• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home LAINNYA

Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng: Selamatkan Rupiah atau Hadapi “Reformasi Jilid 2”

Tim Redaksi Istana Netizen by Tim Redaksi Istana Netizen
Juni 7, 2026
in LAINNYA
0 0
0
Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng: Selamatkan Rupiah atau Hadapi “Reformasi Jilid 2”
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Semarang, ISTANA NETIZEN – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah pada Jumat 5 Juni 2026 memunculkan ultimatum terbuka untuk pemerintah. Melalui unggahan akun Facebook Melihat Indonesia, Minggu 7 Juni 2026, diungkapkan bahwa mahasiswa mengancam akan menggelar “Reformasi Jilid 2” jika nilai tukar rupiah tak kunjung diselamatkan.

Gambar tangkapan layar akun Facebook Melihat Indonesia 

Aksi Mahasiswa BEM SI Jateng Beri Tenggat 18 Hari

Aksi yang digelar Jumat 5 Juni 2026 itu diikuti mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Tengah.

Gambar ilustrasi

“Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Tengah memberi tenggat 18 hari agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat rupiah dan menstabilkan perekonomian nasional,” tulis akun Melihat Indonesia.

Perwakilan Semarang dan Solo Turun ke Jalan

Demonstrasi tersebut diikuti perwakilan mahasiswa dari Semarang dan Surakarta.

Gambar tangkapan layar: Reformasi 1998 di depan Gedung MPR/DPRD RI

“Massa datang membawa spanduk bertuliskan ‘RIP. Rupiah Sekarat’ dan ‘Turut Berdukacita atas Matinya Rupiah’,” dikutip dari unggahan tersebut.

Uang Mainan Dibakar, Bunga Ditabur sebagai Simbol

Dalam aksi itu, mahasiswa melakukan sejumlah aksi teatrikal.

“Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan orasi, menghamburkan uang mainan, membakarnya sebagai simbol, serta menabur bunga di atasnya,” tulis akun Melihat Indonesia.

Kantor BI Jateng Disegel Simbolis

Sebelum membubarkan diri, peserta aksi melakukan penyegelan.

“Sebelum aksi berakhir, peserta juga secara simbolis menyegel pintu masuk kantor BI Jateng menggunakan spanduk dan pita perekat hitam-kuning,” jelas unggahan itu.

Tuntutan Pertama: Susun Kebijakan Perkuat Rupiah

Mahasiswa mengajukan tiga tuntutan utama.

“Pemerintah diminta segera menyusun kebijakan untuk menguatkan rupiah. Mahasiswa mendesak langkah strategis dari Presiden, Menteri Keuangan, dan Gubernur BI untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional,” dikutip dari rilis tuntutan.

Tuntutan Kedua: Butuh Aksi Nyata, Bukan Pernyataan

Tuntutan berikutnya menegaskan sikap mahasiswa terhadap respons pemerintah.

“Mereka menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan. BEM SI Jateng menilai pemerintah perlu menunjukkan kebijakan yang dapat mengembalikan stabilitas ekonomi,” tulis Melihat Indonesia.

Tuntutan Ketiga: Ancaman Aksi Lebih Besar “Reformasi Jilid 2”

Jika tuntutan tak dipenuhi, mahasiswa menyiapkan eskalasi.

“Jika dalam 18 hari tidak ada perubahan, mahasiswa mengancam menggelar aksi lebih besar bertajuk ‘Reformasi Jilid 2’. Aksi lanjutan disebut berpotensi digelar dengan skala lebih besar, termasuk kemungkinan menuju Jakarta,” kutip akun tersebut.

Presma Polines: Rupiah Melemah, Respons Pemerintah Minim

Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang, Kevin Priambodo, menyampaikan alasan aksi.

“Kami menunggu ada perbaikan kondisi ekonomi. Kemudian, bagaimana rupiah ini segera menguat dan lahir kebijakan yang mampu membuat ekonomi kembali stabil,” ujar Kevin, dikutip Melihat Indonesia.

Bakar Uang Mainan Bukan Hina Simbol Negara

Kevin meluruskan makna aksi teatrikal pembakaran uang.

“Kevin menegaskan pembakaran uang mainan bukan dimaksudkan untuk menghina simbol pada mata uang rupiah, melainkan sebagai gambaran kondisi rupiah yang dinilai semakin terpuruk,” tulis akun

itu. Ia menambahkan,

“penyegelan kantor BI Jateng hanya simbol awal perlawanan mahasiswa di Jawa Tengah.”

Khawatir Dampak ke BBM dan Harga Pokok

Kekhawatiran mahasiswa menyentuh dampak ekonomi ke rakyat.

“Mahasiswa khawatir pelemahan ekonomi berkepanjangan akan berdampak luas kepada masyarakat, termasuk potensi kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok apabila beban anggaran negara semakin besar dan subsidi berkurang di masa mendatang,” ungkap unggahan Melihat Indonesia.

Aksi Berjalan Damai Tanpa Bentrokan

Aksi 5 Juni itu berlangsung kondusif.

“Hingga aksi berakhir, demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan tidak dilaporkan terjadi bentrokan,” tutup Melihat Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan terkait ultimatum 18 hari yang disampaikan BEM SI Jawa Tengah.***

Penulis/ Editor: Tim Redaksi Istana Netizen

Previous Post

Rudi Sinaba: Kritik Tiyo Soal MBG Bukan Ramalan, Tapi Alarm yang Kini Terbukti Beralasan

Next Post

Kanisius Jehabut: KDMP Punya Dasar Hukum Jelas, Negara Wajib Hadir dan Jangan Bebani Tanah Masyarakat

Tim Redaksi Istana Netizen

Tim Redaksi Istana Netizen

Next Post
DPRD Mabar Pertanyakan Rantai Pasok Pariwisata: Petani Belum Nikmati Cuan dari Piring Wisatawan Labuan Bajo

Kanisius Jehabut: KDMP Punya Dasar Hukum Jelas, Negara Wajib Hadir dan Jangan Bebani Tanah Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

Recent News

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Kesaksian Megawati 1996: “Yang Pertahankan Rumah Malah Jadi Terdakwa, Penyerang Tak Disentuh Hukum”

Juli 23, 2026
Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Maruara Siahaan: Hakim Harus Cerdas, Jujur, dan Berani agar Hukum RI Tak Gelap

Juli 23, 2026
Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Luruskan Sejarah BGN: Prabowo Tegaskan Badan Gizi Nasional Warisan Jokowi, Bukan Dibentuk di Era-nya

Juli 23, 2026
Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Kongres PMKRI di Ruteng Ditantang Lahirkan Gagasan, Bukan Sekadar Ketua Baru

Juli 22, 2026

KATEGORI

  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • LAINNYA
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In