• HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
ISTANANETIZEN.COM
Advertisement
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL
No Result
View All Result
ISTANANETIZEN.COM
No Result
View All Result
Home OPINI

“RAMALAN TIDAK CUKUP: Prabowo Bicara Ekonomi Ke-4 Dunia, Rudi Sinaba Tanya Road Map-nya Mana?”

_Opini | Rudi Sinaba: Forecast Bukan Prestasi, Ambisi Tanpa Strategi Adalah Slogan_

Istana Netizen by Istana Netizen
Juli 29, 2026
in OPINI
0 0
0
“RAMALAN TIDAK CUKUP: Prabowo Bicara Ekonomi Ke-4 Dunia, Rudi Sinaba Tanya Road Map-nya Mana?”

Gambar tangkapan layar Rudi Sinaba

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAKASSAR, ISTANETIZEN.COM –
Oleh: Rudi Sinaba

Prolog: Ramalan di Atas Podium

29 Juli 2026. Di acara pelantikan Pamong Praja Muda IPDN, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme besar.

Presiden menyebut semua pakar dunia meramalkan Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 dunia dalam 25 tahun ke depan. Posisi kita akan melampaui Jerman, Prancis, dan Inggris

Gambar tangkapan layar Rudi Sinaba

Pernyataan itu langsung mengundang sorotan.

Bukan karena Indonesia tidak boleh bermimpi besar. Justru kita punya modalnya: penduduk 280 juta, SDA melimpah, posisi geografis strategis, pasar domestik luas, dan bonus demografi.

Persoalannya satu: Apakah masa depan sebesar itu cukup dibangun dengan sebuah ramalan?

Goldman Sachs Bilang “Bisa”, Tapi Ada Kata “JIKA”

Benar, Goldman Sachs memang pernah memproyeksikan Indonesia jadi ekonomi ke-4 dunia pada 2050. Tapi forecast itu bukan janji. Apalagi takdir.

Forecast adalah proyeksi di atas tumpukan asumsi.

Pertumbuhan harus panjang. Produktivitas naik. SDM berkualitas. Investasi deras. Industrialisasi jalan. Teknologi dikuasai. Institusi kuat. Hukum pasti. Dan negara punya kebijakan yang mengubah potensi jadi produktivitas.

Kata yang sering hilang saat forecast dibawa ke podium politik adalah: JIKA.

Jika pendidikan membaik.
Jika industri naik kelas.
Jika teknologi dikuasai.
Jika tata kelola bersih.
Jika setiap rupiah APBN jadi produktivitas.
Maka Indonesia bisa ke sana.

Jadi pertanyaan sebenarnya bukan “Bisakah Indonesia?” Jawabannya: bisa.
Pertanyaan yang lebih penting: “Apakah kebijakan hari ini sedang memenuhi prasyarat itu?”

Antara Ambisi Besar dan Mesin Tata Kelola

Sebuah negara tidak jadi besar karena ramalannya indah. Negara besar karena punya kapasitas mewujudkan masa depan itu.

Kapasitas itu dibangun dari sekolah bermutu, industri produktif, riset kuat, hukum pasti, birokrasi efisien, dan tata kelola bersih.

Lalu kita lihat prioritas kebijakan hari ini: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan *lKoperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Tujuan sosialnya penting. MBG untuk gizi dan kualitas manusia. KDMP untuk menggerakkan ekonomi desa.

Tapi ketika skalanya nasional dan anggarannya besar, pertanyaan wajar muncul:
Apakah desain, skala, dan tata kelolanya sudah cukup kuat menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi jangka panjang?

Karena ambisi ekonomi ke-4 dunia butuh lebih dari program besar. Ia butuh governance yang besar pula.

Anggaran besar = pengawasan besar.
Program besar = akuntabilitas besar.
Semakin besar uang negara, semakin besar kebutuhan pada transparansi, efisiensi, dan evaluasi.

Inilah paradoksnya.
Kita bicara ambisi ekonomi raksasa dunia. Tapi di lapangan kita masih lihat persoalan tata kelola di program-program besar.

Analogi: Kendaraan Menuju Masa Depan

Pembangunan ekonomi itu seperti perjalanan panjang.

Gambar tangkapan layar Rudi Sinaba

Forecast adalah tujuan.
Prasyarat adalah jalan.
Kebijakan adalah kendaraan.
Tata kelola* adalah mesinnya.

Kalau mesinnya bermasalah, kendaraan jalan lambat.
Kalau kemudi tidak terkendali, keluar jalur.
Kalau rem blong, bahayakan penumpang.
Kalau bahan bakarnya habis hanya untuk muter di tempat, perjalanannya makin mahal.

Kalau kendaraan menuju masa depan masih bermasalah, bagaimana yakin kita sampai tujuan?

Yang Dibutuhkan Bukan Ramalan, Tapi Roadmap

Saat pemerintah bicara ekonomi ke-4 dunia, publik tidak hanya butuh ramalan. Publik butuh roadmap.

Bagaimana pendidikan ditransformasi?
Bagaimana produktivitas tenaga kerja dilipatgandakan?
Bagaimana industri nasional naik kelas?
Bagaimana kita kuasai teknologi?
Bagaimana riset dan inovasi dibiayai?
Bagaimana korupsi dan kebocoran ditekan?
Bagaimana 1 rupiah APBN melahirkan produktivitas baru?

Itu pertanyaan yang lebih penting daripada mengulang posisi kita di proyeksi Goldman Sachs.

Sebab proyeksi bukan prestasi. Forecast bukan pencapaian. Ramalan bukan roadmap.

Goldman Sachs boleh meramal. Tapi Goldman Sachs tidak akan bangun sekolah kita. Tidak akan perbaiki birokrasi kita. Tidak akan kelola APBN kita. Tidak akan bangun industri kita.

Kitalah yang harus.

Epilog: Pertanyaan yang Belum Bisa Dijawab

Jika Indonesia diproyeksikan jadi ekonomi ke-4 dunia 2050, apa yang sedang kita bangun hari ini agar proyeksi itu benar terjadi?

Jika jawabannya MBG dan KDMP, maka pertanyaan berikutnya:
Apakah dua program itu benar dirancang sebagai strategi transformasi jangka panjang?
Atau kita sedang menjadikan program besar hari ini sebagai kendaraan menuju masa depan yang lebih banyak kita dengar dari ramalan, daripada kita lihat dari roadmap?

Karena _ambisi tanpa strategi adalah slogan.
Forecast tanpa prasyarat adalah ilusi.
Dan ramalan tanpa roadmap hanyalah mimpi yang memakai mikrofon._****

Reporter : AJ

Editor : Redaksi .

Previous Post

“Gubernur Melki: NTT Harus Kuat dari Rumah Sendiri, Penerimaan PKB Naik 20-30% Usai Kebijakan Opsen Pajak”

Istana Netizen

Istana Netizen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Laporan Bupati Hery ke Polisi soal Edi Hardum Tuai Polemik: Kuasa Hukum Yakin Pidana, DPRD Sebut Keliru !

Mei 30, 2026
Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh  SEH

Penuhi Panggilan Polres, Bupati Manggarai Hery Nabit Siap Klarifikasi Dugaan Fitnah oleh SEH

Juni 2, 2026
Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Edi Hardum Tanggapi Laporan Hery Nabit: Sengketa Pers Harus Selesai Lewat UU Pers !

Mei 28, 2026
Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Kuasa Hukum Bupati Manggarai: Silahkan Penuhi Panggilan Polisi, Narasumber Tak Bisa Asal Bicara, AJI Kupang: Pelaporan Narasumber Ancam Kebebasan Pers !

Mei 28, 2026
Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

Antisipasi Aksi Anarkis, Pemkab Manggarai Gelar Aksi Do’a Kebangsaan

0
Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

Komisi 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat Berkunjung ke SMK N1 Labuan Bajo; Ada Apa ?

0
Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

Yunus Takandewa Nahkodai DPD PDIP NTT 2025-2030

0
PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

PPK Sesalkan Tindakan Warga, Bongkar Sepihak Pekerjaan Jalan Senilai Rp 1,490 Miliar : Kontraktor Claim Kerja Sesuai Spek !

0
“RAMALAN TIDAK CUKUP: Prabowo Bicara Ekonomi Ke-4 Dunia, Rudi Sinaba Tanya Road Map-nya Mana?”

“RAMALAN TIDAK CUKUP: Prabowo Bicara Ekonomi Ke-4 Dunia, Rudi Sinaba Tanya Road Map-nya Mana?”

Juli 29, 2026
“Gubernur Melki: NTT Harus Kuat dari Rumah Sendiri, Penerimaan PKB Naik 20-30% Usai Kebijakan Opsen Pajak”

“Gubernur Melki: NTT Harus Kuat dari Rumah Sendiri, Penerimaan PKB Naik 20-30% Usai Kebijakan Opsen Pajak”

Juli 29, 2026
“Anggota DPRD Gerindra Mabar: Konflik di TN Komodo Bukan Benturan Hukum, Tapi Kekosongan Norma Harmonisasi”

“Anggota DPRD Gerindra Mabar: Konflik di TN Komodo Bukan Benturan Hukum, Tapi Kekosongan Norma Harmonisasi”

Juli 29, 2026
“KDMP: Bisnis atau Bansos? Siapa yang Bayar Tagihan Rp 263 Triliun?”

“KDMP: Bisnis atau Bansos? Siapa yang Bayar Tagihan Rp 263 Triliun?”

Juli 29, 2026

Recent News

“RAMALAN TIDAK CUKUP: Prabowo Bicara Ekonomi Ke-4 Dunia, Rudi Sinaba Tanya Road Map-nya Mana?”

“RAMALAN TIDAK CUKUP: Prabowo Bicara Ekonomi Ke-4 Dunia, Rudi Sinaba Tanya Road Map-nya Mana?”

Juli 29, 2026
“Gubernur Melki: NTT Harus Kuat dari Rumah Sendiri, Penerimaan PKB Naik 20-30% Usai Kebijakan Opsen Pajak”

“Gubernur Melki: NTT Harus Kuat dari Rumah Sendiri, Penerimaan PKB Naik 20-30% Usai Kebijakan Opsen Pajak”

Juli 29, 2026
“Anggota DPRD Gerindra Mabar: Konflik di TN Komodo Bukan Benturan Hukum, Tapi Kekosongan Norma Harmonisasi”

“Anggota DPRD Gerindra Mabar: Konflik di TN Komodo Bukan Benturan Hukum, Tapi Kekosongan Norma Harmonisasi”

Juli 29, 2026
“KDMP: Bisnis atau Bansos? Siapa yang Bayar Tagihan Rp 263 Triliun?”

“KDMP: Bisnis atau Bansos? Siapa yang Bayar Tagihan Rp 263 Triliun?”

Juli 29, 2026

KATEGORI

  • BERITA
  • DAERAH
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
  • NASIONAL
  • OPINI
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

No Result
View All Result
  • HOME
  • DAERAH
  • NASIONAL

Copyright © 2026 ISTANANETIZEN.COM. All Rights Reserved - Created by Rumah Media Cyber.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In