IstanaNetizen.com, Sano Nggoang
– Permukaan Danau Vulkanik Sano Nggoang , Desa Matawae, Kec.Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Flores -NTT sore kemarin tampak berbeda. Hamparan air yang biasanya tenang kini diselimuti bongkahan material berwarna hitam pekat.Warga Mata Wae menyebutnya Ta’i Sano.
Fenomena langka ini muncul hanya beberapa jam setelah wilayah Flores diguncang gempa bumi M7,7 pada 15 Agustus 2026.
Bau Belerang dan Serpihan Hitam Penuhi Tepian Danau
Hampir seluruh pinggir danau dipenuhi serpihan material gelap. Ketika didekati, aroma menyengat tercium. Mirip bau bensin atau belerang.
“Sore ini saya berkesempatan mengamati langsung fenomena tersebut dari tepian Danau Sano Nggoang. Pemandangan ini memberikan kesan bahwa sesuatu dari dalam perut danau sedang mengalami perubahan,” ujar Aloysius Suhartim Karya,
Foto Aloysius Suhartim Karya, di Lokasi
pengamat di lokasi.
Secara geologi, Sano Nggoang adalah danau vulkanik dengan aktivitas hidrotermal. Diduga kuat, guncangan gempa mengangkat endapan sedimen kaya mineral dan senyawa sulfur dari dasar danau ke permukaan.
Namun para ahli mengingatkan, penyebutan Ta’i Sano sebagai “lumpur belerang” baru sebatas dugaan berdasarkan ciri visual dan aroma. Diperlukan pengambilan sampel dan uji laboratorium untuk memastikan komposisi pastinya.
Pengetahuan Lokal: Obat Kulit dan Pengendali Hama
Yang menarik, bagi masyarakat Mata Wae, Ta’i Sano bukan hal asing.
Material ini sudah lama dikenal dan punya manfaat dalam pengetahuan tradisional. Warga biasa memanfaatkannya untuk perawatan kulit dan pengendalian hama di ladang.
Ini menjadi bukti bahwa masyarakat lokal punya cara sendiri membaca tanda-tanda alam jauh sebelum ada penelitian ilmiah.
Warga Diminta Waspada
Meski begitu, pengunjung diimbau berhati-hati. Material yang mengandung senyawa sulfur atau mineral tertentu bisa berbahaya jika konsentrasinya tinggi.
“Pihak berwenang menyarankan agar tidak menyentuh, menghirup terlalu dekat, atau menggunakan material tersebut secara langsung sebelum diketahui kandungan kimianya dan dinyatakan aman,” demikian imbauan di lokasi dilansir ‘Aloysous, Minggu malam 16 Agustus 2026.
Ta’i Sano hari ini bukan hanya fenomena visual. Ia adalah pertemuan antara geologi, kearifan lokal,dan dinamika bumi Flores.
Setiap serpihan Ta’i Sano yang mengapung mungkin menyimpan cerita tentang apa yang sedang terjadi jauh di bawah permukaan bumi.