itu. Ia berdiri di atas tanah leluhur Timor. Para raja menabuh gendang, tetapi satu tak hadir. Kehadirannya seperti isyarat bahwa ada sesuatu yang belum terucap.

Di tengah kemeriahan itu, suara lain terdengar.
“Gelar itu bukan upeti. Bukan barang dagangan. Bukan mahkota yang diserahkan karena seremonial semata.”

Gelar Leluhur Bukan Alat Politik

Anak-anak muda yang menjaga warisan leluhur berseru: “Jangan! Jangan biarkan simbol kami dipakai untuk tujuan lain!”

Bagi mereka, gelar lahir dari darah dan sejarah panjang. Bukan dari undangan partai politik. Bukan dari panggung pencitraan.
“Prosesnya tidak sah. Legitimasinya belum ada. Jangan karena kepentingan satu orang, sejarah leluhur dikorbankan.”

Keturunan Sonba’i juga menegaskan: “Gelar itu bukan jabatan politik. Bukan hadiah kekuasaan.”
Forum Sejarah Budaya Timor menyebutnya “melukai perjuangan leluhur jika diberikan tanpa kajian dan pertimbangan yang jelas.”

Gambar tangkapan layar

Namun ia tetap berdiri di atas panggung. Menerima kalung kehormatan yang tidak diperjuangkan, yang tidak lahir dari darah tanah ini.

Ia dinobatkan di mana-mana. Raja di sini, sesepuh di sana, baginda di ujung lain. Seakan kehormatan dapat dipetik seperti buah di kebun sendiri.

Dari Pinggir Kali ke Panggung Kekuasaan

Dulu taktiknya berbeda. Ia menyamar sebagai yang paling rendah. Bukan elite. Bukan keturunan penguasa. Rumah di pinggir kali. Turun ke gorong-gorong. Tampak bersih, tak bernoda nafsu berkuasa.

Rakyat terpesona. Sebagian belum paham betul makna pemilihan umum, tapi melihat bayangan diri mereka dalam dirinya. Lalu menyerahkan negeri ke tangannya dengan penuh harap.

Kini topeng itu diturunkan. Kini ia berdiri menerima selendang dan ikat kepala, dinobatkan sebagai raja dan sesepuh. Padahal di balik itu sedang menyusun taktik lain. Kini ia tampak seolah lahir dari kelas penguasa. Seolah kemewahan itu memang haknya. Seolah rakyat hanya penonton yang bertepuk tangan.

Membentangkan Jaring Menuju 2029

Kini ia berdiri di bawah bendera partai yang dipimpin putranya sendiri. Menabur senyum ke seluruh penjuru negeri. Menerima gelar di mana-mana, meski ditolak di banyak tempat.

Bukan karena cinta pada rakyat. Bukan karena bakti pada tanah.
Melainkan karena hajatan 2029 semakin dekat. Ia sedang membentangkan jaring: menangkap suara rakyat dengan wajah sederhana, agar partai anaknya lolos ke Senayan, agar putra tertua tetap di atas takhta, agar kekuasaan tetap di tangan keluarga, agar dinasti Solo terus berkuasa di atas pundak rakyat.

Gambar ilustrasi

Itulah sebabnya ia berkelana. Itulah sebabnya ia menerima gelar tanpa menanyakan syarat.

Ia pernah berkata tak ada ambisi setelah istana. Namun lihatlah: putranya wakil presiden, menantunya gubernur, dan ia sendiri menjadi bayangan di belakang panggung yang mengatur semua langkah.

Dia yang dulu tampak tak berdarah kekuasaan, kini paling haus. Dia yang dulu sederhana, kini paling pandai menyembunyikan mahkota di balik senyum.

Bagian dari Rezim yang Sama

Camkanlah: Dia tidak berdiri terpisah dari rezim yang sedang membusuk. Ia tidak mengambil jarak. Ia tidak menjadi alternatif.

Bagaimana mungkin menjadi harapan baru jika ia sendiri adalah tiang penyangga rezim itu? Bagaimana menawarkan jalan lain jika putranya, lewat jalan pintas mengakali konstitusi, duduk di kursi yang dibangun bersama rezim baru?

Ia melakukan semua ini, penobatan, kunjungan, senyuman, bukan demi rakyat. Bukan demi tanah leluhur. Melainkan demi nafsu berkuasa yang tak pernah kenyang, setelah upaya tiga periode gagal, setelah perpanjangan masa jabatan kandas.

Agar anak-anaknya yang belum membuktikan kemampuan, boleh duduk di takhta yang belum layak mereka tempati.

Catatan untuk NTT

Rakyat NTT pernah memberinya kepercayaan terbesar. 88 persen suara jatuh kepadanya. Mereka mencintainya. Mereka mempercayainya.

Lalu apa yang ditinggalkan di tanah ini?
Labuan Bajo sebagai kota pariwisata premium, itu harus diakui. Lainnya? Bendungan yang menenggelamkan kebun warga. Tanah yang dirampas demi proyek. Panas bumi yang mengeringkan mata air leluhur. Ganti rugi yang menggantung. Janji yang tak kunjung ditepati.

Dan kini, setelah semua itu, ia datang kembali. Bukan untuk meminta maaf, melainkan untuk meminta gelar. Bukan membawa keadilan, melainkan membawa pencitraan.

Pesan untuk Anak Tanah

Maka dengarkanlah:
Jangan tertukar kemeriahan dengan kebenaran. Jangan tertukar senyum dengan ketulusan.
Jangan biarkan gelar leluhur dijual di atas panggung politik. Jangan biarkan warisan nenek moyang menjadi batu loncatan ambisi.

Karena pemilu 2029 bukan milik satu keluarga. Takhta negeri ini bukan warisan turun-temurun. Gelar “raja” atau “sesepuh” bukanlah alat untuk membelai hati rakyat agar lupa menilai: siapa yang melayani, dan siapa yang memanfaatkan.

Bangkitlah sebelum simbol kesucian itu ternoda. Bangkitlah sebelum senyum itu menjadi jerat.
Karena gelar yang tidak lahir dari pengabdian tulus tak akan membawa berkah. Kekuasaan yang dibangun di atas kebohongan pencitraan pada akhirnya akan runtuh: dijatuhkan oleh kebenaran yang tak pernah tidur.***

Frans Anggal
_Anak Tanah Timor_
_Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT_
_Selasa, 4 Agustus 2026

Reporter : YT

Editor : AJ

 

Tags: `Frans Anggal``Gelar Adat``NTT``Opini``Politik 2029``Timor`
Previous Post

Babinsa Komodo Gotong Royong Bersama Warga Perbaiki Deker Penghubung 2 Desa di Manggarai Barat

Next Post

Frans Anggal: Jangan Jadikan Gelar Leluhur Timor Alat Politik Menuju 2029

Istana Netizen

Istana Netizen

POSTERKAIT

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026
SAH! DOKUMEN 2015 TERBONGKAR – 9 BUPATI & 9 DPRD SE-FLORES LEMBATA PENUHI PASAL 37 UU 23/2014 – PKF SIAP DARI LABUAN BAJO HINGGA LEWOLEBA

SAH! DOKUMEN 2015 TERBONGKAR – 9 BUPATI & 9 DPRD SE-FLORES LEMBATA PENUHI PASAL 37 UU 23/2014 – PKF SIAP DARI LABUAN BAJO HINGGA LEWOLEBA

Oktober 26, 2026
SAH! 9 BUPATI + 9 DPRD FLORES TEKEN PKF – ADRIANUS JEHAMAT: MORATORIUM BUKAN TEMBOK ABADI!

SAH! 9 BUPATI + 9 DPRD FLORES TEKEN PKF – ADRIANUS JEHAMAT: MORATORIUM BUKAN TEMBOK ABADI!

Oktober 25, 2026
Next Post
Frans Anggal: Jangan Jadikan Gelar Leluhur Timor Alat Politik Menuju 2029

Frans Anggal: Jangan Jadikan Gelar Leluhur Timor Alat Politik Menuju 2029

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

BREAKING: Amakaka Menggema – Servasius Bengaman Daftar di Ruteng, Barisan PKF Tembus 54 Orang!

Oktober 27, 2026
LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

LEMBATA RESMI PUNYA KOMANDO! 8 Pejuang PKF Lewoleba Kantongi Mandat P4KF!

Oktober 27, 2026
P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

P4KF Dengar Jeritan Flores: Geothermal Ditolak, Energi Matahari, Angin & Arus Laut Jadi Jalan Mandiri Provinsi Kepulauan Flores!

Oktober 27, 2026
Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Gila! Flores Duduk di Atas Rp 13,5 Triliun – Tapi Masih Minta DAU? Ini Jawabannya!

Oktober 27, 2026
Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Petani Flores Nekat ke Istana! Dobrak Kantor KSP Moeldoko di Jakarta

Oktober 27, 2026
No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

No.53 DARI LEWOTANA: Eustakius Suban – Laskar Lebatukan Lembata Gabung P4KF!

Oktober 26, 2026

BERITA TERPOPULER

  • Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    Mohon Doa dan Bantuan: Adik Jeksel Terbaring Lemah Melawan Tumor  di Rumah Sakit, Keluarga Berharap Mukjizat dan Uluran Kasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal di Polres Manggarai? PMKRI Ruteng Bongkar Dugaan Oknum Suruh Cuci Jaket Restina Tija, Forensik HP Dijadikan Alasan Gempa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BREAKING! SK HK/72/2026 TERBIT – MATIM RESMI TRANSISI DARURAT KE PEMULIHAN GEMPA M7,7

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JANGAN SALAH FOKUS! Bivitri Ungkap Gugatan Ijazah Wapres Bukan Soal Tamat SMA atau Tidak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAH DUA KABUPATEN! MABAR & NAGEKEO SIAP BIAYAI PROVINSI FLORES 3 TAHUN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • GAYA HIDUP
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • OPINI
  • BERITA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • HUKUM DAN KRIMINAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In